Minggu, 31 Januari 2010

Mimpimu

| | 3 komentar

Terbayang dalam ingatan
Jauh dalam pelupuk mata
Hanya ada cinta
Tapi, tahu kah engkau?
Itu semua hanyalah maya?

Kau terjebak dalam mimpimu
Mimpi-mimpi yang kau dambakan
Hingga kau tak sadar
Jika kau terjebak cukup jauh

Bukan mauku diam
Hanya ku tak bisa
Melihatmu bersenang-senang
Dan tak ucapka sepatah kata pun
"Terima kasih" pun tak kau ucap

Maafkan aku
Jika aku memang egois
Ini bukan inginku
Hanya keadaan yang memaksa

Kini kau kan terbaring
Di antara rerumputan
Pejamkan matamu
Dan jangan bangun lagi

Ku ingin melihat
Senyum manismu
Yang tersinggung
Dalam tidurmu

Selamat tidur....

(Maaf rada gaje. Habis lagi gak konsen)
Read more...

Award.......

| | 4 komentar

Dapet award dari дΰĽĭǻ_ЯäĦmẩЙ's. Makasih yah atas awardnya..... Sudah lama gak dapet award (males ngepostnya aja nih) Ini awardnya :

Powered by BannerFans.com

Makasih banget yah........ Hehehe... Award ini mau aku bagikan ke :

 - Kak Sora
- Selly
- Apri
- monika
- Choco
- Tifani
- Chika

Dan followersku. Hehehhee.... Ambil yah....
Read more...

Secondhand Serenade

| | 5 komentar

Akhirnya saya posting lagi. Okey, gak basa basi lagi. Aku mau bahas band atau grup vocal? atau akustik? atau solo? *gak jelas* pokoknya lagunya enak di denger (bukan di makan)

Secondhand Serenade adalah proyek solo rock akustik fronted oleh vokalis dan gitaris John Vesely. Solo Proyek ini dimulai pada tahun 2004. Vesely telah merilis dua album studio-to-date di bawah nama Secondhand Serenade, Awake pada tahun 2007 dan A Twist in My Story pada 2008. Album pertama yang digunakan untuk menciptakan multitrack rekaman suara band menggunakan teknologi, sedangkan album kedua mengambil jalan yang berbeda, dengan menggunakan band yang tepat dan sebuah orkestra untuk membentuk suara yang lebih sempurna.

Awal sejarah, rilis pertama


John Joseph Vesely dibentuk Secondhand Serenade di rumahnya kota Menlo Park di California, Amerika Serikat, pada tahun 2004. Vesely dibesarkan di San Francisco Bay Area di keluarga musik dan sebagai anak seorang musisi jazz profesional ayah, berkomentar bahwa "masuk ke musik adalah sesuatu yang alami" baginya. Dia menghabiskan 8 tahun bermain bass dalam band-band lokal, menampilkan di sejumlah tindakan dalam gaya mulai dari ska dan hardcore untuk rock dan pop. Salah satu band yang dimainkan dalam, Sounds Like Life, termasuk sesama Bay Area artis Ronnie Day. Setelah bertahun-tahun bermain bass, ia memilih untuk gitar akustik.

Vesely mulai menulis lagu sendiri ketika ia bertemu dengan istrinya Candice Vesely. Dia ingin dia memainkan lagu dan "serenading-nya dengan gitar bass sudah keluar dari pertanyaan." Dia telah mengakui dia menemukan "panggilan sejati" ketika dia mengambil gitar. Secondhand Serenade nama samaran adalah referensi ke jalan di mana lagu-lagunya adalah 'serenades' dinyanyikan istrinya Candice, dengan siapa ia memiliki dua anak anak laki-laki. Orang-orang di seluruh dunia hanya mendapatkan untuk mendengar lagu 'kedua tangan. "Sementara Vesely terus memasarkan biografi kasih sayang pasangan bubar pada tahun 2008. Vesely adalah patah hati sebagaimana dapat kita lihat di banyak lagu-lagunya. Dia dibebaskan "A Twist In My Story" sebagai referensi untuk perceraian.

Pada tahun 2005, Vesely merilis debut album berjudul Awake. Tercatat sebagai demo, setelah booking beberapa hari di sebuah studio Ontario pada awal 2005, "hanya menggunakan gitar akustik dan dilacak multi-vokal." Album ini dipromosikan melalui halaman Myspace Secondhand Serenade dan dengan bermain menunjukkan lokal. CD's pada awalnya dijual melalui mail order dengan account PayPal oleh Vesely, akhirnya dia mendaftar dengan distributor TuneCore, membuat lagu-lagu Secondhand Serenade tersedia di portal musik termasuk iTunes. Album mengalami dukungan online yang luar biasa, dan pada akhir tahun 2006 Secondhand Serenade telah menerima jutaan bermain di Myspace dan telah menjadi situs jaringan sosial's No 1 Independent Artist selama berbulan-bulan. Secara finansial, ia dikatakan membawa hingga $ 20.000 per bulan dari penjualan merchandise download dan keluar dari rumah. Dia menjual lebih dari 15.000 eksemplar album sendiri,dan pada kekuatan penjualan tersebut dan dukungan, secara alami, label datang mengetuk. Secondhand Serenade ini ditandatangani oleh eksekutif label lama Daniel Glass, pada label baru Glassnote Records, yang disalurkan melalui Warner Independent Label Group. Pada tahun 2006, Rolling Stone mengumumkan Secondhand Serenade sebagai # 3 di majalah polling pembaca untuk Best Myspace Artist .

Awake rilis ulang

Pada awal 2007, Bangun dikeluarkan kembali oleh Glassnote Records dengan tambahan dua lagu. Ini dirilis pada 6 Februari dan memberikan Vesely chartings pertama, memulai debutnya di # 16 on Billboard's Top Heatseekers bagan. Ditambahkan sukses mengarah ke memuncak di # 164 di Billboard 200, # 3 pada Top Heatseekers dan # 19 on the Top Independen Album chart.

Mendukung label pertama rilis, Vesely adalah fitur di MTV's You Hear It First, AOL Music's Breakers Yahoo! Music's Siapa Berikutnya? dan muncul di acara talk show Late Night with Conan O'Brien.Ia juga bermain berbagai acara, termasuk tur dengan orang-orang seperti Hawthorne Heights dan The All-American Rejects dan pada festival musik South By Southwest dan di samping My Chemical Romance dan Linkin Park di memperdayakan.

Secondhand Serenade hanya satu lagu dirilis sebagai single dari debut album, "Vulnerable". Melahirkan lagu video musik, yang diciptakan oleh Frank borin yang bertanggung jawab atas Red Hot Chili Peppers 'video untuk hit single "Dani California". [9] "Rentan" memuncak di # 83 di Billboard Hot 100, # 64 di Pop 100 dan # 56 di Hot Digital Songs chart.
[sunting] A Twist in My Story

A Twist in My Story dirilis pada 19 Februari 2008 dan lagu dari Awake fitur seperti "Maybe" dan "Your Call," tapi direproduksi dengan band lengkap. Sebagian besar Namun album ini adalah daftar lagu-lagu baru yang ditulis oleh John Vesely dan direkam dengan band penuh. Dua trek pada A Twist In My Story diproduksi oleh produsen terkenal Butch Walker, sementara yang lain diproduksi oleh mantan anggota Nine Inch Nails Danny Lohner. Single pertama, "Fall for You," dirilis 21 Januari 2008. Album ini bocor, dan dibuat tersedia untuk di-download satu bulan sebelum rilis resmi. Pada tanggal 28 Januari 2008, video musik untuk single pertama dari album "Fall for You" perdana di acara MTV TRL. Untuk mendukung rilis, Secondhand Serenade menghabiskan sebagian besar bulan Maret dan April tur dengan band-band Amerika Membuat April, Automatic Loveletter, dan The White Tie Affair. Anggota band tur termasuk John Harvey pada gitar bass, Lukas Vesely (Vesely saudara laki-laki) pada tombol / vox, Ryan Cook (mantan bassis dari White Tie Affair) pada lead guitar / vox, dan Tom Breyfogle pada drum.

Judul A Twist in My Story adalah referensi ke Vesely's 2008 perceraian dengan mantan istrinya Candice, dengan siapa ia memiliki dua anak laki-laki muda. [5] [6]

Pada November 2008, single pertama album "Fall for You", sudah bersertifikat Platinum oleh RIAA. Pada 5 Desember 2008 Fall For You itu masih # 13 pada American Top 40 lagu-lagu di negeri ini. http://www.at40.com/song/692/index.html

"Your Call" video perdana pada FNMTV pada 5 Desember. Hal ini dapat dilihat pada situs FNMTV.

Dia merilis sebuah video untuk lagu "Maybe" di halaman Myspace-nya pada 4 Mei 2009. Its a video tentang konsernya dan wisata di seluruh dunia.

A Twist in My Story (Deluxe Edition) diluncurkan pada tanggal 3 Februari 2009. Ini mengandung 5 bonus lagu, termasuk Your Call (Radio Version), Fall for You (Acoustic Version), Like A Knife (Acoustic Version), kedua tunggal Last Time, dan penutup Coldplay "Fix You".

Mostly Liars

Secondhand Serenade saat ini di studio rekaman album baru untuk rilis yang akan datang. September 27, 2009, ketika melakukan tinggal di Columbus, Ohio Vesely mengumumkan album baru mereka akan kemungkinan besar akan dirilis pada Januari atau Februari. Album yang akan datang sementara disebut "Mostly Liars." Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Vesely menyatakan bahwa catatan baru akan lebih ceria dari album terakhirnya yang berfokus pada hubungan.

Daftar lagunya :
1. Half Alive
2. Broken
3. Vulnerable
4. Your Call
5. Maybe
6. Its Not Over
7. I Hate This Song
8. Awake
9. Take Me With You
10. Let It Roll
11. Last Song Ever
12. End
13. Fall For You
14. Like a Knife
15. Why

Maaf kalau daftarnya kurang dan penjelasannya aneh. Lagu di blog ini adalah salah satu lagunya sencondhand serenade yang berjudul "fall for you". Makasih atas perhatiannya.
Read more...

Minggu, 24 Januari 2010

Tes Kepribadian

| | 1 komentar

Ayo,ayo... Di pilih, dipilih. Seribu tiga, seribu tiga... (Kok jualan?) Gak pake basa-basi lagi deh. Sedikit curhat yah. Kemarin waktu aku les gitu, di kasih kuis gitu (kalau kata aku sih, bukan kuis. Tapi lebih ke pemilihan karakter kepribadian) Nah, sekarang aku mau share tentang itu disini. Aku agak-agak lupa, jadi kata-katanya aneh. Harap maklum aja deh. Ingatanku buruk setelah TO buat UAN. Oke deh, jangan lama-lama lagi. Check this....


Tes Kepribadian : 

Ingat, menjawabnya jangan di reka-reka atau kira-kira. Harus pertama yang terpikirkan. Awas jangan di reka-reka. 
 


1. Ketika kamu berjalan, kamu melihat tong sampah. Tau kan tong sampah pinggir jalan kaya gimana? Nah, waktu lagi jalan, gak sengaja sama kamu ketendang. Secara otomatis, tong sampahnya jatuh, terus miring. Nah, pertama dalam pikiran kamu melihat tong sampah itu :
            A. Tidak ada isinya, kosong melompong.
            B. Melihat sampah yang begitu berantakan.
            C. Sama seperti jawaban yang B, tapi ada sampah yang terlihat jelas, seperti tulang ikan, dll.
            D. Sampahnya terbungkus kantong plastik, kaya sampah perumahan.

2. Di pagi atau kapan juga boleh, kamu sedang duduk di balkon rumahmu sambil baca buku. Tiba-tiba, pot tanaman yang ada di pinggir balkon jatuh ke bawah (yaiyalah masa ke atas?). Dalam pikiran kamu, pertama melihat pot tanaman itu :
           A. Potnya jatuh. Miring gitu. Tapi, pot dan tanamannya masih utuh. Tidak ada cacat sedikit pun.
           B. Potnya hancur, tapi tanamannya utuh.
           C. Pot dan tanamannya sama-sama hancur.
           D. Entah bagaimana, pot beserta tanamannya hilang begitu saja. (Di maling kali yah?)

3. Kamu sekarang berada di hutan yang lebat. Pokoknya hutan yang seram aja. Terus, kamu mendengar gonggongan serigala. Secara reflek, kamu lari karena ketakutan. Sudah beberapa jauh dari suara lolongan serigala, kamu menemukan rumah tua yang angker. Karena kamu takut dengan serigala, kamu terpaksa menginap di rumah itu karena sudah malam sekali. Saat kamu hendak membuka pintu rumahnya, pintu itu terbuka sendiri dan terlihat seorang kakek tua membawa senter tua menyuruh kita masuk. Raut mukanya begitu dingin. Kakek itu mempersilahkan kamu duduk, dan menawarkan 4 kamar kosong untuk menginap sementara. Kamar itu antara lain :

A. Jendela kamarnya tidak bisa di tutup, lalu ada kepala narapidana yang terpotong bercucuran darah tergantung di jendela itu. Mau di apakan juga, jendelanya tidak bisa di tutup, dan kepala narapidana itu melihat ke dalam kamar. Itu kamar nomor 1. 


B. Jendelanya aman, tapi di kamar mandinya ada yang menangis. Tangisannya keras sekali dan sepanjang malam. Seorang wanita. Tapi, dia hanya menangis di kamar mandi saja. Itu kamar nomor 2.



C. Jendela dan kamar mandinya aman-aman saja. Tapi, di bawah tempat tidur ada hantu atau apalah yang menggedor-gedor ranjang tempat kita tidur, sepanjang malam. Itu kamar nomor 3.



D. Jendela, kamar mandi, dan bawah tempat tidur aman. Tapi, setiap jam 12 malam tepat. Ada hantu yang akan tidur di samping kita. Itu kamar nomor 4.


Nah, sekarang tinggal di pilih deh. Pokoknya harus saat pertama kali terpikirkan. Ini jawabannya :



Jawaban



1. A. Kamu tipe orang yang sangat misterius. Walaupun dalam keseharian kamu biasa saja. Tapi, ada sesuatu yang sangat kamu sembunyikan.


B. Kamu termasuk orang yang suka bercerita tentang masalah kamu kepada orang lain. Dengan kata lain, kamu sering curhat. Kamu berpikiran, dengan curhat kamu sudah membagi beberapa masalah, walaupun masalah itu belum terselesaikan.


C. Kamu senang Curhat kepada orang lain. Tapi, ada beberapa masalah yang kamu simpan dan jaga baik-baik. Jangan sampai orang lain tahu, tentang masalah itu.


D. Kamu orang yang pintar sekali menutupi masalah kamu. Kamu menyimpan masalahmu rapat-rapat, dan beranggapan bahwa masalahmu harus di selesaikan oleh kamu, tanpa bantuan orang lain.


Nah, dari hasil nomor satu ini, kamu bisa lihat kepribadian kamu tentang hubungan kamu kepada teman dalam membagi masalah. Waktu itu aku milih yang B. Sekarang lanjut nomor 2.


2. A. Kamu orang yang senang memperlihatkan diri kepada orang lain, bahwa kamu itu ada dan ingin di lihat. Kamu adalah pusatnya. Dengan kata lain, orang-orang akan terus melihatmu, karena kamu bintangnya.


B. Kamu menunggu kesempatan untuk menonjolkan diri kepada lingkungan. Kamu mencari waktu untuk menunjukan kamu itu ada dan tentunya ingin di lihat.


C. Kamu orang yang cendrung pendiam dan tak ingin menonjol. Kamu tak ada niatan untuk menonjolkan diri pada lingkungan. Biasanya orang ini, cendrung sederhana.


D. Kamu orang yang sangat tertutup sekali, dan cendrung penyendiri.


Nah, maksud dari yang nomor 2 ini, melihat karakter kamu di lingkungan sosial itu seperti apa. Aku waktu itu, milih B. Lanjut ke nomor 3.


3. A. Kamu orangnya sosial banget. Profesi yang cocok buat kamu itu, seperti dokter, sukarelawan, pokoknya yang berhubungan sosial. Hubungannya sama kepala napi itu, menunjukan kamu gak risih melihat orang lain melihat kamu terus menerus, kamu menganggap orang yang melihatmu itu adalah kamu. 


B. Kamu orang yang idealis dan gak plin-plan. Profesi yang cocok buat kamu, polisi, pengacara, pokoknya yang berhubungan dengan penegakan hukum. Kamu cendrung orang yang idealis dan suka mengatur. Hubungannya dengan wanita menangis adalah, kamu selalu di timpa kejahatan atau masalah setiap harinya, tapi kamu tetap tegar menghadapinya.


C. Kamu orang yang supel dan tenang. Profesi yang cocok buat kamu itu yang berhubungan dengan bisnis. Hubungannya itu, orang yang menggedor-gedor bawah tempat tidur di ibaratkan masalah yang tak pernah habis datang saat kamu memulai bisnis. Kamu itu orangnya tegar banget deh. Supel pula.


D. Kamu itu orangnya sedikit nekat. Profesi yang cocok, yaitu artis atau sejenisnya. Pokoknya yang berhubungan dengan dunia hiburan. Hubungannya itu, hantu yang tidur di samping kita itu di ibaratkan jadi puncak karir kita, biasanya banyak masalah yang menerpa, tapi kamu tetap tegar. 


Soal ke 3 ini berhubungan sama profesi. Aku waktu itu milih yang B (Lagi?). Padahal cita-cita aku kan dokter. T_T
Okey, sekian dulu. Ini juga baru katanya. Belum tentu tepat. Hehehhee.... So, just be your self ^_^
See you in next post. ^^
Read more...

Rabu, 20 Januari 2010

Akhirnya....

| | 0 komentar

Sekian lama aku menunggu....... (alah jadi nyanyi bang ridho). Pokoknya akhirnya, setelah berhari-hari, akhirnya (Ini kok di ulang?) Aku bisa online kembali... Hore...... Congrats for me... MySpace Hahahaha..... alah lebay banget sih aku ini. Okey, aku mau curhat some thing buat para blogger semuanya.

Pertama, congrats untuk aku. (kan udah tadi). Akhirnya lagi, aku bisa Online dan bermain farm ville. Belum nanem lavender nih. Kan mau dapet mystery sign. Keren kan saya? MySpace Nanti kan saya jadi kaya. Koin di farmville bisa di beliin rumah, dan yang lainnya. Sekalian mau edit-edit farmku. MySpace Saya seneng banget.

Kedua, ada hal yang membuat saya marah MySpace, kesal MySpace, sedih MySpace, murung MySpace, stress MySpace, lemas MySpace, haru MySpace dan banyak lagi MySpace. Okey, mulai dari yang kesel dan marahnya dulu yah. Kemarin aku mencoba memperalat cowo buat di porotin duitnya, katanya sih tajir gitu. Aku sih mau-mau aja, pulsa gitu lho. Aku sih gak matre, cuma ngikut temen doang. Eh, taunya temen itu salah strategi. Jadi, pulsaku melayan begitu saja dalam sekejap mata.

Terus, yang bahagianya, hapeku di ganti jadi N97, tapi itu buat 4 bulan aja. Terus, sekarang tugasku numpuk semuanya. Gak ada yang mencoba ngantri untuk di kerjakan satu-satu. Semuanya di tuntut untuk selesai secepatnya. Biasa kelas Akselerasi emang di kejar-kejar. Apalagi aku sebagai kelinci percobaannya. Harus lulus dulu nih. Oh ya, hari ini adalah hari GILA yang pernah ada. Sumpah. aku debat sama temen cowo aku. Aku kemarin belah bolanya dia, soalnya laki-laki di kelas aku pada main bola di kelas, padahal aku udah bilang beberapa kali. Eh, sekarang dia nuntut aku gak boleh main hape? Gimana bisa? Hape is my life. Tanpa hape bagaimana nasibku? MySpace Akhirnya aku bersama teman-temanku membuat slogan untuk kelas ku itu. Semuanya sudah pada kacau dan eror. Mungkin belum beli obat di si manis jembatan kali ciliwung kali yah, hihihihii.... MySpace

Pokoknya hari ini adalah hari aneh sepanjang hidupku. (mustahil, pasti ada yang lebih aneh dari ini). Okey, ini lagu buat kalian semuanya. Maaf buat band Ungu. Aku mengubah lagu kalian, dan mohon maaf sebesar-besarnya untuk penulisnya, Andrea Hirata. Saya tidak bermaksud apa-apa kok. Ini lagunya, semoga menikmati (maaf cuma liriknya aja) MySpace

Tahukah kalau apa yang kau lakukan itu?
Tahukah kau siksa diriku?
Berhari ku coba usir dirimu
Berhari-hari ku acuhkan

Kau sangka aku akan menyerah?
Kau sangka aku akan pasrah?
Dirimu tak melihat diriku?
Bahwa kesal hanya untukmu
Bahwa sampah ini untukmu
Bahwa benci ini untukmu
Untukmu, untukmu, untukmu....

Kau
Mimpi burukku
Cinta monyetku
Hanya padamu

Kau hanya
Pelampiasan
Cinta tipuan
Tiada tara.


Sekian lagu dari saya. Sawernya mas... Hehehe... MySpace

Okey, sekian dulu ceritaku hari ini. Maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati anda semua. (Mau bikin pidato nih)
Bye-bye MySpace
Read more...

Sabtu, 16 Januari 2010

Aktor yang Hebat

| | 0 komentar


Kau aktor yang hebat
Kau buatku terperangkap dalam sekenariomu
Kau buat penonton tertipu
Kau memainkan peranmu dengan baik

Hanya tepuk tangan yang bisa ku sampaikan
Dan, rasa kesalku padamu
Kau berakting dengan baik
Kau berperan sebagai orang lugu
Padahal hatimu busuk

Kau katakan hanya teman
Tapi, kau anggap aku targetmu
Target untuk membuatku tertipu
Demi kesenangan semata

Sekenario yang kau buat
Di bantu dengan sutradaramu
Begitu baik, hinggu mataku tak bisa membacanya
Kau buat aku kembali terpuruk

Terima kasih atas hiburannya
Aku begitu senang melihatnya
Tapi, ini akan menjadi yang terakhir kalinya
Karena aku tak ingin kau tipu lagi

P.S : Buat temanku. Kau memang aktor yang hebat. Kau pantas mendapat piala oscar. KAU BEGITU HEBAT DALAM BERAKTING, HINGG AKU TERTIPU. MySpace
Read more...

Kamis, 14 Januari 2010

Minggu ini.

| | 0 komentar

Hehehe.... Hola para blogger... MySpace Lama tak jumpa dengan kalian semua. Kangen deh, lupa posting. Baru bikin cerpen, yang ternyata cuma butuh beberapa jam saja. Awalnya bikin cerpen yang "Cute Doll" sama "Daun Musim Gugur". Asli pusingnya MySpace Oh ya, minggu ini tugasku makin menumpuk, mana nanti harus musikalisasi puisi pula. Ckckckck.... Bener-bener deh, kerjaan kelas 9 gak ada habisnya. Belum lagi aku di suruh belajar dan les? OMG, pulang jam setengah 5 terus nih. Padahal rumahku sangat jauh. Tapi, semuanya terobati karena aku bertemu kembali dengan teman-temanku yang pada gokil dan lucu. Makasih yah teman-teman yang baik. MySpace

Oh yah, akhir-akhir ini aku ada masalah dengan teman FBku. Namanya gak akan aku sebutin disini. "SIALAN BANGET TUH ORANG, PENGEN GUA MUTILASI APA? NYADAR DIRI DONG, MUKA BERUK GITU?" Itulah kata-kata yang ingin aku ucapkan kedia. MySpace Tapi, sayang seribu sayang aku tak bisa melakukannya MySpace dan sekali lagi, berkat bantuan teman-teman, dia menjauh dariku. Sekali lagi aku berhutang banyak pada temanku itu. Selain itu, aku baru baca novel gokil. Coba deh cari, "Gokil School Musical" lupa penerbitnya apa, tapi sumpah, keren banget. Gak akan nyesel deh bacanya. Mengocok perut. MySpace Oh ya, satu lagi novel "Bayi Biang Kerok" penerbitnya Gagas Media, gak kalah so sweet dan gokil juga. Lupa pengarangnya siapa. Sekarang aku lagi nyari novel, "Tuilet dan New Emon" sama "Gokil Dad". Pengen baca novelnya. MySpace

 Oh ya, sekarang aku lagi dendam kesumat sama penjaga taman bacaan di daerah saya. Pokoknya saya dendam kesumat, jadi pengen nyantet dia deh. MySpace Terus, aku sedang menagih janji temanku yang rada-rada aneh dan gila juga sok keren gitu. Janji ngasih HANDPHONE ke aku, kan dia janji. Kemarin aku sudah konfirmasi tentang hal ini, sekalian temen nitip gitu. Terus, waktu di tagih tadi pagi, dia malah cuek bebek. Huh, kan aku pengen ganti hape. MySpace Soalnya mama sama papa gak mau beliin, padahal hapeku udah hancur lebur gak jelas. Memori ilang lah, keypadnya gak bisa di pake lah. Tapi, masih bisa kirim sms sih. Argghh... Pengen ganti. MySpace Ini gambar hapeku :




Terus, sekarang kamarku lagi di cat, udah beres sih. Jadi warna ungu. Keren deh. Hehehe... Terus, tadi pas di kanotr liat guru ips sedang tidur-tidur dengan nyenyaknya di sofa ruang guru. Keren banget tuh guru, selain pendapatnya yang bisa di bilang rasional, juga sikapnya itu lho. Blak-blakkan. Salut deh. MySpace

Pengennya sih cerita banyak. Cuma udah di suruh makan nih. Sampai jumpa lagi di post selanjutnya. Ini cuma curhat dadakan aja. Hehehe.... MySpace
Read more...

Minggu, 10 Januari 2010

Cute Doll (Part 3)

| | 0 komentar


Ting,tong,ting,tong

Kelas sudah selesai, dan aku masih ada di ruangan ini. Ya, yang baru tahu aku menjadi boneka adalah teman-teman dekatku tentunya. Tinggal beberapa hari lagi, aku akan di asingkan dan di anggap sebagai pajangan. Sama seperti boneka yang di produksi Angelica.

“Hay, Tiffany.”
Seseorang menepuk pundakku, dan menyapaku. Aku tahu itu siapa. Jessica. Memangnya siapa yang mau menyapa ‘boneka’ seperti aku?

“Kenapa kamu diam, fany? Oh ya, soal kemarin. Aku minta maaf. Aku tak bilang kepadamu dulu soal aku kuliah. Aku langsung pergi setelah di beri ijin oleh bos. Maafkan aku, aku harusnya bilang dulu kepadamu. Seperti janji kita.” Ujar Jessica sambil menunduk minta maaf dan memegang tanganku.
“Lalu? Kau lupa karena bahagiannya? Aku sudah memaafkanmu.” Ujarku. Aku malas berurusan dengan Jessica.
“Benarkah? Terima kasih Tiffany. Aku duluan yah, aku ada janji dengan teman-teman. Bye, Tiffany.” Ujar Jessica. Kata ‘teman-teman’ yang ia ucapkan semakin menyayat hatiku. Ah, kenapa aku harus menjadi seperti ini? Tapi, sudahlah aku harus menjalani hidupku sendiri.

*~*~*~*~*~*~*

“Hey, kamu sudah membuat Tiffany disangka boneka tau. Bagaimana ini?”
“Sudahlah, tak apa. Memang itu tujuanku. Aku akan merebut posisinya.” Ujar Jessica.
Tak sengaja aku mendengar percakapan Jessica, dan Andrea? Andrea memanng mantan pegawai. Tapi? Oh Tuhan, Jessica sudah merencanakan ini sebelumnya. Tak kusangka ia sejahat itu padaku. Aku memang pernah membuat cacat pada mukanya, tapi apakah ini pembalasannya? Kau begitu jahat Jessica. Aku tak kuat mendengar semua ini, lebih baik aku pergi.

*~*~*~*~*~*~*~*

Aku merebahkan tubuhku di ranjang tempat tidur. Banyak kejadian yang menimpaku hari ini. Aku harus menerima takdir, tapi ini bukan takdir, ini semua rencana Jessica. Ah, bagaimana aku bisa tak tahu? Jessica memang punya segudang cara untuk mendapatkan keinginannya. Oh yah, aku belum tahu tentang proyek itu. Ah, bagaimana ini?
Tok,tok,tok,tok
Terdengar suara pintu. Sepertinya ada yang bertamu. Tapi, mau apa bertamu jam segini? Pasti orang iseng. Dengan langkah gontai, aku membuka pintu dan aku temukan….. George? Mau apa dia, dan apa yang dia inginkan.
“Mau apa kau kesini?”
“Hanya ingin bertamu saja. Tidak boleh?”
“Silahkan masuk”
Aku mempersilahkan Goerge masuk. Entah apa yang ia ingin bicarakan. Kurasa pembicaraan penting, mana mungkin ia mau bertamu jam Sembilan malam begini? Aku pun membawakan kopi dan sedikit snack. Aku menunggunya berbicara. Tapi, dia ini harus di pancing dulu kalau mau bicara. Huh, dasar orang aneh.
“Tiffany, aku mau bicara soal boneka itu. Kamu bekerja di perusahaan Angel kan?” George membuka topic pembicaraan. Tak kusangka ia membuka topik duluan.
“Ya, memangnya kenapa?” Tanyaku.
“Aku mau cerita sesuatu kepadamu.” Ujar George.
George menceritakan semuanya. Tentang Angelica tentang perusahaan itu, dan terutama tentang Jessica. Ternyata penyebar gosip itu adalah ayahnya Jessica. Tak kusangka papanya begitu sirik dengan kerja keras yang di lakukan om Peter.
“Tapi, bagaimana dengan nasibku ini? Sudah terlanjur banyak gossip yang beredar.” Tanyaku khawatir.
“Tenang saja, aku punya kartu as-nya Jessica. Oh ya, boleh aku menginap? Hanya sehari saja.” Ujar George. Karena dia telah membantuku dalam mengungkap siapa pelaku penyebar gossip, aku pun mempersilahkannya.

“Selamat tidur, putri boneka”

Aku langsung melirik kearahnya, tapi dia sudah terlanjur tidur. Besok aku akan menunggu perkembangannya dari George.
*~*~*~*~*~*~*~*~*
Jam di tanganku sudah menunjukan pukul 12 siang, tapi George belum menunjukan batang hidungnya. Ah, harusnya aku tahu kalau dia sering telah. Sudah ku suruh jam setengah 12.
“Eh, maaf telat”
George langsung duduk dan memesan Cokelat hangat. Ia menunjukan beberapa artikel, dan surat-surat. Aku membacanya perlahan. Memang benar ayah Jessica yang membuat gosip itu, beliau membuat bukti-bukti palsu. Artikel beberapa tahun yang lalu. Hebat. Ayah Jessica bisa membohongi semua warga. Hebat sekali. Aku salut. Tanpa sadar aku meneteskan air mata, saat melihat artikel tentang mamaku. Mamaku meninggal karena di bakar, warga menganggap mamaku adalah penggenggu. Ironis.
“Kamu kenapa Tif?” Tanya George sambil meminum cokelat hangatnya.
“Tak apa.” Jawabku singkat.
Tak lama aku melihat Jessica dan yang lainnya masuk kedalam café. Ada Andrea, Crish, dan Eve. Eve memandangku penuh sedih. Sepertinya ia tersiksa dengan hal ini. Jessica mengobrol dengan asiknya, dan tak lama mereka meninggikan suara dan mulai menyindirku.
“Eh, kemarin aku melihat boneka turun dari keretanya lho” Ujar Andrea sambil melirik kearahku.
“Iya, manggil-manggil namamu lagi, Jes. Memangnya kau punya boneka besar seperti itu?” Timpal Crish sambil melirik ke arahku. Seluruh pengunjung café pun melirik sinis kepadaku. Banyak berbisik “Ih, ada boneka”atau apalah.
“Gak. Aku gak tau. Boneka hidup kali” Ujar Jessica. Seluruh pengunjung café pun tertawa. Sebetulnya tak ada yang lucu, tapi hanya untuk membuatku malu saja. Tiba-tiba George berdiri dan sepertinya akan mengatakan sesuatu dengan suara yang keras.
“Jessica, kamu lihat boneka apa? Boneka perempuan atau laki-laki?” Ujar George sambil melihat ke arah Jessica.
“Boneka perempuan, memangnya kenapa?” Ujar Jessica.
“Kalau perempuan, pasti cantik dan indah. Seperti boneka yang lainnya. Dengan pipi merah merona, gaun yang indah, dan kelebihan boneka yang kau lihat itu hidup dan bisa bergerak. Bukankah banyak orang yang ingin melihat boneka hidup?” Ujar George tanpa ragu.

Aku menatap dalam ke arah George. Kenapa ia membelaku? Dekat saja belum. Aku melihat ke sekelilingku, semua orang menatapku dengan pandangan yang berbeda-beda. Ada yang menatapku penuh kagum, ada juga yang sinis. Seorang anak kecil pun mengahmpiriku dan menarik-narik bajuku. Sepertinya ia ingin mengucapkan sesuatu.

“Kak, kakak boneka yang kemarin yah? Pakai gaunnya dong. Aku mau lihat. Kakak cantik” Ujar anak perempuan itu. Tak kusangka aku mendapat pujian seperti itu. Ah, betapa senangnya diriku.
“Tiffany, kenapa kamu berpakaian seperti itu?” Tanya Jessica.
“Tak apa, aku ada janji kepada seorang anak kecil untuk berdandan layaknya boneka.” “Tapi, nanti…”
“Tak apalah, aku sudah memaafkan segala kesalahanmu. Makasih yah. Aku bisa menunjukan pada dunia. Boneka itu cantik.” Ujarku sambil membetulkan dandananku. Aku pun mengajak Angelica untuk memperlihatkan boneka manusia. Sebetulnya manusia yang berpakaian boneka.

Aku dan Angelica pun berangkat dari pabrik, menuju taman kota menggunakan kereta. Aku mendapat pencerahan dari kata-kata George. Boneka itu cantik, indah dan menawan. Jadi apa salahnya?
Tiba di kota, aku menghampiri anak kecil itu. Ia terlihat tampak senang melihatku datang.

“Kak, nyanyi dong. Aku ingin lihat boneka bernyanyi.” Pinta anak itu. Aku memandang Angelica, ia hanya mengangguk dan kembali ke kereta sambil membawa pianika. Ia memainkan pianika itu dengan bahagianya. Aku menyanyi dengan bahagianya. Aka itu melihatku dengan senang, semua orang yang berada ditaman seakan-akan terhisap oleh alunan melodi yang di mainkan Angelica dan nada yang aku nyanyikan. Semuanya melihatku dan Angelica, seakan ada pertunjukan yang hebat disana.

Selama aku bernyanyi, mereka terus melihatku. Seakan kagum padaku. Tak lama kemudian, datang sebuah mobil yang membawa para pegawai dari pabrik dengan dandanan boneka. Tanpa di suruh, mereka mengikuti irama yang kami bawakan. Mereka semua menari, seperti boneka yang ada di film. Betapa menyenangkannya.

Setelah selesai menyanyi beberap lagu, kami pulang dan memulai pekerjaan kembali. Setelah beberapa minggu, boneka menjadi laku. Mungkin karena pertunjukan kemarin. Orang-orang tak menganggap aneh tentang pakaian boneka itu, dan kini aku tahu proyek besar yang di bicarakan Angelica. Semua orang memakai baju boneka. Ya, setelah itu, anak-anak mencari pakaian boneka agar mereka mirip dengan bonekanya. Satu hal lagi yang membuatku senang. Aku menjadi maskot dari perusahaan itu, dan mereka semua menggilku “Boneka Cantik”.
________________________
Maaf yang ceritanya gaje. Hehehe....
Read more...

Daun Musim Gugur

| | 0 komentar


Kupandang langit biru berhias awan. Tak sempat ku berpikir bagaimana keadaanku sekarang. Hanya satu orang yang kupikirkan sekarang. Mama. Bagaimana keadaannya? Dimana ia sekarang berada. Aku tak bisa menyelamatkan mama dalam kecelakaan maut itu. Ah, betapa menyesalnya aku sekarang. Kini sekujur tubuhku terbalut oleh perban yang menutupi lukaku. Entah siapa yang menyelamatkanku. Aku sudah ada disini, di ranjang besar ini. Bau kamar seorang anak perempuan. Aku terus memandang keluar jendela yang terhalangi sedikit oleh gorden cokelat.

Kreeeettt…


Terdengar bunyi pintu kamar yang terbuka. Secara reflek, aku melihat ke arah pintu kamar itu. Terlihat seseorang berpakaian hitam-hitam dengan dasi hitam tentunya. Seperti seorang pelayan. Ia datang ke arahku. Menunduk dengan sebagai tanda hormat. Pelayan yang beretika.

“Nona, bagaimana keadaannya sekarang?” Tanya pelayan itu.
Aku menarik nafas panjang. Mengatur kata-kata yang sebetulnya tak perlu.
“Tidak apa-apa. Aku baik saja.” Jawabku penuh keyakinan.

Pelayan itu kembali menunduk sembari mengucapkan permisi. Terdengar kembali pintu tertutup. Kini aku hanya sendiri di kamar yang luas ini. Rumah abad pertengahan. Seperti istana yang megah. Hanya saja di lengkapi peralatan yang moderen. Aku mengarahkan pandanganku ke sudut kamar ini. Terdapat foto-foto yang mungkin aku kenal. Aku melihat dengan seksama. Ya, foto teman lamaku yang dulu tinggal di Indonesia dan pindah ke Inggris. Angelica.

“Hhmm… Kenapa aku bisa di rumah Angelica?” Gumanku sambil memegang foto yang bergambarkan diriku dan Angelica. Sahabat kecilku dulu. Sepertinya ia yang menyelamatkan ku dari kecelakaan pesawat itu. Hah, aku jadi rindu dengan mama. Sekarang mama dimana? Aku kangen sekali.

Krreeeettt….

Terdengar kembali suara pintu kamar yang terbuka. Aku melihat ke arah pintu kamar. Terlihat seorang gadis berpakaian gaun era abad pertengahan. Gaun yang indah, seperti gaun untuk pesta. Gadis dengan kulit putih, berambut pirang kecokelatan. Aku kenal wajah ini.
“Tania, kamu sudah sembuh?” Gadis itu bertanya sambil menutup pintu. Terdengar kembali suara khas pintu tua.
“Tidak apa Angel. Makasih yah, sudah merawatku di rumahmu ini.” Jawabku pelan.
“It’s okey. I just want to see you again. I miss you very much. Sudah lama kita tak bertemu kan Tania? Aku jadi teringat masa kecil kita.” Ujarnya. Ia mengembangkan senyum yang indah. Ah, itu senyum yang sering ia perlihatkan saat kecil dulu. Ia berlari dan menghampiriku, aku pun demikian. Aku memeluknya erat. Aku kangen dengan masa kecilku dulu.
“I miss you too.” Bisikku pelan.

Kami saling memandang dan tertawa. Kemudian ia menarikku ke sofa putih yang ada di kamar besar itu. Menyuruhku duduk di sana. Aku hanya menurut saja. Lalu, ia membawa secangkir teh dan kue kering. Sepertinya rasa cokelat. Ia menaruh teh dan kue itu di atas meja ukir yang ada di depanku. Kemudian ia memegang perban lukaku.

“Are you really okey? I’m worried about you.”
“Don’t worry. I’m fine. Oh ya, how about your school? It’s fine? Or bad? I hope it’s fine”
“Tania, jangan merubah topik pembicaraan.” Ujar Angelica dengan muka sedih.
“Sorry. I just don’t want to make you worry about me”
Angelica hanya terdiam menanggapi ucapanku tadi. Sepertinya aku sudah salah ucap. Ah, kenapa aku selalu membuat kesalahan?
“Maaf. Aku tak bermasuk seperti itu. Kau tak ingin aku cemas kan? Please, forgive me. Now, tell me about the accident. Please...!” Ujar Angelica dengan memasang muka seperti anak kecil yang meminta mainan. Lucu dan imut. Tapi, jika aku ceritakan tentang kejadian itu. Apa Angelica tak akan pingsan? Apa penyakitnya tidak akan kembuh lagi?
“Tania, come on. Tell me!” Ujar Angelica membuyarkan lamunanku. Aku menatap sekali lagi ke arah Angelica. Mungkin ia sudah yakin mendengar ceritaku. Aku menarik nafas panjang, dan bersiap untuk bercerita. Sepertinya Angelica juga sudah siap.
“Okey, I will tell you.”
“Yes, hurry. Aku sudah tidak sabar”

Lalu aku pun menceritakan semuanya tentang kejadian yang menimpaku dan mama. Pesawat yang seharusnya membawaku dan mama ke bandara kota London dengan mulus, ternyata harus terjatuh di hutan. Perjalananku dari Indonesia ke Inggris tak ada maksud lain, hanya ingin menemui papa dan jika sempat ingin menemui teman masa kecilku, Angelica. Tapi, takdir berkata lain. Aku harus berpisah dengan mama dalam perjalanan. Pesawat yang kami tumpangi mangalami kecelakaan. Sepertinya pesawatnya mengalami kesalahan teknis dan mendarat darurat di hutan yang ada di bawah pesawat. Aku terjatuh di dekat rumah tua yang ternyata rumah Angelica. Tubuhku sudah penuh luka. Walau hanya luka kecil, ada beberapa luka yang mengenai di alat vital tubuhku. Aku meringis meminnta bantuan dengan kesadaran yang tinggal sedikit lagi. Saat terjatuh, aku berpisah dengan mamaku. Sepertinya, mama menyalamatkan diri dari pintu darurat yang berbeda denganku. Sebenarnya, saat sudah ada pemberitahuan akan mendarat darurat, aku sudah memeluk mamaku dan membawanya ke pintu darurat, tapi karena ada guncangan, mama terlepas dari peganganku dan berlari. Mama memang suka panik jika ada guncangan. Mungkin karena ia phobia. Ia pernah merasakan gempa yang sangat dahsyat di Padang beberapa waktu lalu. Ia menjadi ketakutan bila ada guncanga sedikit saja.
Aku mencari mama di tengah penumpang yang berdesakan di pintu darurat. Tapi, usahaku nihil. Di tengah badan pesawat saat aku melihat mama, pesawat sudah jatuh. Karena ada bagian yang terbakar dan bensol keluar dari tangkinya. Aku cepat-cepat menyelamatkan diri. Tak lama kemudian, terdengar suara ledakan yang besar. Aku terkena beberapa serpihan pesawat. Saat aku bersandar di pohon untuk memulihkan keadaanku, aku teringat bahwa mama tadi belum sempat menyelamatkan diri. Aku bingung setengah mati. Rasanya sekujur tubuhku mati rasa. Kenapa aku sampai lupa untuk menyelamatkan mama? Aku pun tertunduk lemas, untuk menjernihkan pikiranku. Tapi, dalam ingatanku, mama di bawa oleh seorang pria. Tapi siapa? Setelah berpikir lama dan meminta bantuan. Akhirnya aku pingsan, dan tersadar berada di kamar rumah Angelica.

“Pria yang menyelamatkan mamamu? Who is he?” Tanya Angelica. Aku hanya menggelengkan kepala.
“But, how can you save from the accident?Isn’t the plane explode?”
Aku tersenyum kecil mendengar pertanyaan Angelica. Sepertinya ia belum mengerti. Aku memandang wajah Angelica yang kebingungan. “Kan tadi sudah aku jelaskan, kalau aku melihat bensol yang mengalir ke bagian pesawat yang terbakar. Kamu tidak menyimak yah?”
“Maaf. Aku tidak terlalu mengerti. Oh ya, sepertinya aku harus kembali ke pesta. Kamu istirahat saja. Biar cepat sembuh. I’ll be right back.” Ujar Angelica.
“Oke. Aku istirahat. Dari tadi aku mau menanyakan kenapa kamu memakai baju seperti itu. Hehehe.” Tawaku.
“Hahaha. Sudah yah, aku harus kebawah. Nice dream my friend.” Ujar Angelica sambil mengedipkan mata. Aku membalasnya dengan senyuman. Ia berlari sedikit menuju pintu kamar, dan di tutupnya pelan-pelan pintu kamar ini. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya yang masih sama sejak aku mengenalnya di Bandung. Ah, aku rindu rumah. Tapi, aku harus mencari mama dulu. Ah, terlalu banyak yang aku pikirkan. Sekarang aku tidur saja, kepalaku masih sakit. Akan kubicarakan besok tentang pencarian mama di Inggris ini. Apa aku harus ke kota London? Menanyakan tentang kecelakaan itu? Ah, memang benar. Terlalu banyak yang aku pikirkan. Lebih baik aku tidur. Semoga aku bermimpi indah.

*~*~*~*~*~*~*~*

“Tania, Tania, Tania, Wake up.”

Tubuhku terasa di guncangkan oleh seseorang. Aku membuka sedikit mataku, aku lihat Angelica berdiri dan mengguncangkan tubuhku. Ah, padahal aku sedang bermimpi indah. Kenapa di bangunkan sih?

“Come on Tania, we have to go to London” Ujar Angelica di tengah sadarku. London? Kota yang mengingatkanku saat papa meninggalkanku. London? Oh ya, London. Aku berada di Inggris. Ah, kenapa aku bisa lupa tentang kecelakaan itu? Apa karena tadi aku bermimpi tentang mama? Ah, aku tak peduli. Sekarang aku lebih baik ke London.

“Kita naik apa ke London?” Tanyaku pelan saat aku bersiap-siap untuk pergi.
“Ha? What’s your mean? Of course we go to London by car.” Ujar Angelica.
“Kamu bisa menyetir?” Tanyaku sedikit ragu.
“No. Tapi, kita akan di antar oleh supirku. Ayo, cepat. Hurry Tania.”

Aku mengira aku dan Angelica akan naik kereta, ternyata tidak. Padahal aku ingin naik kereta, sudah lama tidak naik. Aku pun berkemas, membawa perbekalan secukupnya, dan melihat……
“Angelica, are you sure to bring……?” Aku berhenti berkata, karena melihat Angelica membawa koper yang, bisa di bilang banyak dan besar. Padahal aku hanya membawa beberapa baju.
“Of course. Looking for your mom not only one day, minimal need one or two week. So, we must have a lot dress, supplies, and anything we need in London.” Ujar Angelica sambil mengurusi kopernya yang ada, satu, dua, tiga,….. enam? Enam koper?
“Tapi, Angelica. Tidak perlu sampai seperti itu kan? Lagi pula kita akan menginap dimana? Setahuku kau tak punya saudara disana?” Tanyaku sedikit ragu, sambil menambah baju-baju untuk di bawa.
“Bukan saudara, just friend. Aku sudah bilang di pesta kemarin kepada dia. Namanya Jessica. Kata dia, boleh saja kita menginap. Ada banyak kamar. Her house is beautiful, I want to visit her again. Hihihi.” Angelica tertawa kecil. Ah, terkadang aku tak mengerti apa yang dia pikirkan.

Brruumm…..

Sepertinya mobilnya sudah di siapkan. Aku jadi penasaran, mobil Angelica seperti apa. Aku dengar Angelica adalah anak miliyader, tapi orang tuanya bisnis di luar negri. Huh, jadi penasaran.

“Hurry Tania. We must go, now” Teriak Angelica
Ah, sekarang sudah jam delapan kurang sepuluh menit. Memang sekarang harusnya aku berangakat. Dari rumah Anglica hanya butuh waktu 30 menit perjalanan ke kota London. Pokoknya aku pasti akan mencari mama, sekalian bertemu papa dan mengabarkan ini.

I’m coming London.

*~*~*~*~*~*~*~*~*

Setelah beberapa lama, akhirnya sampai di kota London. Hhhmm… jadi kangen. Kami pergi ke rumah temannya Angelica, Jessica. Dari namanya sepertinya anaknya baik. Ah, Jessica sama dengan nama adik temanku? Laila. Ah, bagaimana keadaannya yah? Aku terus memikirkan semua, dari teman-temanku saat smp, sma, hingga sekarang. Bagaimana keadaan mereka yah? Kangen nih, kapan reunian yah?

“Tania, jangan melamun terus. Kita akan sampai di rumahnya Jessica” Suara Angelica mengagetkanku dari lamunanku. Aku pun mulai mempersiapkan diri bertemu temannya Angelica.

Mobil pun di parkirkan tepat di depan pintu rumah Jessica. Rumah putih yang mirip istana. Indah sekali, pantas saja Angelica senang kesini. Aku turun dari mobil, juga Angelica. Kami di sambut oleh para pelayan, nampak seperti kami itu orang penting. Para pelayannya pun menunduk sebagai tanda hormat. Aneh. Di ujung barisan pelayan itu, terdapat tangga yang indah dan terlihat sosok wanita cantik. Sekitar umur 22. Rambutnya cokelat menawan. cantik.

“Angelica, akhirnya kamu datang juga” Ujar wanita itu, sepertinya Jessica.
“Iya, ini temanku Tania. Tania ini Jessica.” Angelica memperkenalkan.
“Tania” Aku mengulurkan tangan, dan di sambut hangat oleh Jessica. “Jessica, nice to meet you” Jessica tersenyum. Senyuman yang indah.
“Nice to meet you too. I’m so glad to meet you.” Ujarku. Kami pun saling tersenyum.
“Oke, dari pada kita disini. Lebih baik kita ke ruang tamu.” Ajak Jessica.
“Hey, Jessica itu berasal dari Indonesia?” Bisikku kepada Angelica. Angelica mengangguk pelan. “Ya, dia berasal dari Jakarta.” Ujarnya.

Aku pun duduk di sofa yang mewah dan aku ceritakan semua masalahku kepada Jessica. Semoga ia bisa membantu.
“Jadi, mamamu menjadi korban kecelakaan itu?” Tanya Jessica.
“Ya, begitulah. Sekarang aku mau bertemu dengan papaku dulu.” Ujarku dengan wajah sedih.
“Namanya siapa? Biar aku bantu cari.” Tawar Jessica.
Aku pun memberi tahu nama papaku. Namanya Anton Suwarto. Mamaku bernama Desy Aisyah. Mungkin saja ada di rumah sakit. Terakhir aku datang ke Inggris, papaku bekerja membuka restoran di jalan Smith 15. Mungkin saja masih ada disana.
“Oke, kalau begitu. Kita akan kesana sekarang. Sekalian makan kalau memang benar papamu membuka restoran. I’m boring with food here” Ujar Jessica.
“Same with you” Tambah Angelica.

Kamipun menuju jalan Smith 15 menuju restoran papa. Terakhir aku ke Inggris itu sudah sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. Mungkin papa sudah sukses usahanya, dan pindah ke tempat lain. Setelah beberapa menit, akhirnya kita sampai di jalan Smith 15. Memang di situ ada restoran. Restoran yang cukup ramai. Mungkin itu restoran papa.

Aku dan yang lainnya pun masuk ke restoran itu. Kami memesan beberapa makanan dan minuman. Aku yang tanpa sadar, langsung menanyakan tentang bos restoran ini ke managernya. Ia bilang, papa sedang pergi berlibur ke Indonesia dan kemarin baru pulang. Tapi, sepertinya mengalami kecelakaan pesawat yang baru saja terjadi. Tapi, yang aku heran. Kenapa aku tak bertemu papa di Indonesia atau di pesawat? Apa papa yang menyelamatkan mama? Aku pun menanyakan alamat papa yang sekarang, untuk saja managernya baik. Aku di beri alamat rumahnya.

“Hey, I get the address.” Ujarku kepada Angelica dan Jessica.
“I want to see” Ujar Jessica dan Angelica secara bersamaan. Mereka menarik secarik kertas dari tanganku yang berisi alamat rumahnya. Tak lama kemudian, ekspresi mereka menjadi murung. Aku tak tahu apa yang terjadi.
“What’s wrong?” Tanyaku penuh penasaran.
“Ah, it’s okey. When we go to your dad’s house?” Tanya Angelica.
“Maybe, tomorrow. Because today, i’m tired. I need to sleep. Okey?” Ujarku
“Okey” Jawab mereka secara bersamaan. Sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu dariku.

Selama perjalanan, muka mereka murung. Walau aku ajak ngobrol atau bercanda, mereka tetap murung. Aku jadi tak mengerti, setelah melihat alamat papa, mereka murung dan seperti ketakutan. Memangnya apa yang salah? Aku bingung.

Sesampainya di rumah Jessica, aku tidur sendiri di kamar yang megah. Angelica bersama Jessica tak jauh dari kamarku. Katanya, Angelica takut di kamar yang terlalu luas. Karena kamarku memang cukup luas. Ya, aku tidak masalah jika tidur sendiri. Memangnya apa salahnya?

Setelah makan malam, aku kembali ke kamar dan istirahat. Aku terlalu capek, setelah aku menemukan alamat papa yang sebenarnya. Semoga besok aku bisa menemui papa.

*~*~*~*~*~*~*

Cahaya kecil, menembus gorden besar di kamarku. Ku kira ada yang iseng, ternyata cahaya matahari. Sedikit flash back tentang kejadian yang baru saja aku alami. Ah, mama ada dimana sekarang, hari ini aku harus menemukan papa. Harusnya aku sudah merencanakan adanya kejadian ini. Tapi, ini kan sudah takdir? Huh, kalau saja papa tidak bercerai dengan mama dan bekerja di Inggris. Pasti tak akan ada kejadian seperti ini.

“Aku rindu papa dan mama, aku rindu keluarga kita dulu.” Gumanku sambil memegang fotoku dan kedua orang tuaku.
“Good morning, Tania. Are you ready?” Tiba-tiba Angelica mengagetkanku. Ia langsung membuka pintu kamar yang tak ku kunci. Ah, hampir saja jantungku copot.
“Ketuk dulu kalau mau masuk, aku kan jadi kaget.” Ujarku sedikit kesal.
“Sorry. Now, you must take a bath, okey?” Ujar Angelica sambil melempar handuk.
“Kenapa terburu-buru?” Tanyaku heran.
“Because I know your dad. He is my father. Sebenarnya ayah tiri. Ayolah, aku juga tak sabar bertemu dengannya. Sebetulnya aku malas bertemu dengan papa. Tapi, karena ada kamu, jadi aku mau. Hehehe” Ujar Angelica sambil mempersiapkan bajuku.
“Heh? Ayah tirimu? How can……” Ucapanku pun terhenti, Angelica segera menutup mulutku. Aku jadi tak mengerti sama sekali.
“Akan ku ceritakan nanti. Sekarang kita ke rumah papa dulu, habis itu ke rumah sakit. Kita akan menanyakan tentang keberadaan mamamu” Ujar Angelica meninggalkanku di kamar sendirian.

Ah, aku menjadi tak mengerti sama sekali. Bagaimana bisa? Papaku menjadi papa tiri Angelica. Memang papa dulu menyukai mamanya Angelica, tapi? Sudahlah, yang penting aku akan bertemu papa sekarang.

*~*~*~*~*~*

“Jadi, kenapa wajah kalian murung saat itu karena ini?” Ujarku. Mereka hanya mengangguk saja. Aku meremas sebuah artikel tentang diri papa, yang bercerita tentang hal yang memalukan. Berita ini memang tidak di publikasikan, hanya orang-orang dari kepolisian saja yang tahu. Kebetulan ayah Jessica, kepala polisi di bagian kota London. Artikel itu bercerita tentang papa yang menjadi tahanan kota karena kejahatannya, yaitu anggota dari mafia Amerika. Kenapa papa yang orang Indonesia bisa jadi mafia?

“Maafkan kami, seharusnya kemarin kami mengatakan ini kepadamu. Jadi, kamu masih mau bertemu dengan papamu?” Tanya Jessica.

Mendengar pertanyaan Jessica membuatku bingung. Di satu sisi aku ingin bertemu dengan papa, tapi kalau tahu papa adalah mafia, niatku terhapuskan. Tapi, aku juga harus mengabari ini ke mama. Bagaimana ini? Ah, rasanya ingin ku putar waktu. Sekarang masih jam delapan. Hawa di luar begitu dingin, mungkin karena musim gugur jadinya seperti ini. Ah, aku harus bagaimana?

“Jadi, bagaimana? Mau?” Tawar Jessica sekali lagi.
“Oke, kita kesana. Aku ingin lihat papaku yang sekarang. Seperti apa ia sekarang. Aku sangat penasaran.
Tak lama kemudian, aku dan yang lainnya sudah berada di mobil. Dengan kecepatan 60km/jam, kami pergi menuju kerumah papa. Dalam perjalanan yang mungkin menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam ini, aku terus melamun. Aku memikirkan apa yang sudah terjadi dan apa yang akan terjadi berikutnya. Mulai dari kecelakaan, mama entah ada di rumah sakit atau tidak, Angelica menjadi saudaraku, dan segalanya. Aku merasa bingung hari ini.

Aku menatap kedua temanku ini, mereka juga murung. Angelica sibuk membaca novelnya, Jessica sibuk mendengarkan music. Ah, aku sibuk dengan pemikiranku sendiri. Aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Ternyata berpikir itu melelahkan.

“Kenapa kalian berdua diam saja?” Ujarku membuka topic pembicaraan.
“Tidak apa, hanya….” Kalimat Angelica terputus.
“Hanya apa?” Tanyaku penasaran.
“Kami takut jika kamu marah kepada kami.” Ujar Jessica.
“Marah untuk apa? Aku tidak marah, tadi aku hanya kesal saja. Maafkan aku yah.” Ujarku. Mereka mengangguk pelan, dan memelukku. “You’re my best friend” Bisikku. Mereka memandangku dan tertawa. Kali ini aku siap bertemu dengan papa. Hanya beberapa menit lagi, aku sampai di rumah papa.

*~*~*~*~*~*~*

Tok,tok,tok
“Hello? Any body home?” Ujarku sembari mengetuk pintu rumah papa. Aku memandang Jessica dan Angelica. Terlihat aura ketakutan. Apalagi Angelica. Sudah 5 tahun ia tak bertemu dengan papa tirinya alias papaku. Ah, aku juga ketakutan.

Kreeett....

“Welcome, miss Tania” Ujar seorang pelayan yang membukakan pintu untukku dan yang lain. Kami pun masuk tanpa basa-basi. Pelayan itu mempersilahkan kami duduk di sofa. Kami di suguhkan teh hangat dan beberapa kue kering. Sambil menunggu, aku meminum teh dan memakan kue itu. Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika aku bertemu dengan papa nanti.

“Tania, kenapa kamu bisa kesini?” Terdengar suara pria paruh baya memanggil namaku. Pria itu baru saja turun dari tangga, terdengar suara hentakan kakinya. Pria berpakaian jas hitam dengan kemeja biru. Biru? Papa suka sekali warna biru. Aku pun segera berdiri saat pria itu datang. Nampak jelas kantung matanya, seperitnya ia kelelahan.

“Apa kamu papaku? Pak Anton?” Tanyaku ragu.
“Ya, Tania. Ini papamu.” Ujar papa. Tanpa ragu, ia mendatangiku dan memelukku. Sebetulnya aku kangen dengan pelukan ini, tapi ada urusan yang lebih penting dari pada hanya berpelukan dan mengobrol santai.
“Papa tau tentang kecelakaan pesawat itu?” Tanyaku membuka topic pembicaraan setelah berpelukan.
“Ya, kecelakaan itu juga menimpa papa. Papa tau, di pesawat itu ada kamu dan mamamu itu.” Ujar papa dengan nada sedih.
“Lalu?” Tanyaku.
“Mamamu ada dirumah ini, kau bisa menemuinya sekarang.” Ujar papa sembari menunjuk salah satu kamar yang berada dekat di ruang tamu.
Tanpa ragu aku berlari menuju kamar itu. Aku membuka pintu itu secara perlahan, dan menemukan mama sedang tertidur pulas. Aku menghampiri mama dan menatapnya dalam. Sepertinya ia sedang bermimpi sangat indah.

Papa, Angelica, dan Jessica pun berlari memasuki kamar. Mereka melihatku memegang tangan mama dan menciuminya, hingga mama terbangun.

“Ah, Tania. Akhirnya kamu dating juga, nak.” Ujar mama saat terbangun dari tidurnya.
“Maaf yah mah, Tania tidak bisa menyelamatkan mama. Mama ingin apa? Akan Tania lakukan” Ujarku. Tak terasa linangan air mata tak terhentikan lagi. Setitik demi setitik jatuh di tangan mama.
“Ah, mama hanya ingin melihat kamu saja kok. Jangan nangis yah, Tania. Tania kan anaknya kuat. Mama tidak apa-apa kok. Ah…” Suara mama kesakitan.
“Tak apa-apa bagaimana? Mama kesakitan. Memangnya papa tak merawat mama?” Tanyaku penuh kecemasan.
“Papamu merawat mama kok. Ia mantan suami yang baik.” Ujar mama
Aku melihat ke arah papa, sepertinya papa masih mencintai mama.
“Oh ya, mama sudah tidak kuat lagi. Impian mama berkumpul lagi sudah terkabul.” Ujar mama dengan wajah tenang. Aku tak membayangkan mama akan berkata seperti itu.
“Mama tak boleh berkata seperti itu. MAMA…..” Teriakku di sela isak tangisku.
“Papa kemarilah.”Ujar mama. Mama masih bisa berwajah tenang di saat-saat keritis seperti ini?
Mama menarik tanganku dan papa yang sudah ada di dekat mama. Mama menyatukan tangan kami.
“Nah, beginilah harusnya keluarga.” Ujar mama. Seketika mama memejamkan mata kembali. Ku kira ia kelelahan, tetapi takdir berkata lain.
“MAMA….. MAMA JANGAN PERGI. MAMA BERJANJI TIDAK AKAN MENINGGALKAN TANIA, MAMA….” Tangisku pecah. Awalnya aku berusaha untuk tegar, tapi kehilangan mama? Menyedihkan.

*~*~*~*~*~*~*~*

Selesai pemakaman, aku di ajak papa kesuatu tempat di rumahnya. Ia menunjukan beberapa fotoku dan mama. Katanya mama senang berada di tempat ini sejak papa merawatnya dari kecelakaan. Ternyata memang benar, jika papa yang menyelamatkan mama di kecelakaan itu. Papa memang ke Indonesia, dan mengunjungi rumah. Tapi, aku dan mama memang sudah pindah dari sana.
Kenapa kemarin aku menyalahkan papa? Ah, entahlah. Tapi, semoga mama tenang di alam sana.

“Tania.” Ujar papa.

Aku berbalik ke arah papa dan melihat papa memegang pistol yang di arahkan kepadaku. Terdengar suara letupan pistol. Sebuah benda kecil yang mematikan menembus jantungku. Aku meringis kesakitan. Tapi, papa hanya melihat.

“Maaf, nak. Kamu harus ikut bersama mamamu.” Ujar papa di tengah sadarku.

Kini aku tahu, kenapa papa menjadi mafia. Ia prikopat. Ah, angin musim gugur memang indah. Daun-daun yang jatuh dari taman kota yang sepi ini memang menyejukan mata. Kematianku di sambut oleh daun-daun musim gugur yang berjatuhan.
Selamat tinggal dunia. Aku tak menyesal mempunyai papa dan mama seperti mereka. Kini aku akan menyusul mama ke alam sana.

Tamat
~*~*~*~*~*~*~*~*~
Maaf yah, ini cerpen tugas. Hehehehe...
Read more...

Sabtu, 09 Januari 2010

Delapan kebohongan seorang ibu

| | 4 komentar


Dalam Hidupnya.Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika
aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah
keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan.
Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil
memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: "Makanlah nak, aku tidak
lapar" __________ KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika
saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap
dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi
untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar
dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk
disamping dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang
yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu
seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan
memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia
berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" __________ KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang
aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu
pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk
ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk
menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari
tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan
gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata
:"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu
tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" __________
KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta
cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah
siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih
menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi
lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera
menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang
dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan
kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh,
aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu
berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" __________ KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah
kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai
ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus
membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin
susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga
yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di
dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah
kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang
begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi
ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu
berkata : "Saya tidak butuh cinta" __________ KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah
aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja,
ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia
rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar
kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan
ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan
mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata: "Saya punya duit" __________
KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun
melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah
universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah
perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji
yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup
di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan
anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" __________ KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah
memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus
dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra
atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku
melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani
operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh
kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku
karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu
menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering.
Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit
sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan
tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan"
---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.


inspirasi
Source: inspirasi

Read more...

Tugas,tugas,tugas.....

| | 0 komentar

Hari ini akan menjadi deadlineku untuk mengerjakan tugas. Tugasnya menumpuk dan menuntut di selesaikan. Petama tugas agama, kedua tugas bahasa indonesia. Kalau agama sih, gampang cuma ngisi 4 bab, dan aku baru selesai 2 bab. Gak sampe 2 bab sih. Mana yang bab 2 disuruh menjelaskan ini dan itu lagi. Hello? Bisa gak yang mudah-mudah aja? Capek tau mikirnya. Tugas gini emang memeras kosa kata. Huh, pengen cepet-cepet beres. Tapi, banyak pelajaran yang dapat kita ambil juga sih. Lumayan tambah-tambah ilmu. Hehehe...


Tapi, masa hujan jam segini? Kalau orang sih bakal di temenin secangkir teh hangat atau kopi. Tapi, kalau aku sih di temani tugas dan lagunya Secondhand Serenade. Suaranya emang rada gak enak. Tapi, liriknya keren. Pake gitar akustik lagi. Keren deh. Nah, walaupun di temani tugas tapi ada gunanya juga lho. Ada bab yang membahas tentang berilmu, jadi orang berilmu itu akan mendapat derajat di mata Allah SWT. Terus, hari kiamat. Ih, ngeri banget. Di jelasin tentang neraka, tanda-tandanya pula. Sekarang tanda-tandanya makin terlihat jelas. Cepet-cepet tobat deh. Soalnya orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, di hari akhir akan di bawa ke suasana nyaman dan tentram. Terus, bisa mencicipi air Surga atau kenikmatan lainnya. Kayanya, eh bukan kayanya tapi pastinya surga tempat terindah, terenak, pokoknya yang ter,ter,ter deh (Tapi bukan yang jelek) yang di tunjukan kepada orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Terus, belajar sifat Qana'ah dan Toleran. Memang bener pelajarannya.

Sekarang tinggal bikin cerpen yang mengharuskan 3000 kata? Huh, capek deh? Hahahhaa.... biar saja lah. Yang penting inspirasi tersalurkan.

Okey deh, segitu dulu. Bingung mau post apa. Bye,bye
Read more...

Jumat, 08 Januari 2010

Dingin?

| | 0 komentar

Kata teman-temanku yang sering smsan sama aku itu, katanya aku itu 'dingin' banget kalau bales sms. Emang 'dingin' itu gimana sih? Menurut aku sih, orang yang dingin waktu ngebales sms itu, yang cuma jawabanya singkat banget. Paling gak, jawabnya "ya" dan "gak". Kadang kata itu juga di singkat jadi gini, "Y" dan "g". Tapi, aku gak pernah dingin kaya gitu kok. Aku kalau smsan juga, emang jawabnya singkat. Tapi padat kok. Aku suka aneh sendiri. Emang sih, pernah sekali temen aku ngetik sms panjang lebar, aku cuman jawab "O.o". Aku emang salah, tapi masa aku dingin sih?


Oke deh, aku males bahas dingin-dinginan. Tapi, kalau ada yang mau kasih pendapat. Komen aja yang tentang katanya aku 'dingin'. Kalau ngebahas dingin kaya gini, ingetnya jadi sama puncak, salju, es, atau kutub utara. Apa ada yang mikir kulkas dan AC? Alah, itu sih gak penting banget. Aku bikin postingan ini cuman mau curhat aja kok. Udah lama gak curhat (baru aja beberapa hari yang lalu)


Tapi, aku jadi mikir lho. Dingin dalam sikap orang. Hhhmm.... aku bahas aja deh. 

Pengertian 'dingin' untuk sikap seseorang itu, bisa bermacam-macam. Misalnya aja, berkepala dingin? Maksudnya bukan kepalanya kalau di pegang dingin, tapi pemikirannya itu jernih, masih berpikir pakai otak sedikit dalam menyelesaikan masalah. Biasanya orang yang berkepala dingin itu, adalah orang-orang yang suka menenangkan suatu masalah. Misalnya aja, kaya panutan kita (muslim). Nabi Muhammad SAW. Beliau dalam menghadapi masalah pasti di atasi dengan kepala yang dingin. Jadi, masalah serumit apapun bisa di selesaikan secara baik-baik. Coba kalau dihadapin pake kepala yang panas? Malah tambah rumit masalahnya.


Terus, dingin juga bisa di katakan cuek, gak peduli dengan sekitarnya. Misalnya aja, orang di ajak ngobrol tapi jawabnya gak niat banget. Walaupun emang dia jawab yang seperlunya aja. Itu bisa di katakan 'dingin' lho. (pengalaman)


Hhhmm.... Dingin juga bisa berati keren, cool, dan semacamnya. Misalnya, ada orang yang cuek tapi ganteng atau cantik. Mukanya juga datar, tapi menunjukan ekspresi yang memang hanya dimiliki sama dia. Bisa juga tuh di kategorikan 'dingin'. Bisa juga, karena mukanya yang 'dingin', jadinya kelihatan keren. 


Ekspresi seseorang  pun ada yang di sebut 'dingin'. Misalnya aja, ada orang yang cerita ke dia. Menurut orang itu sih heboh banget, tapi menurut dia itu biasa aja, dan cuma jawab "oh" (aku banget). Bisa di katakan orang yang dingin juga sih.


Ekspresi atau sifat 'dingin' ini ada untung ruginya lho. Kalau orang berkepala dingin, tentu aja untung. Untung buat dia dan sekitarnya juga. Terus, yang tampangnya 'dingin'? Bisa jadi di kira cool, atau keren. Tapi, kalau misalnya ekpresi dingin? Wah, kalau orang yang gak tahan deket sama orang dingin, bisa-bisa langsung naik darah gara-gara sikapnya. (aku banget, banyak temen-temen aku marah, karena aku sering banget menanggapi omongan mereka dengan 'dingin', bukan santai lho)


Okey deh, segini dulu bahas dinginnya. Kayanya aku jadi bahas istilah dingin deh? Hehehe... gak apa-apa deh. Mungkin aja ada temen-temen yang bingung dengan dingin? Hehhee. Maaf yah, postnya agak gak jelas gitu. Mana pake gambar salju lagi? Hehehehe... Biar kerasa dinginnya aja. 


See you....
Sampai jumpa di post berikutnya.

Read more...

I Love You, My Parents.....

| | 0 komentar


Entah sejak kapan, aku baru menyadari. Bahwa orangtua memang sangat berati dari apapun juga. Mereka adalah panutan kita. Apapun yang mereka lakukan, kita akan lakukan. Bagiku, orangtua sangat berati. Karena tanpa mereka, kita mustahil akan ada.

Entah kalian menyadari atau tidak. Tapi, yang paling mengerti kita adalah orang tua, terutama mama. Kalian sering menganggap sahabat adalah teman di sekolah atau teman di jejaring sosial, padahal kalian bisa menemukannya di rumah.Orang yang selalu ada saat kita membutuhkannya. Yaitu, orang tua.

Pernahkah kalian sadar, bahwa cinta seorang pacar atau teman akan berbanding sangat jauh bila di bandingkan dengan cinta orang tua. Cinta orang tua itu tulus, tanpa pamrih. Coba lihat pacar atau teman, pasti pamrih jika ia berbuat baik. Tapi, orang tua akan rela melakukan apapun hanya untuk kita.

Pernah kalian berpikir, kenapa orang tua selalu memarahi kita walau hanya kesalahan yang kecil. Itu karena mereka khawatir, mereka tak mau kita menjadi anak yang nakal. Berbeda dengan teman atau pacar. Terkadang, mereka menjerumuskan kita ke jalan yang salah.

Pernahkah kalian merasa takut karena orang tua meninggikan suaranya saat kau terluka. Kalian pasti menganggapnya seperti amarah. Mereka marah kepada kita. Tapi, itu semata-mata mereka khawatir tentang keadaa kita. Memangnya teman atau pacar kita akan seperti itu? Mereka akan santai atau dengan suara yang sedikit kasihan melihat kondisi kita, tapi mereka tak akan merawat kita. Tapi, orang tua kita pasti akan merawat kita walau bagaimana pun kondisi kita.

Kalian tahu? Satu tetes air mata yang di keluarkan oleh orangtua kita sama besarnya dengan luasnya samudera. Karena, air mata itu mengekspresikan berbagai bentuk ekspresi. Mulai dari senang, sedih, bangga, bahkan saat terperuk pun mereka tetap akan tersenyum dengan air mata mereka. Jangan pernah biarkan air mata itu jatuh, karena air mata itu sangat berharga.

Sejahat-jahatnya orang tua, mereka tak akan mengajarkan kepada hal yang baik. Jangan pernah kecewakan orang tua kita, walau sampai kapan pun juga. Jadilah kebanggaan mereka. Mereka adalah harta kita yang harus kita jaga.

Original by : Nabilla Ghinza Z.
Tuesday, 8 Januari 2010
19.56 p.m

Read more...

Kamis, 07 Januari 2010

Cute Doll (Part 2)

| | 0 komentar


Aku terus memandang keluar jendela. Termenung, melamun, atau apalah yang membuatku sangat tidak nyaman. Aku melirik kesebelahku, Angelica. Dia masih sibuk dengan kertas-kertas yang berisi desain baju yang ku buat tadi. Aku tak peduli dia suka atau tidak. Tapi, aku akan hancur sebentar lagi.

"Tiffany, kamu kenapa?"
Tiba-tiba Angelica bertanya, aku yang sedari tadi melamun tentang bagaimana hidupku nanti.
"Tidak apa-apa kok, Nona" Jawabku sembari tersenyum.
"Kamu jangan bohong, lebih baik kamu cerita. Oh ya, kamu sedang memikirkan apa dari tadi?" Tanya Angelica cemas.
"Tidak, bukan apa-apa"
"Kau mau tahu kenapa mereka menatap sinis kepada kereta ini, atau saat kamu turun. Mereka menatap sinis dan kaget. Seakan tak percaya. Kau mau tahu?"

Pertanyaan Angelica membuatku kaget. Ku lihat mukanya, begitu sedih. Di sisi lain, aku ingin tahu sejak kapan seperti itu? Tapi, di sisi lain, aku tak mau menyakiti perasaannya karena menanyakan hal itu. Mungkin saja ia akan tertekan dan sedih. Aku harus bagaimana?

"Tiffany?" Suara Angelica mengagetkanku.
"Eh,eh,eh...." Jawabku terbata-bata, aku tak bisa berkata apa-apa.
"Lebih baik kamu tahu apa yang sebenarnya........"

Angelica bercerita panjang lebar tentang kejadian tadi. Entah bagaimana, anak 10 tahun bisa sedewasa ini dalam menyikapi sikap orang-orang tadi. Aku hanya mendengarkan cerita Angelica. Sepertinya kejadiannya sudah bertahun-tahun yang lalu. Sepertinya saat di jaman papa dulu.

Papaku dulu pernah bekerja di perusahaan papanya Angelica. Ya, keluaga Silver memang mengabdi kepada keluarga Smith. Keluarga Smith mengelola berbagai cabang bisnis. Dari bisnis makanan, pakaian, elektronik, automotif, dan banyak lagi. Salah satu perusahaan yang sukses adalah perusahaan boneka yang bernama, Smith doll. Awalnya perusahaan ini memproduksi boneka seperti biasanya yang laris manis di pasar Internasional. Seiring berjalannya waktu, perusahaan mengalami penurunan. Model-modelnya sudah tidak laku lagi. Tiba-tiba papaku, mempunyai ide untuk membuat perusahaan sebagai rumah boneka. Selain itu, papa menyarankan agar seluruh pegawainya memakai baju--baju boneka, rumah produksinya pun di sesuaikan dengan rumah boneka. Dulu, papaku adalah penasehat di perusahaan Om Goerge. Lama kelamaan, perusahaannya kembali berjaya. Dari situlah muncul dan beredar gosip tentang perusahaan Om Goerge ini. Beredar gosip, jika seluruh pegawainya adalah manusia yang dirubah menjadi boneka dengan cara mengganti tubuh manusia yang tidak cocok dengan boneka. Pegawai yang sekarang adalah anak-anak dari pegawai-pegawai yang sebelumnya dan belum pernah di beri tahu tentang ini. Hanya di beri tahu, supaya tidak menyebutkan mereka bekerja dimana.

Ironis gosip itu. Aku jadi kesal gara-gara itu. Aku memang pernah mendengar gosip tentang itu, dan konsekuensi bekerja di perusahaan boneka itu adalah di asingkan, tidak di anggap dan hanya sebagai pajangan, sama seperti boneka. Miris sekali. Aku tak mau hal itu  terjadi. Bagaimana ini?

"Tiffany? Kenapa mukamu pucat?"
"Tak apa."
"Kalau begitu cepat turun , karena kita akan membeli bahan untuk baju-baju yang baru"

Aku pun segera turun dan memasuki toko kain bersama Angelica. Saat bekerja aku memang tak akan memikirkan apapun, aku tak mau mengecewakan Angelica. Angelica memang harus memikul beban yang berat mengelola perusahaan yang penuh dengan gosip itu.

Tak berapa lama, aku dan Angelica membayar kain yang kami borong.  Kami pun pulang ke pabrik atau yang sering di sebut rumah. Selama perjalanan, Angelica terus memainkan boneka keluaran baru. Memang bonekanya sangat lucu. Mirip dengan manusia. Ah, aku jadi teringat soal gosip tadi.

Sesampainya di rumah, aku mulai bekerja lagi. Aku tak ingin di ganggu siapapun. Entahlah, aku terlalu malas untuk berbicara dengan orang-orang. Memang sulit menerima konsekuensi itu. Aku tak tahu, bagaimana nasibku besok.

***********
Hari ini memang cerah sekali. Aku bangun sangat pagi. Entah mengapa aku sudah lupa soal gosip itu. Aku akan terus melangkah walau apa yang terjadi. Hari ini adalah hari yang menyenangkan, karena hari ini aku ada jadwal kuliah. Untung Angelica membuat jadwal kerja, jadi tidak bentrok dengan kuliahku. Aku mengawali ini dengan secangkir kopi di meja makan. Di temani roti tawar panggang. Yummy, enak sekali. Setelah itu, aku bersiap untuk pergi ke kampus. Aku menggunakan sepeda papa yang jadul pergi ke kampus.

Selama perjalanan, aku terus bernyanyi. Aku tak ingin hanya karena kejadian kemarin, aku menjadi putus asa. Untuk apa? Aku masih punya masa depan.

"Tiffany"

Sepertinya seseorang memanggilku, aku memberhentikan sepedaku dan melihat kebelakang. Itu, Eve. Tapi, kenapa ia tak canggung memanggilku? Padahal, mungkin saja orang tuanya menerapkan gosip itu padanya. Ah, entahlah. Aku hanya mengira-ngira saja dari tadi.

"Tiffany, mau bareng ke sekolahnya?" Ajak Eve
"Boleh"

Aku jalan sambil menggiring sepedaku, agar aku bisa berjalan bersebelahan dengan Eve. Aku sedikit berbincang-bincang dengannya. Masalah penndidikan? Politik? Budaya? Pacar? Apapun yang bisa kami bicarakan. Terkadang ia membuat lelucon, yang membuatku terus tertawa.

"Hahahaha... Sudah Eve. Hentikan tingkahmu itu, hahaha" Tawaku.
"Okey, sekarang aku mau tanya sesuatu. Serius nih, boleh?"
"Okey miss funny. Kita serius. Kau mau tanya apa? Silahkan. Akanku jawab pertanyaan apapun yang kau tanyakan, hahaha" Ujarku di iringi tawaku.
"Okey,okey, cukup tertawanya. Nah, aku mau tau. Kamu selama ini menjadi boneka?" Tanya Eve dengan muka polos. Seperti seorang anak kecil yang ingin tahu sesuatu.
Sontak aku kaget, dan...... Ah, aku tak bisa berpikir jernih. Apa yang harus aku jawab. Aku memang benar, Eve menganggap gosip itu benar. Aku mencoba bersikap tenang dan menjawab pertanyaannya.
"Pertanyaan macam apa itu? Konyol. Aku manusia. Kau tak bisa lihat bentuk tubuhku? Kepintaranku?"
"Ah, kamu jangan ke-PD-an dong. Okey, kemarin aku melihatmu keluar dari mobil yang mirip kereta kuda yang kabarnya itu di naiki hanya untuk para boneka. Lalu, kamu turun dengan berpakaian seperti boneka. Dandanannya juga. Sambil memanggil Jessica. Setelah itu, kamu juga di jemput sama pelayan gitu. Makanya aku penasaran." Jelas Eve panjang lebar.
Aku tak tahu harus berkata apa. Entahlah. Apa aku harus berbohong? Atau jujur?

"Okey, kamu penasaran kan? Sebelumnya aku mau tanya sesuatu dulu. Apa kamu percaya dengan gosip itu? Dan akan menjauhiku begitu saja?" Tanyaku dengan penuh keyakinan.
"Hhmmm... tergantung teman-teman saja sih." Jawabnya santai.
"Okey, akan ku jawab. Sebenarnya........"

"Eve"
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar beberapa orang yang memanggil Eve. Sontak aku dan Eve melihat siapa yang memanggil, dan ternyata teman-teman. Oh, kenapa mereka bisa ada disana?

"Eve, kenapa kau bersama 'boneka'?" Tanya Crish.
"Ah, aku tak membawa boneka. Kalian salah lihat kali." Jawab Eve polos.
"Itu, yang di sebelahmu siapa" Tanya Andrea.
"Tiffany" Jawabnya singkat.
"Dia kan 'boneka' yang kemarin kita lihat. Ayo Eve, jangan main boneka. Kau kan sudah besar" Ajak Anthony.
"Tapi,..."
"Sudahlah, ayo Eve" Ajak Gabrelia. Tangan Eve di tarik dan di bawa oleh Gabrelia. Semuanya pun meninggalkanku begitu saja tanpa perasaan. Aku menunduk. Tak ada yang bisa aku perbuat. Eve sempat melirikku sedikit dan berkata 'maaf'. Ah, siapa yang bisa menolongku. Ini semua karena Jessica. Kenapa aku bisa melihatnya kemarin, dan salah Angelica dan papa. Kenapa aku bisa bekerja di tempat seperti itu?

Aku bingung. Tuhan, tolong aku. Mungkin ini awal aku di asingkan. Aku tak mau hidup di asingkan seperti ini. Aku harus bagaimana?

**** Bersambung ****
________________________
 Maaf kalau bersambung lagi. Hehehe....
Tunggu yang selanjutnya yah....
Read more...

Award

| | 7 komentar

Dapet Award dari Selly. MySpace Makasih banyak yah.MySpace . Ini Awardnya


















 





 
 
 
 













 
 












 
 
 




Thanks yah Sellly. Pokoknya saya banyak berterima kasih MySpace



Read more...

Recent Comments

LinkBox

Visitor

My Status

Sedang tidak berminat untuk blogging. Sedang mencari moodnya. :)

Guest Box

Index

Followers