Whuahahhaa.... Hello Friend? How are you? I hope you always fine. Okey, everybody now i would like to talk about English. Hey, can you guess why i choise this title? Hahhaa... Okey, if you dont know, i would like to tell you. So, tadi itu aku pergi keseminar di SMA 1 Cianjur. Rencana awalnya sih pengen ngambil sertifikat. Eh, taunya disuguhin seminar aneh. Awalnya sih aku gak tertarik. Because, i think is very bored. Tapi, setelah aku simak dengan seksama. Thats so fun. I know why English is very important. I know why my mom always ask me in English or talk to me in English. And , i have the answer in seminar. Maybe, my English is so bad. I just learn. English is not my language. But, we have to.
Kenapa harus? Soalnya kata yang diseminar itu Bahasa Inggris adalah bahasa dunia. Minimal, jika kita mau maju, we have to understand English. Sumpah, seminar tadi membuka pikiran aku tentang bahasa Inggris. Yakin 100 %, pembelajaran di sekolah cuma nulis sama baca bahasa Inggris. We rarely speak in English. Is it right? Dan, yakin 100 % lagi itu pasti sangat membosankan. Yes, thats very,very,very bored.
Di seminar itu, kita diajari gimana caranya mempraktekan bahasa Inggris. Kita cuma tau teorinya, tapi gak tau prakteknya. Gimana mau maju? Salah satu caranya sih gampang aja. Kalian pasti dong dengerin musik dari daerah barat? Atau nonton film Hollywood. Munafik banget deh kalau gak pernah. Ya dengan cara itu, secara gak langsung kita belajar bahasa Inggris. Mulai dari mendengar percakapan bahasa Inggris, sampai mempraktekannya (Ya, dengan nyanyi-nyanyi lagu barat.)
Gak bisa diungkiri lagi, Bahas Inggris sangat berperan penting dalam era Globalisasi. Kalau gak bisa atau minimal gak paham Bahasa Inggris, kita bakal ketinggalan jauh sama negara-negara lainnya. Soalnya, satu bahasa aja gak cukup buat jaman era globalisasi. Emangnya orang sana (maksudnya luar negri) ngerti bahasa Indonesia? Mungkin cuma sedikit yang ngerti. Tapi, kalau baha Inggris? Seenggaknya, banyak orang yang ngerti dan paham dengan Bahasa Inggris.
Apalagi bahasa Inggris ini berperan dalam urusan bisnis. Masa mau bisnis ekspor impor sama Amerika atau Jepang, pake bahasa Jawa? Ngerti juga, enggak. Hahahaha..... Gak ding, bercanda. Maksudnya pake bahasa Indonesia. Hehhee... (ada-ada aja nih anak) Yupz, Bahasa Inggris seakan-akan udah jadi standar untuk bersaing dijaman era Globalisasi. Selain bisnis juga, berpengaruh juga saat kita melakukan kontak dengan orang asing dalam dunia maya. Masa mau ngobrol sama orang prancis pake bahasa Sunda? Ah, aneh-aneh aja.
Tapi, sebetulnya gak cukup cuma mempelajari bahasa Inggris. Terkadang orang-orang diluar sana kan gak semuanya ngerti bahasa Inggris. Masih untuk kalau negaranya emang bahasa nasionalnya bahasa Inggris. Coba kalau kaya spanyol, prancis, italia, india, jepang, korsel dan banyak lagi. Seenggaknya kita harus belajar banyak bahasa kan? Kata yang diseminar sih, kunci sukses itu kuasai banyak bahasa. Kalau udah ngerti dengan bahasa, kesananya jadi gampang. Asal kita bisa komunikasi aja. Betul gak?
Oke deh, sekian aja kita bahas-bahas Inggrisnya. Hahaha... Maaf aja yah, kalau di postingan ini banyak campuran bahasa Inggrisnya yang ngaco. Oke deh, pesan terakhir (kaya mau pergi kemana aja) minimal kalian harus bisa bahasa Inggris. Mempelajarinya jangan setengah-setengah, harus sungguh-sungguh. Jangan kaya aku, belajar Bahasa Inggris dan Sunda setengah-setengah. For practice speak in English, we can invite our family to try speak in English, although there're many mistake. We just learn. Ignore grammar, rules when you practice speak English. So, you can free speak in English, without rule and like that. Hhahaha...
Ah, dari pada berlama-lama lagi. Kita usaikan saja pembahasannya saja. Hehhee.... Oh ya, belajar bahasa Inggrisnya yang emang bener-bener bahasa Inggris yang baik dan benar. Jangan bahasa Inggris yang udah di acak-acak, kaya Singlish. Hahhaa.... Sumpah acak-acakan banget. Coba liat disini.Pasti aneh deh liatnya. Hahhahaa... Ya udah deh, cukup sekian bahas-bahasnya. Nanti kalau ada yang baru aku post lagi. See you...
^___^
"Kau tahu ini sudah jam berapa?" Bentak seorang wanita 40-an kepada gadis berumur 17-an. "Aku tahu. Ini kan masih jam 8?" Ujarnya santai.
"NAULA SAFIKA. Kamu tahu, sebagai anak gadis kau tidak boleh pulang lewat dari magrib?"
"Aku tahu. Tapi, aku sudah bilang kepada mama. Aku sudah sms. Aku kan bukan kelayapan kaya Kak Nia. Aku kerja kelompok, Ma." Alasan gadis yang bernama Naula Safika, alias Ika.
"Jaga ucapan kamu. Kak Nia bukan kelayapan, dia kuliah. Kau tahu itu?"
"Tahu. Ah sudahlah Mah, aku mau makan dulu. Atau aku tidak boleh makan. Ya sudah aku langsung tidur saja. Selamat Malam, Ma." Ujarnya lalu meninggalkan mamanya didepan pintu rumah. Mamanya hanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan anaknya.
Ika menghempaskan badannya yang lelah setelah seharian kerja kelompok di kasur empuknya. Kenapa cuma Kak Nia yang boleh kelayapan? Batin Ika. Ika memang tidak pernah mengerti. Ia kini berusia 17 tahun, sedang kakaknya 18 tahun. Tapi, kakaknya sekarang udah kuliah. Walau dengan hati tidak ikhlas, ia memang tahu kakaknya itu sangatlah cerdas, bahkan jenius. Tapi, apa hanya dengan kelebihan jenius itulah kakanya lebih dibanggakan dari pada adiknya. Ini adalah konflik klasik, dimana adiknya ingin melebihi kakanya yang super duper perfect. Bayangkan aja, udah jenius, tinggi 175 cm, bermuka indo, rambut terurai panjang, dan kulit putih. Betapa sempurnanya kakak Ika?
Sedangkan Ika? Ia boleh dikatakan bermuka indo dan kulit putih, berambut pendek dan tingginya 165 cm. Kelebihan yang ia miliki? Nyanyi, main alat musik apa saja, mulai tradisional sampai modern. Pintar? Tentu, ia salah satu murid teladan di sekolahnya. Tapi, itu semua belum cukup untuk menepis rasa irinya kepada kakaknya itu. Hampir semua yang ia kerjakan disamakan oleh kakaknya. Bikin kesel aja kan?
Ah, ngapain aku pikirin kakak? Mending mikirin diri sendiri aja, batin Ika. Kini ia terlelap dialam mimpinya.
~~~~~~~
"Ikkaaaa..." Panggil teman Ika, bernama Reva. Ika menoleh dan mendapati Reva yang berlarian membawa segerombol anak-anak yang entah dari mana asalnya. Reva berhenti tepat dihadapan Ika, diikuti teman-teman yang lainnya.
"Ika, gue mau minta tolong. Boleh gak?" Tanya Reva.
"Apaan? Cepetan gue mau ke perpus."
"Kita-kita mau ngundang kakak lo tampil dipensi. Kakak lo kan pinter nyanyi terus baca puisi. Nah, kita minta tolong, lo undang dia yah. Acaranya hari Minggu. Plisss.." Ujar Reva dengan tampang memohon.
"Bilang aja sendiri, gue males." Jawab Ika acuh.
"Ayolah, lo kan adenya. Tolong bilangin yah?"
"Ya." Ujar Ika datar. Ika kembali meneruskan langkahnya ke perpus, sementara Reva dkk pergi keruang seni.
Kenapa harus kak Nia sih? Kenapa gak gue? Nyanyi, gue bisa. Baca puisi, gue gak kalah sama dia. Apa bedanya sih gue sama dia?, Batin Ika. Ika makin tidak mengerti apa perbedaannya dengan kakaknya itu. Kenapa semua orang lebih milih kakaknya dari pada dia? Itulah yang tidak pernah di mengerti Ika.
Ika berjalan terburu-buru hingga menabrak seseorang.
"Auuww..." Ringis Ika.
"Eh,eh,eh, Sorry. Sorry, gue gak liat. Sini gue bantu lo berdiri." Ujar orang yang ditabrak atau nabrak Ika itu. Ika menerima uluran tangannya. Ia membersihkan roknya.
"Thanks yah. Maaf, gue nabrak lo. Sorry." Ujar Ika masih membersihkan roknya.
"Gak apa-apa." Ujar orang yang nabrak. Ika pun mengangkat kepalanya, bermaksud mengucapkan terima kasih sekali lagi.
"Revan? Maulana Revano?" Ujarnya tergagap.
"Gak usah lengkap-lengkap banget kali. Panggil aja Revan. Lo Ika yah?" Ujar cowo bernama Revan itu.
"Eh,eh,eh, iya. Gue Ika. Thanks before." Rona merah mulai memenuhi pipi Ika.
"Masama. Eh, gue duluan yah." Ujar Revan lalu tersenyum. Kemudian Revan meninggalkannya mematung. Ika bermaksud meneruskan perjalanannya yang tertunda.
"Eh, Ika." Panggil Revan setelah berjalan beberapa langkah. Ika berbalik dan mendapati Revan melihat tajam kearahnya.
"Gue bisa tau nomor hape lo gak?" Tanya Revan tiba-tiba. Seketika jantung Ika pun mendadak copot, untung bisa dipasang lagi.
"Tapi, buat apa yah minta nomor hape?" Tanya Ika ragu-ragu. Soalnya dia gak mau ngasih nomor hape ke orang yang baru aja ditemuinnya. Kaya Revan gini nih.
"Lo ikut acara pensi kan? Gue ketua koordinatornya. Gue cuma mau kontakan sama anak-anak yang ikut pensi." Jawab Revan. Revan pun menghampiri Ika dan mengeluarkan hand phonenya dari sakunya. Ika menyebutkan nomor hapenya. Dengan sigap Revan mengetiknya dan menyimpannya di kontaknya.
"Thanks yah. Nanti kalau ada kabar gue hubungi lo deh. Ya udah deh, gue duluan yah." Ujar Revan. Kali ini Revan memang benar-benar pergi. Ika masih mematung disana. Ia tak percaya dengan hal yang baru saja terjadi.
"Ika. Lo kenapa?" Ujar seorang cewek menepuk pundaknya tiba-tiba.
"Eh, Ifi. Gue? Gue gak apa-apa kok. Udah yuk. Eh, lo mau ke perpus kan? Bareng yuk." Ujar Ika mengalihkan perhatian.
"Gue sih ayuk aja." Ujar Ifi berjalan menjajari langkah kaki Ika yang terburu-buru. Walau alasannya buat pensi, tapi gue seneng banget, batin Ika. Berpikir seperti itu, Ika jadi senyum-senyum sendiri. Sementara Ifi, hanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan teman baiknya itu.
~~~~~~~~
Nia atau Wulania Putri berjalan sepanjang koridor kampusnya. Nia mengambil falkutas kedokteran di salah satu universitas negri di Jakarta. Nia berjalan atau lebih tepatnya berlari dengan terburu-buru, hingga banyak orang yang tertabrak olehnya.
"Aduh Sorry yah. Sorry banget. Eh, maaf. Aduh gue sial banget hari ini." Ujar Nia ditengah perjalannya dari WC yang jauhnya amit-amit ke ruang dosen. Sesampainya di depan ruang dosen, Nia membetulkan dulu dandannya dan baru melangkah masuk ke ruangan itu. Nia mengetuk pintu, dan pintu pun dibukanya.
"Ada apa Pak memanggil saya?" Tanya Nia ketika menutup pintunya. Ia melihat pria kurus memakai kemeja garis-garis duduk dibalik meja itu.
"Nia, saya mau minta tolong. Tolong beri tahu teman-temanmu untuk segera mengumpulkan makalah mereka. Bapak jadi tidak bisa menilainya." Ujar Pak Anton.
"Tapi, Pak. Tugas itu baru dikumpulkan minggu depan, Pak." Ujar Nia hati-hati.
"Benarkah? Oh kalau begitu kamu boleh keluar sekarang." Ujar Pak Anton dan melempar senyum terindahnya. Nia hanya menghela nafas panjang dan keluar dari ruangan itu. Sial amat sih gue. Aduh, harusnya kan umur segini gue masih SMA, kok gue udah kuliah sih. Nasib gue apes banget sih, gerutu Nia dalam hati. Tiba-tiba, tubuh Nia serasa copot semua. Pusing, mual, dan sepertinya berbagai penyakit menimpa dirinya.
"Eh, Nia." Ujar temannya sambil menopang tubuh Nia yang hampir jatuh. Nia hanya memegang kepalanya yang sedari tadi pusing. OMG, jangan sekarang, batin Nia.
~~~~~~
"Ika pulang. Kak Nia ada gak, Mah?" Ujar Ika ketika memasuki pintu rumahnya. Ika celingak-celinguk mencari mamanya. Karena tumben-tumbenan mama gak menyambut Ika pulang. Ika pun berjalan menuju dapur, siapa tau mamanya sedang asik masak jadi gak denger Ika pulang.
"Maaa...." Panggil Ika. Ika makin heran saja ketika didapur tidak mendapatkan mamanya disana. Ika pun melihat secarik kertas yang tertempel dikulkasnya. Ia membacanya dengan hati-hati, lalu melirik kearah meja makan. Setelah melirik, ia membaca kembali lanjutan isi kertas itu.
"Gak mungkin. Sekarang bukan ultah gue kan?" Ujar Ika dengan nada tak percaya. Ia sendiri tak sadar bahwa ia hanya seorang diri disana dan tak mungkin ada yang menjawab pertanyaanya. Ika mengambil hapenya dan meng-sms mama dan papanya. Beberapa menit kemudian, sms itu dibalas. Ika secepat kilat berlari dari rumahnya dan menyetop taksi di depan rumahnya.
"Rumah Sakit, Pak." Ujar Ika memberi tahu tempat tujuannya. Supir taksi itu menurut dan menjalankan mobilnya ke rumah sakit. Rumah Sakit yang ada di sekitar situ memang hanya satu. Jadi, supirnya pun pasti tahu maksud rumah sakit itu. Ika duduk di jok belakang. Ia terlihat panik dan cemas.
"Pak jalannya cepet yah." Ujar Ika sekali lagi kepada sang supir. Aduh, mama kok gak ngasih tau aku dulu sih?, batin Ika. Ika hanya bisa harap-harap cemas sampai ke rumah sakit.
~~~~~~
"Wulania Putri." Ujar Ika kebagian pendaftaran.
"Tunggu sebentar yah." Ujar perawat itu. Ia mengetikan sebuah nama. Lalu muncul sebuah data.
"Paviliun Kamboja, ruangan 13." Ujarnya kembali. Buset deh, sial amat tuh orang, batin Ika.
"Makasih mbak." Ujar Ika melempar senyuman dan mencari-cari paviliun Kamboja, ruangan 13. Karena tadi tidak sempat menanyakan dimana letak paviliun Kamboja, Ika sempat nyasar dulu ke paviliun Anggrek. Akhirnya dengan bantuan suster yang baik hati, Ika sampai di tujuan yang dimaksud.
Ika menghela nafas sejenak. Serasa sudah siap, ia memegang gagang pintu ruangan itu. Dibukanya pelan-pelan, dan melihat kesekitar.
"Ika, kamu dateng? Kakak kira kamu gak akan dateng." Suara yang sudah tak asing lagi di telinga Ika, suara yang selalu ramah jika memanggil namanya.
"Yaiyalah, Ika mau makan apa dirumah. Jadi mendingan kesini." Ujar Ika acuh tak acuh. Sebenarnya, Ika mengkhawatirkan keadaan kakaknya yang di benci. Siapa lagi kalau bukan kak Nia?
"Kan udah mama siapin di atas meja." Ujar mama. Ika hanya nyengir kuda mendengar mamanya berkata seperti itu.
"Aaahh... Papa tau. Ika kangen yah sama Nia.Hahaha.." Tawa papa Ika. Ika hanya cemberut mendengar itu. Berbeda dengan Ika, Nia hanya tersenyum kecil.
"Kak Nia udah baikan kan? Ya udah deh, Ika pulang aja. Capek-capek deh Ika kesini." Ujar Ika hendak pulang.
"Jangan, Ka. Temenin kakak disini. Kasian mama sama papa kayanya capek banget. Ya Ka?" Pinta Kak Nia. Ika terlihat berpikir, sebelum akhirnya mengangguk.
"Oke deh, mama sama papa pulang aja deh. Nia udah ada pengawal disini." Ujar Nia mengusir orang tuanya.
"Oh, ngusir nih ceritanya. Ya udah deh Pa, kita tinggalin aja anak ini sama pengawalnya. Ika, mama sama papa pulang duluan yah. Dah sayang." Ujar mama mengecup kening Ika dan Nia, lalu menarik tangan Papa Nia dan Ika keluar.
Kini tinggal Ika dan Nia yang ada disana. Mereka tidak tahu ingin berkata apa. Karena pada dasarnya, mereka memang jarang sekali berbicara. Ika seakan-akan membuat benteng diantara dia dan kakaknya.
"Kak Nia, kalau udah sembuh kakak bisa ikut acara pensi Ika gak nanti?" Ujar Ika sekaligus membuka pembicaraan antara kakak adik ini. Nia sedikit heran, tapi ia tetap tersenyum.
"Tentu. Kenapa tidak?" Jawabnya. Ika hanya menghela nafas panjang. Ia sepertinya tidak tahu mau berkata apalagi.
"Kapan acaranya?" Tanya Nia lagi.
"Minggu depan mungkin. Entahlah. Ika bukan pengurus pensi." Ujar Ika acuh tak acuh.
"Hmm... Kenapa tidak minta tolong kamu? kamu kan berbakat?" Tanya Nia sekali lagi.
"Kak Nia lebih berbakat." Ujar Ika datar. Nia hanya menghela nafas panjang dan melihat keluar jendela.
"Ika, kau itu seperti pelangi." Guman Nia pelan. "Apa kak?" Ujar Ika tiba-tiba. Sepertinya Ika mendengar sedikit apa yang diucapkan Nia. Nia melirik kearah Ika lalu menunjuk sesuatu diluar jendela rumah sakit.
"Kamu seperti pelangi." Ujarnya pelan. Pelaaann.... sekali, hingga dikira ia berbicara sendiri.
"Maksud kakak?" Tanya Ika sekali lagi. Ia melihat dengan seksama pelangi yang menerangkan awan yang gelap. Memang tadi sempat hujan. Tapi, jarang-jarang sekali ada pelangi. Apalagi di daerah sini.
Kakaknya itu hanya tersenyum dan mulai bercerita kepada adik tersayangnya.
~~~~~
"Kenapa kakak berpikir seperti itu? Dan, kenapa kakak cerita semuanya itu padaku?" Ujar Ika setelah selesai mendengar kakaknya bercerita. Ternyata, dibalik senyumnya yang indah, kakaknya itu menyimpan rahasia yang besar. Kalau di CIA atau FBI sih (pengalaman Ika nonton film action), rahasia kakaknya bisa masuk jajaran TOP SECRET. Lagi dan lagi, kakaknya itu hanya tersenyum kecut. Tapi, gak sekecut cuka. Masih ada manisnya.
"Udah seharusnya kamu tahu yang sebenarnya. Memangnya kakak tahan kalau terus seperti ini?" Nia balik bertanya. Ika hanya diam seribu bahasa. Tentu saja ia tidak bisa menjawab pertanyaan kakaknya itu. Setelah tahu rahasia kakaknya. Jika ia belum tahu, tentu saja ia akan berkata, "GAK PEDULI." dan membanting pintu ruangan itu.
Kini Ika hanya termenung saja, ia melihat keluar jendela tapi pelangi itu sudah tidak ada.
"Kau memang benar-benar seperti pelangi." Ujar Nia lirih. Matanya mengikuti arah mata Ika yang melihat keluar jendela.
"Kamu menampakan dirimu ketika semuanya menjadi gelap. Sesaat, kau buat orang-orang bahagia. Sesara cukup, kau pergi entah kemana." Ujarnya kembali. Ika hanya termenung kembali. Apa benar aku begitu? Batin Ika.
"Yaa... walau kau tak menyadarinya. Percayalah, suatu saat kau akan menyadari. Betapa kamu seperti pelangi." Ujar Nia sekali lagi. Ika tidak tahu mau berbicara apa, akhirnya memilih keluar ruangan dan pulang.
"Kak, aku pulang dulu yah. Nanti Reno bakal nemenin kakak. Selamat malam, Kak." Pamit Ika. Tanpa menunggu jawaban dari kakaknya. Ika nyelonong pulang dan tak mengucap satu patah kata pun lagi.
~~~~~~
Ika berjalan cepat menuju aula sekolahnya. Rencananya aulanya itu akan dijadikan tempat bazar karena tempatnya berdekatan dengan lapangan yang rencananya lagi disiapkan untuk pensi nanti. Ika celingak-celinguk mencari seseorang ditengah kerumunan orang-orang yang sedang memasang dekorasi disana-sini. Ah itu dia, batin Ika. Ika berjalan cepat melewati beberapa anak-anak yang sedang sibuk menuju panggung untuk pensi.
"Hai, Revan. Gue ganggu gak?" Ujar Ika membuka percakapan. Gak usah ditanya lagi kenapa Ika nanya seperti itu. Sudah bisa diliat jelas, Revan sedang sibuk menyuruh ini dan itu. Malah nanya ganggu enggak. Aneh banget kan?
"Sebentar yah, Ka. Eh, kalau lo mau ngasih tau kakak lo ikut pensi atau gak, lo mendingan langsung aja kebagian pendaftaran. Mereka ada diruang osis." Ujar Revan sambil memindahkan barang-barang yang gak jelas. Maksud hati sih bukan mau ngomongin itu, tapi kayanya dia ganggu jadi terpaksa deh dia berjalan menuju ruang osis.
Sesampainya di ruang osis, kesibukannya sama seperti di aula dan lapangan. Semuanya kayanya lagi super sibuk.
"Ika, ngapain lo kesini? Eh, gimana? Kakak lo mau tampil kan?" Cerocos Reva sebelum Ika menyatakan maksud dan tujuan datang keruangan super sibuk itu.
"Iya." Ujar Ika datar. Hanya dengan jawaban sedatar itu, membuat Reva joget-joget sendiri dan meneriaki teman-temannya bahwa Kak Nia akan datang diacara pensi tersebut. Mirip habis menang lotre. Ika hanya geleng-geleng kepala, lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu.
Ika berjalan menuju perpustakaan yang keliatannya sepi. Mungkin ia bisa menenangkan diri setelah apa yang terjadi di rumah sakit tempo hari. Baca buku mungkin menghilangkan kepenatan gadis itu.
Sesampainya diperpus, Ika langsung memilih-milih buku dibagia sastra.
"Adauw..." Ujar Ika ketika mencari buku. Sepertinya ia tertabak sesuatu. Saat melihat apa yang ditabraknya, ia melihat Ifi ada disana.
"Ifi? Ngapain lo disini?" Tanya Ika keheranan. Ifi hanya mengusap-ngusap kepalanya lalu menunjukan buku yang baru saja ia ambil. Ika mengamati buku yang di pegang Ifi itu. Buku itu.... batin Ika.
"Lo pasti bertanya-tanya, kenapa gue bisa dapet buku ini." Ujar Iki memecah keheningan perpus.
"Ini Novel lo kan? Gue tau inti novel ini, Ka. Lo mau nyembunyiin masalah lo dari gue sama Reva?" Ujar Ifi meneruskan kata-kata Ika yang ada didalam hatinya.
"So? Kalau lo tau, lo mau apa?" Ujar Ika akhirnya menyerah dan duduk di sofa tak jauh dari tempatnya tadi berada.
"Gue udah baca. Kenapa lo sebegitu benci sama Kak Nia?" Ujar Ifi akhirnya. Ika tak menjawab.
"Ka, gue tau. Lo anggap Kak Nia itu penghancur hidup lo. Lo anggap Kak Nia penghalang dikehidupan SMA lo. Tapi, lo nyumpahin Kak Nia sakit dibuku lo ini?" Ujar Ifi menyodorkan buku itu. Ika hanya diam seribu bahasa.
"Jawab, Ka. Kenapa lo diem terus sih?" Tanya Ifi cemas. Sejak tadi pertanyaannya tidak dianggap oleh Ika. Sejenak kesunyian menyergap tempat itu. Ika mengambil buku itu, ia membuka halaman demi halaman.
"Gue emang gak pernah suka sama Kak Nia, tapi gue gak pernah punya niatan nyumpahin Kak Nia sakit hepatitis dan tumor sebelumnya. Itu emang penyakit Kak Nia. Dibuku gue juga, gue sebutin gitu kan? Terus, buku ini cuma buku pertama. Lo belum baca buku keduanya kan?" Ika menjawab pertanyaan Ifi. Sejenak Ifi membaca beberapa baris kalimat dibuku itu. Memang benar, disini disebutkan sama seperti yang disebutkan Ika tadi.
Tanpa menunggu lama lagi, Ika berdiri dan meninggalkan Ifi sendirian disana.
~~~~~~
Sebentar lagi pembukaan acara pensi akan segera dimulai. Semua anak-anak telah mempersiapkan diri. Stan-stan pun telah dibuka sejak pukul 07.00. Acaranya memang akan dibukan tepat pukul 08.00, jika tak ada halangan. Tepat jam 8, acara pun dimulai. Semuanya berjalan sesuai dengan semestinya. Tidak ada kesalahan sedikit pun. Semuanya lancar. Tapi, di akhir acara ada kesalahan fatal.
"Ika? Kakak lo mana?" Ujar Reva harap-harap cemas. Pasalnya, ia berencana akan duet dengan kakaknya Ika. Ika hanya mengangkat bahunya. Reva pun menjadi geram dengan sikap Ika yang sejak tadi memang sudah mengesalkan.
"Lo ngajak ribut yah? Lo bilang kakak lo dateng bentar lagi? Ini udah lewat dari 1 jam, Ka." Ujar Reva cemas.
"Gue gak tau. Lo kira gue pengasuhnya." Ujar Ika cuek bebek. Makin menjengkelkan saja anak ini. Ingin rasanya Reva pukul dia. Untung saja, stok kesabaran Reva masih banyak.
"Tuh, KAK NIA." Teriak salah seorang panitia dipintu masuk panggung belakang. Akhirnya orang yang ditunggu dateng juga. Sembari mengucap maaf kepada adik-adik kelasnya ini, Nia pun segera tampil diatas panggung. Ika hanya melihat Nia dari belakang. Mungkin karena bosan, ia pun akhirnya pergi meninggalkan tempat itu. Terdengar bisik-bisik tak enak selama ia pergi keluar. Intinya, Ika berbeda jauh dengan Nia. Kalau saja kalian tahu TOP SECRETnya Kak Nia, batin Ika.
"Lagu ini khusus saya persembahkan buat seseorang yang spesial dihati saya. Saya gak mau dia pergi. Dia harus ada disini Seharusnya lagu ini dia yang nyanyikan untuk saya. Tapi, sudahlah. Ini lagunya..."
Ujar Nia diatas panggung. Sudah mulai sore, rintik hujan pun mulai turun.
"I always needed time on my own
I never thought I'd need you there when I cry
And the days feel like years when I'm alone
And the bed where you lie is made up on your side
When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now?
When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear to always get me through
The day and make it ok
I miss you
I've never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you, I love the things that you do
When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now?
When you're gone
The pieces of my heart are missing you
And when you're gone
The face I came to know is missing too
And when you're gone
The words I need to hear to always get me through
The day and make it ok
I miss you
We were made for each other
Out here forever
I know we were, yeah
And all I ever wanted was for you to know
Everything I'd do, I'd give my heart and soul
I can hardly breathe I need to feel you here with me, yeah"
Hujan sudah mengguyur lapangan sekolah Ika itu. Semua orang yang tadinya ada di dekat panggung mulai menjauhi ketempat yang teduh. Nia berhenti sesaat ketika menyanyikan lagu itu. Hanya satu orang yang berdiri disana melihat kearah Nia. Yups, siapa lagi kalau bukan Naula Safika, atau sebut saja Ika. Ika pun bernyanyi bersama dengan Nia.
"When you're gone
The pieces of my heart are missing you
And when you're gone
The face I came to know is missing too
And when you're gone
All the words I need to hear will always get me through
The day and make it ok...."
Sebelum lagu itu benar-benar berakhir, tiba-tiba saja tubuh Nia jatuh pingsan dipanggung itu. Semua orang termasuk Ika, langsung mendekati Nia yang tak sadarkan diri. Ika menyuruh teman-temannya memanggil ambulans, sementara Ika duduk disamping Nia.
"Kakak, jangan pergi kak." Isak tangis Ika pecah. Melihat kakaknya tak berdaya ditengah-tengah panggung itu. Ika tak bisa apa-apa lagi. Ia sempat melihat Nia tersenyum kecil. "Jadilah pelangi." Begitulah kata-kata terakhir dari Nia sebelum ia benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya.
"KAK NIA... JANGAN PERGI.." Teriak Ika. Walau begitu, Nia tak mungkin mendengar teriakan Ika lagi. Sebelum akhirnya Ika menjadi gila karena telah ditinggalkan kakak yang paling dibencinya, Ika mengambil mikrofonnya dan dengan tangis yang ditahan-tahan. Ia mengatakan....
"I miss you...."
Itulah lirik terakhir lagu Avril Lavinge yang berjudul When You're Gone. Betapa sakit hatinya Ika menyanyikan lirik terakhir dihadapan mayat kakaknya. Deruan tepuk tangan pun membanjiri sekolah itu. Semuanya tepuk tangan dan mengeluarkan air matanya. Yaaa.. Ika telah menjadi pelangi, sama seperti kata kakaknya.
~~~~~~
Yap, sudah 1 tahun setelah kematian Wulania Putri, alias Nia. Jika Nia masih hidup, mungkin sekarang ia berumur 19 tahun. Nama Nia akan terus selalu diingat oleh Naula Safika alias Ika alias adik Nia itu. Tepat pada hari ini, Nia pergi untuk selamanya. Kini nama Nia hanyalah kenangan yang diukir diatas batu nisan. Tempat sekarang Ika berada disamping batu itu.
"Kak Nia."
"Ternyata kakak benar, kakak pantas sirik padaku."
"Kakak juga benar, bahwa aku adalah pelangi."
"Kak, coba kakak masih ada."
"Kakak akan lihat aku yang sekarang ini."
"Aku mungkin tak secerah bintang."
"Ya, bintang seperti kakak."
"Tapi aku yakin."
"Aku pasti seindah pelangi."
"Sama seperti kata kakak."
Ika menangis setelah mengucapkan itu. Ia menaburi makam kakaknya itu dengan bunga-bunga. Seseorang memegang pundak Ika. Yupz, seseorang itu adalah cowok Ika. Tak lain dan tak bukan adalah Revan.
"Yuk ah, Ka. Kita pulang. Biarain Kak Nia istirahat dulu. hehhee.." Canda Revan.
"Sialan lo, Van. Kak Reno marah lho." Cubit Ika.
"Adauw... Udah ah. Sekarang kita kestudio. Terus, ke toko buku. Buat ngasih tanda tangan kamu yang gak penting ke fans-fans kamu itu." Ejek Revan.
"Yeee... Sirik-sirik. hahaha.." Kini Ika tertawa. Dulu, Ika jarang sekali tertawa. Tapi, kini ia bisa tertawa lepas.
"Eh, lo tau gak judul novel gue?" Tanya Ika didalam mobil. Kini Ika bergegas menuju studio musiknya. Selain jadi pencipta lagu, ia merangkap menjadi menejer bandnya Revan.
"Enggak."
"Mau tau gak?"
"Gak penting." Alhasil, Revan mendapat cubitan dari Ika karena berkata seperti itu.
"Aduh, ampun deh. Iya apa?"
"Seperti Pelangi."
Kyaaa.. *histeris* akhirnya ngepost lagi. Wkwkwkwkwk... Oke deh, gak banyak cincong dan bacot lagi. Nih salah satu postingan saya yang lebay. *bukannya yang lain lebay?*
Oke, kalau diliat dari kata-katanya judul diatas. Kayanya terlalu bijaksana lebay. Oke deh, seperti kata-kata yang sebelumnya, saya gak akan banyak cincong dan bacot *tapi masih ngebacot terus*
Show me the meaning of being lonely. Tau artinya kan? Kalau mau diartiin satu-satu jadi kaya gini :
Show : Tunjukan
Me : Saya
Meaning : Maksud/arti
of : dari
Being : menjadi
Lonely : Sepi
Nah itu arti kata per kata. Kalau arti langsungnya, tunjukan saya arti kesepian. Hehhee... Oke deh, pertanyaan yang wajib sunah dijawab. Apa kamu pernah kesepian, dan bertanya-tanya kenapa bisa kesepian? Ah, sebenarnya itu pertanyaan yang sangat-amat klasik. Tau kenapa? Karena setiap orang lagi sendiri, atau gak ada teman, dia akan bertanya-tanya dalam diri "Kenapa aku sendiri?" Klasik banget? Basi kan? Coba ganti pertanyaannya, "Kok bisa sih aku sendiri?" Hahaha... Pertanyaannya ngaco. Jangan di tanggap yah. Oceeee???
Kesepian itu dimana kita sedang merasa sendiri tanpa ada yang menemani. Bukan cuma di tempat yang sunyi, gelap, dan mencengkam. Di tempat ramai juga kadang kita merasa sendiri atau kesepian. Kenapa sih kita bisa merasa kesepian? Satu jawaban, karena otak kita memprogram bahwa kita sedang sendiri dan kesepian. Padahal kalau otak kita memprogram kita gak kesepian, kita gak sendiri. Kita gak akan yang namanya merasa sepi. Coba deh.
Sebetulnya merasa kesepian itu adalah sifat alamiah manusia. Ada suatu waktu manusia merasa dirinya selalu bersama orang lain. Jadi tidak sendiri. Atau walau tanpa ada orang lain disisinya, manusia bisa saja merasa tida kesepian. Karena memikirkan hal-hal yang berguna. Tapi, kadang kita merasa kesepian di tengah banyak orang. Kenapa? Sama seperti jawaban di atas. Tapi, ada hal yang mendasar kita merasa kesepian di tengah keramaian. Tidak ada orang yang menemani. Tidak ada orang yang dikenal. Walaupun kenal, tapi gak terlalu dekat. Pasti rasa sepi itu masih ada kan?
Oh ya, selain itu tempat-tempat dimana suka merasa kesepian itu. Ada banyak ternyata. Hehehe... *baru nyadar* Tempatnya kaya di kamar, rumah, sekolah, taman, bahkan mall. Hebat yah? Tapi memang, rasa sepi itu gak mandang dimana kita berada. Jika kita memang merasa kesepian, itu memang sudah takdirnya.
Oh ya, pada nyadar gak? Judul postingan saya kaya mirip suatu lagu. Hayo,hayo,hayo. Tebak dong. hahaha.. oke deh, kalau penasaran aku kasih tau aja.
Itu memang judul lagu, lagu yang di bawakan oleh Backstrett Boys. Kelompok Musik yang *katanya* paling laris didunia. Dengerin deh lagunya, keren. Aku tidak menyediakan videonya, soalnya males. Hehehe...
Kyaaa... Curhat lagi nih. Sepertinya aku akan terus ngepost malam-malam begini. Karena, siangnya aku harus baca buku pelajaran novel. Seperti biasa Blogger, sebelumnya aku nyapa dulu dong sama blogger. Masa membuka postingan tapi gak pake "say hay" dulu sih? Malu dong? hahaha.. Gak nyambung yah? Ya udah deh, apa kabar nih? Semoga sehat selalu. Dalam kesempatan kali ini, saya akan bercerita tentang hari-hari yang terjadi akhir-akhir ini.
Entah angin apa yang membawa aku untuk memposting ini, tapi sepertinya harus sih. Soalnya, dalam post sebelumnya sudah saya umumkan kan? *kalau gak salah sih udah* Bahwa saya masuk 5 besar lomba biologi. Bangga? Tentu dong. Saya tidak pernah *catat, gak pernah* berharap masuk 5 besar. Sepertinya karena doa ku yang seperti ini "Semoga gak masuk 5 besar." Tapi doanya gak mujarab, alhasil aku masuk dan telah di uji ulang. Akhirnya bertahan di posisi 5.
Pengalaman biologi ini, sepertinya berlanjut ke speech contest yang baru saja di lakukan tadi siang. Sumpah, waktu aku speech, aku nervous banget. Aku gak berharap untuk menang. Setelah speech 18 peserta, juri memutuskan untuk memilih top 5. Dan, entah ada angin atau badai apa, aku kepilih lagi. Aneh kan? Padahal yang lain aja masih bagus dari aku. Ckckckck... Sampai akhirnya, finalnya aku mendapat posisi 4. Gak masuk 3 besar, tapi segitu juga udah bangga lah. Lumayan dapet sertifikat buat testing di SMA. Hahaha..
Oke deh, karena post kali ini berjudul "The Power of Word." Pasti udah pada tau kan apa artinya. Ya, kekuatan kata-kata.
Kenapa sih kata-kata bisa kuat? *Silly Question*
Sebetulnya, kata-kata yang kita ucapkan memiliki makna tersendiri. Kenapa? Karena kata-kata itu adalah ungkapan kita. Kata-kata itu menggambarkan diri kita secara detail atau sebaliknya. Kata-kata bisa mempengaruhi orang lain. Padahal, cuma kata-kata lho. Inget, kata-kata.
Proses cuci otak atau brain wash juga hanya menggunakan kata-kata.
Berbohong juga pakai kata-kata.
Terus, memotivas diri pun pastinya pakai kata-kata dong? Kan gak lucu, memotivasi diri dengan menari?
Kata-kata itu pengaruhnya sangat besar sekali. Apalagi berhubungan dengan cara pemakaian kata-kata itu sendiri. Kalau kita pakai kata-kata untuk hal-hal yang positif, Insya Allah, membawa dampak dan pengaruh positif. Kalau negatif, ya... negatif aja.
Oh ya, biasanya kalau kata-kata motivasi itu akan berbentuk mendukung atau memajukan sesuatu. Misalnya nih, "Jangan Menyerah.", "Jangan kalah sebelum berperang.", atau yang lainnya yang akan membuat kita berkata "Oh iya ya, bener juga." atau semacamnya. Nah, kadang kata-kata kaya gitu udah gak jaman lagi atau udah gak mempan lagi. Kalau ada orang yang ngomong gitu, pasti *rata-rata* kita akan pasrah dan gak termotivasi. Soalnya kata-kata itu udah sering di denger.
Coba deh, motivasi orang dengan cara gini :
"Nanti waktu lomba, kamu harus kalah yah."
"Menyerah aja, gak guna kok."
Dan lainnya.
Kalau orang yang punya pikiran sih, pasti mikirnya "Wah, sindiran buat aku nih." Tapi kalau yang mikirnya gak punya pikirin akan meng-iya-kan kata-kata. Hahahaha.... *Ini berdasar pengalaman sih*
Ah, kayanya cuma segitu aja deh. Soalnya gak tau mau ngomong apa. Ya udah deh, sekian dulu. Sampai jumpa di post selanjutnya. ^^
Waduw, bahasanya kok gitu banget? Hehhee... Aku sih kalau urusan tulis menulis cuma karena hobi aja sih. Kalau udah hobi, pasti tulisan-tulisan juga bagus kok. Soalnya menulis itu sama kaya bikin lagu, harus pake penghayatan. kalau nulisnya asal sih, mana ada yang mau baca. Mungkin itu aja kali yah?
Holla Blogger. Apa kabar nih? Kayanya aku jarang-jarang ngepost lagi nih. Hehehee....
Hari ini entah aku harus senang atau sedih. *lebih baik senang* Karena aku masukke-5 besar Lomba Biologi, Jika Allah mengijinkan akan masuk 3 besar. Tapi, kalau gak masuk juga aku gak apa-apa kok. Terus, aku juga harus persiapan buat UAS praktek saa speech contest. Jadi pengen cepat berlalu.
Oh ya, sebelum aku lanjutkan post ini aku mau bagi-bagi award dulu nih, makasih teman-teman udah inget sama aku. Hiks,hiks,hiks. Jadi terharu. hahhaha... Ini di awardnya. :
Nih, sahabat aku di Blog. Rajin banget ngasih award ke aku. Thanks yah. Buat Aqil. Cekidot :
Terus buat award FootBall itu, ada pertanyaannya : "bagaimana cara untuk memajukan persepakbolaan Indonesia?"(dari faktor apapun...) Bermain sportif, jangan pernah rusuh.
Terus, ada award dari Kak Saa. Makasih yah kak.. ^^
Buat posting mengenai award ini terserah kalian mau gimana, yang penting pada intinya membahas tentang Award Star di atas.
Caranya adalah pertama - tama, para penerima Award Star harus membuat minimal 5 - 10 daftar link yang kawan sekalian percaya dapat dianugrahi Award Star
Lalu letakkan 10 link ini dipostingan yang telah kalian buat tentang award star di atas (langkah 1) seperti yang sy lakukan. Ini dia awardnya
Apakah nama profile blog-mu? Apa artinya?
Nabilla Ghina Z. Nama asli kok
Apakah nama blog-mu, apa artinya dan mengapa dinamakan seperti itu?
Story Nabilla? Karena menceritakan kehidupan saya.
Sejak kapan mulai tertarik untuk membuat karya tulisan?
Dari SD. Udah bakat sih... Hahaha...
Apa motifasimu membuat blog ini?
Buat iseng aja. lagi gak ada tempat curhatan. jadi lewat blog deh. liat aja awal postinganku.
Siapa yang menginspirasimu untuk membuat blog?
Gak tau
Siapa teman bloger yang mengajari dan membantumu membuat blog?
Banyak bangeeeettttttt.... Gak bisa di sebutin satu-satu. Salah satunya Selly, Kak Sora, banyak deh.
Sekarang sudah punya berapa blog? Apa aja?
Hanya 1. Aku kan setia. Hahaha....
Alunkan sebuah nyanyian
Dentingkan sebuah nada
Harmonisasikan sebuah lagu
Ciptakan sebuah irama
Masih terus bernyanyi
Ditengah malam sepi
Dengarkan suara alam
Masih ikut berdendang
Masih terus berdendang
Alunkan nada-nada
Nada yang tertunda
Dengarkan nyanyian
Nyanyian yang tertunda
Lihatlah aku
Masih terbang dengan sayapku
Masih bernyanyi untukmu
Ditengah kesunyian malam
Temani aku sinar rembulan
Temani aku untuk menyanyi
Dendangkan sebuah nada
Nada yang tertunda
Alunkan sebuah lagu
Lagu yang tertunda
Kan ku antar kau
Ke alam mimpi
Mimpi-mimpi yang indah
Di temani nyanyianku
Antar dirimu
Memasuki alam tidur
Diiringi nada-nada
Aku akan terus bernyanyi
Hingga kau terlelap
Aku akan terus bernyanyi
Hingga kau kembali terbangun
Maaf lagi nih baru dibales. Hohoho... Mudah,mudah,mudah. Cukup kunjungi blog orang, isi Shoutmix atau Cboxnya dengan kata-kata promosi, terus masukin link postingan kita itu. Atau, bisa dengan komentar di post orang terus promosiin deh. Segitu aja kali yah? hehe.. Sama-sama. ^^ Senang bisa membantu.
Oh, maaf nih baru di respon. Hehhee.. Jarang buka Formspring. Oke, pertama-tama sih gampang aja. Sering-sering blogwalking ke blog orang. Terus, Follow. Habis itu kalau mau terus dikunjungi, promosiin post-post kamu yang menarik buat dikomentar. Udah sih, cuma segitu aja. ^^
Whhhuuaaa... pertama-tama aku sih pengen mengungkapkan kesenanganku dulu. Akhirnya, aku ngeblog lagi. Mungkin aku akan blogwalking nanti. Jadi tunggu yah sobat. Oh ya, hari ini entah kenapa melelahkan banget,nget,nget. Pertama, nyusun dan ngedit sendiri naskah pidato bahasa inggris itu gak gampang. Sumpah aku pusing bacanya juga. Dan, aku harus yakin (walau gak yakin) bisa hapal nanti senin.
Lalu, tentang biologi. Ternyata ribet dan susah juga yah. Aku gak akan ngeremehin lagi biologi. Terus, tadi di rumah temen. Sumpah rame dan kocak banget. Walau akhirnya ada yang murung tapi tetep ketawa kalau lagi ngelawak. hahahaha.....
Oh ya, sekarang inet di rumah lemot banget,nget,nget,nget. Kata kakak aku, bandwith kegedean gara-gara mama skype sama papa. Ah, aku gak ngerti soal yang kaya gitu. Pusing.
Hhhhmm.... sebenernya aku gak tau mau posting apaan. Soalnya bingung sih. Pengennya sih buat post yang aneh dan binti ajaib. Tapi, sayangnya aku bukan jurnalis cuma anak SMP yang mau SMA dengan kata-kata seadanya saja.
Nah lho, pada bingung gak sama judul post di atas? "First love, who second love?" Hahahhaa... Yang saya pertanyakan, emang ada yah cinta kedua. (Ya adalah, dodol)
Menyangkut masalah pribadi nih, jawab yah. Siapa sih cinta pertama kalian? Terus, cinta keduanya siapa? Selang berapa waktu dari cinta pertama ke cinta kedua? Apa pasangan kalian saat ini cinta pertama atau cinta kedua, atau cinta ketiga? (Nih anak pengen tau aja.)
Dari yang sudah diselediki intensif sekilas oleh saya, kayanya jarang ada yang bilang seperti ini. "Cinta pertama saya adalah Allah Swt. Lalu, cinta kedua saya adalah Nabi Muhammad SAW." (untuk jaman sekarang, memang gak akan ada, terutama anak muda)
Sangat disayangkan sekali. Untuk anak-anak muda zaman sekarang, mereka lebih memilih mengatakan cinta pertama dan cinta kedua mereka dengan nama-nama yang membuat mereka jatuh cinta.Dan, untuk yang sudah tua, atau lebih religius, mereka akan mengatakan sama seperti yang ada di atas. Ironis.
Lalu, cinta untuk Allah dan Rasulnya dihati kita itu cinta yang keberapa? Atau jangan-jangan tidak terpikirkan untuk memasukan nama Allah dan Rasulnya dalam daftar cinta? Ya, ironis memang. Yang sering kali ada di daftar cinta kita adalah, orang yang membuat kita jatuh cinta lalu orangtua dan keluarga lalu nama Allah Swt baru di terakhirkan.
Lalu, jika ada kita sudah bilang "Urutan daftar cinta pertama saya adalah Allah Swt.", bagaimana dengan buktinya? Oke deh, saya mau tanya. Apakah jiwa, hati, pikiran akan melayang-layang saat ada seseorang yang menyebut nama 'Allah Swt'? Saya yakin, sebagian besar jawabannya adalah tidak. Padahal, jika memang benar-benar mencintai Allah, tentu hati kita akan bergetar saat mendengar namanya saja disebut oleh orang lain. Sama seperti pacar, sahabat, keluarga namanya disebut orang lain. Apakah hati kalian bergetas? Sebagian besar akan mengatakan, ya.
Sebetulnya, kita hanya perlu belajar bagaimana mencintai Allah Swt. Mencintainya sepenuh hati, tanpa menghapuskan orang-orang yang dicintai di hati kita. Allah Swt, sangalah baik kepada kita bahkan mencintai kita. Lalu, sebagai balasannya, tentunya kita harus mencintainya pula? Jadi, mulai sekarang belajarlah mencintai Allah Swt dan Rasulnya. Selain hati tenang, akan mendapat derajat disisi Allah.
Mungkin cuma segitu aja dulu kali yah. Aku lagi pusing gak bisa mikir. Semoga aja ada hikmahnya. Hehhehe... Ya udah ah, see you friend... ^^
Horeeee.... walaupun mama sepertinya gak suka banget aku online terus-menerus, tapi untuk blogging, apa sih yang enggak? *cielah, bahasanya gitu banget*
Selain aku mau posting gak jelas di post ini, aku mau nampilin award-award yang aku terima dari beberapa teman-temanku yang baik-baik. ^__^
Nih awardnya :
Award
Di atas itu award dari Aqil. Selamat yah Qil, atas kesuksesan blog kamu. ^^
Yang di atas itu award dari Chomisah Noer, dan Teh Rinda.
Dan yang aku sayangkan dari award di atas itu pake syarat-syarat segala. hufftt...
Nih syaratnya :
Syarat
1. Copy dan paste aturan main ini.
2. Copy data “The Bloger Family” di bawah ini.
3. Paste di bagian bawah post award, nanti.
4. Hibahkan award ini (ONLY) ke 5 blogger yang begitu dekat dengan anda.
5. Bloger yang akan dihadiahi award namanya HARUSbelum tercantum dalam data “The Bloger Family”.
6.Cantumkan nama masing-masing dari 5 Blogger tersebut (Plus insert LINKnya!).
7.Pencantuman nama diletakan di deret selanjutnya dari data “The Bloger Family” yang sudah ada. (Jangan lupa insert linknya)
8. Deret data “The Bloger Family” yang anda copy, seberapapun panjangnya dan banyaknya, TIDAK BOLEH diganti ataupun didelete. KECUALI urutan , BOLEH diganti sekehendak anda, anda boleh meletakan nama anda di urutan no.1,2,3, atau terakhir sekalipun.
9.WAJIB MENJALANKAN ATURAN MAIN.
**Copy data “The Bloger family” secara otomatsi akan terinsert linknya juga. “The Bloger Family”
Nah, udah liat awardnya? Aku hijrahkan kesiapa saja yang mau ngambil. Tapi, harus komentar dulu di post ini. Eh, terkecuali award yang ada syaratnya yah... ^^
Oke deh, sesuai judul ceritaku. aku mau posting tentang ceritaku aja. Maksudnya cerita kalian gitu. Ah, pasti pada gak ngerti, mending langsung baca aja deh.
Oh ya, sebelumnya aku mau tanya dulu bentar :
1. Kalian kalau cerita suka dimana?
2. Suka cerita kesiapa saja?
3. Kalau cerita blak-blakan?
4. Pernah cerita tentang diri kalian yang sebenarnya?
Ah, cuma 4 aja deh pertanyaannya. Aku lagi males nih. *niat gak sih nih orang bikin post?*
Nah, gak usah dijawab juga gak apa-apa, tapi lebih baik dijawab. *nih anak maunya apaan sih?*
Oke, gak usah banyak bacot dan cincong, aku bakal ngasih pilihan buat kalian, terus bakal ada penjelasnnya di paling bawah. *anak plin-plan*
Untuk yang nomor 1. Kalian kalau cerita suka dimana?
Nah, maksud dari pertanyaan itu tuh, kalau kalian curhat *kata cerita diganti dengan curhat* di mana? Di Dunia Maya? atau Dunia Nyata? Apa Dunia Gaib? Gitu lho maksud pertanyaannya.
Nih pilihan. *aku cuma nyediain jawaban a,b,c,d,e*
a. Dunia Maya (Facebook, Blog, Twitter, Jejaring sosial lainnya)
b. Dunia Nyata (Sekolah, Rumah, Taman, dan sejenisnya)
c. Dunia Sastra (Puisi, Cerpen, Lagu, dan sebangsanya *kayanya ini lebih menuju kebentuk tapi biarlah aku ini yang buat*)
d. Dunia Gaib (Untuk yang satu ini, saya no comment)
e. Isi Sendiri
Pilihan untuk nomor 2.
a. Orang utan tua
b. Teman (Teman nyata, atau maya yah)
c. Pacar (kalau punya)
d. Allah SWT.
e. Isi Sendiri
Pilihan untuk nomor 3.
a. Iya dong, kita kan harus terbuka.
b. Iya, tapi ada yang masih dirahasiakan dong.
c. Sebagian diceritakan, sebagian gak.
d. Gak dong, My life is secret.
Pilihan untuk nomor 4.
a. Bukan pernah malah sering.
b. Pernah
c. Pernah, tapi gak semuanya
d. Gak dong. Buat apa?
e. Isi Sendiri.
Nah,nah,nah,nah. Udah milih belum nih? Ayo milih dulu. Gampang kan? hehehe.. Ini aku kasih penjelasannya.
Penjelasan
Yang nomor 1 dulu yah...+Bagi yang memilih jawaban a.
Orangnya gak terlalu percaya diri untuk menceritakan sesuatu. Karena itu, orang ini memilih menceritakannya di jejaring sosial.
+Bagi yang memilih jawaban b.
Kebalikan yang jawaban a. Orangnya terbuka dan mau menceritakan apapun tanpa malu.
+Bagi yang memilih jawaban c.
Orang ini sangat-sangat-sangat pemalu. Orang ini tidak pernah bisa menceritakan isi hatinya. Maka orang ini menceritakannya dalam bentuk puisi dan sebangsanya.
+Bagi yang memilih jawaban d.
SESAT. ANEH. GOKIL (mungkin cuma kata-kata itu yang bisa aku sampaikan.)
Lanjut ke nomor 2.
+Bagi yang memilih jawaban a.
Wauw, orang ini gak malu-malu menyampaikan isi hatinya kepada orang tuanya. Orang ini juga seakan tahu bahwa nasihat orang tua itu selalu tepat dan benar.
+Bagi yang memilih jawaban b.
Sama seperti kebanyakan manusia, orang ini lumayan terbuka. Bukan lumayan, tapi emang terbuka untuk mencurahkan isi hatinya. Biasanya orang ini selalu meras nyambung jika mencurahkannya kepada teman. tapi, hati-hati aja dalam memilih teman. Salah-salah, masuk kelubang hitam.
+Bagi yang memilih jawaban c.
Yaaaaa.... Untuk ini aku no comment, soalnya belum pernah ngerasain sih. Paling juga karena orang ini mengangga pacarlah yang mengerti dia.
+Bagi yang memilih jawaban d.
Subhanallah, jika kalian memilih jawaban ini, berati memang tepat. Kalian mengadu kepada sang pencipta, bukan kepada orang lain. Kalian mengakui bahwa mengadu kepada Allah Swt. adalah jalan keluar yang baik. Karena, dengan mengadu kepada Allah Swt. segala keinginan kita pasti akan terwujud. (tapi, jika amalannya baik yah)
Lanjut ke nomor 3.
Kalau nomor 3, kayanya udah pada ngerti deh. Gak usah dijelasin yah?
Nomor 4 juga. kayanya udah pada ngerti. Masa gak ngerti sih?
Ah, segitu dulu aja deh penjelasannya. Aku pusing nih. Hehehe... Ya udah deh, sampai jumpa sampai post selanjutnya. Masih banyak tugas yang harus aku kerjakan nih. Hehehe.. See You. ^^
Sampai saat ini masih banyak mysteri yang belum terungkap dari pikiran kita. Para ahli memang bisa menjelaskan fenomena-fenomena aneh dari pikiran kita tapi masih belum tahu dari mana asal semua itu. Mungkin kalian pernah mengalami beberapa fenomena dibawah ini.
Déjà Vu
Déjà Vu adalah perasaan ketika kita yakin pernah mengalami atau menyaksikan suatu kejadian sebelumnya, kamu merasa peristiwa itu sudah pernah terjadi dan berulang lagi. Hal ini diikuti dengan perasaan familiar yg kuat, takut dan merasa aneh. Kadang “kejadian sebelumnya” itu dikaitkan dengam mimpi tapi kadang juga timbul perasaan yang mantap kalau kejadian tersebut benar-benar terjadi di masa lalu.
Déjà Vécu
Déjà Vécu (dibaca vay-koo) adalah perasaan yg lebih kuat dari Déjà Vu. Kalo Déjà Vu kita merasa sudah pernah melihat kejadian sebelumnya tapi dalam Déjà Vécu kita akan mengetahui peristiwa tersebut jauh lebih detail seperti mengingat bau dan suara-suara pada kejadian tersebut.
Déjà Visité
Déjà Visité adalah perasaan yg tidak biasa dimana kita merasa mengenal suatu tempat padahal sebelumnya kita tidak pernah mengunjugi tempat tersebut. Kalo Déjà vu berhubungan dengan peristiwa sedangkan Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi. Nathaniel Hawthorne dlm bukunya yg berjudul “Our Old Home” bercerita saat dia mengunjungi reruntuhan sebuah kastil tiba-tiba merasa klo dia sudah sangat mengenal layout dari kastil yg baru pertama kali dia datangi itu. Belakangan dia sadar kalo bertahun-tahun sebelumnya pernah membaca puisi karangan Alexander Pope yang menggambarkan dengan detail kastil tersebut.
Déjà Senti
Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Kejadiannya contohnya seperti ini : “Kamu merasa pernah mengatakan sesuatu, dipikiran kamu mengatakan, “Oh iya aku ngerti!” atau “Oh iya aku ingat!” tapi 1 atau 2 menit kemudian kamu akan sadar kalau kamu sebenarnya tidak pernah mengatakan apa-apa”.
Jamais Vu
Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Jadi kamu tidak mengenal sebuah situasi padahal kamu yakin sekali kalau sebelumnya kamu pernah ada disitu. Bingung? Begini gampangnya: kamu mendadak tidak mengenal orang, kata-kata, atau tempat yang sebelumnya kamu tahu. Pada percobaan yg dilakukan Chris Moulin pada 92 orang yg disuruh menulis kata “pintu” 30 kali dalam waktu 60 detik ternyata 68 orang mengalami gejala Jamais Vu yaitu merasa kalau “pintu” itu bahkan bukan merupakan sebuah kata. Ya Jamais Vu didiagnosis karena “kelelahan otak”.
Presque Vu
Presque Vu adalah perasaan yg kuat kalau kamu akan mengalami epiphany. Epiphany sangat jarang terjadi. Presque Vu artinya “hampir melihat” dan sensasinya bisa sangat membingungkan dan aneh.
L’esprit de l’Escalier
L’esprit de l’Escalier (stairway wit) adalah saat kita merasa bisa melakukan sesuatu yg lebih baik pada sebuah situasi setelah peristiwa itu terjadi. Contohnya begini: Kamu seorang pemain sepak bola, saat tendangan penalti kamu menendang bola kesamping kiri dan ternyata berhasil diblok kiper. Tiba-tiba pikiran kamu mengatakan, “Ahh aku sebenernya tadi udah yakin kalo nendang ke kanan pasti gol!” Jadi L’esprit de l’Escalier adalah rasa penyesalan tidak melakukan tindakan yg berlawanan dari suatu peristiwa sebelumnya.
Capgras Delusion
Capgras Delusion adalah fenomena dimana kita merasa yakin kalau keluarga atau teman dekat kita sebenernya adalah orang lain yang wujudnya sama persis. Seperti cerita-cerita di film Alien dimana tubuh manusia diambil alih oleh makhluk luar angkasa agar bisa hidup berdampingan dengan manusia biasa. Khayalan ini biasa terjadi pada penderita schizophrenia atau kelainan mental lain.
Fregoli Delusion
Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang sangat jarang terjadi. Orang yg mengalami Fregoli Delusion sangat percaya kalau beberapa orang yang dia kenal sebenarnya adalah satu orang yang melakukan berbagai penyamaran. Fregoli berasal dari nama aktor Italia “Leopoldo Fregoli” yang bisa melakukan merubah penampilan dengan cepat dalam pertunjukannya.
Prosopagnosia
Prosopagnosia adalah fenomena dimana sesorang kehilangan kemampuan untuk mengenal wajah orang atau benda lain yang seharusnya mereka kenal. Orang yang mengalami ini biasanya menggunakan indera lain untuk mengingat orang tersebut, seperti bau parfum, gaya bicara atau cara berjalan orang itu. Contoh yg paling terkenal dari kasus ini dipublikasikan oleh Michael Nyman dalam bukunya yg berjudul “The man who mistook his wife for a hat”.
Whuahahahaha.... Aku ambil judul postingan ini dari judul lagu, tepatnya OST. Enchanted.
Setelah kiranya ratusan kali aku putar lagunya dan mencari lirik lagunya, aku baru sadar suatu hal. Lagu ini menceritakan bagaimana seseorang menunjukan rasa cintanya kepada orang yang di cintai.
Aduh... kalau dihayati, lagunya keren tau !
Gak percaya, coba liat videonya :
Nah, kalau udah liat. Liat liriknya :
<Lirik
(A Capella, Giselle)
How does she know you love her?
How does she know she's yours?
(Marlon Saunders - Calypso Singer)
How does she know that you love her?
(Giselle)
How do you show her you love her?
(Together)
How does she know that you really
really
Truly love her?
How does she know that you love her?
How do you show her you love her?
How does she know that you really really truly love her?
(Giselle)
It's not enough to take the one you love for granted
You must remind her or she'll be inclined to say
"How do I know he loves me?
How do I know he's mine?"
Well does he leave a little note to tell you, you are on his mind?
Send you yellow flowers when the sky is grey?
He'll find a new way to show you a little bit every day
That's how you know..
That's how you know he's in love
(Calypso Singer)
You got to show her you need her
Don't treat her like a mind reader
Each little something to lead her to believe you love her
(Giselle)
Everybody wants to live happily ever after
Everybody wants to know their true love is true
How do you know he loves you?
How do you know he's yours?
Well does he take you out dancing just so he can hold you close?
Dedicate a song with words meant just for you?
He'll find his own way to tell you with the little things he'll do
That's how you know...
That's how you know he's your love
He's your love
That's how you know he loves you
That's how you know it's true
Because he'll wear your favorite color just so he can match your eyes
Plan a private picnic by the fire's glow
His heart will be yours forever
Something everyday will show
That's how you know (x5)
That's how you know he's in love
That's how you know
That's how you know he's your love
Nah,nah,nah. Udah baca kan? Aku salut sama pencipta lagunya. Kepikiran gitu bikin lagu yang kaya gitu. Oke deh, gara-gara lagu di atas ini aku mau ngasih tau gimana biar hubungan langgeng atau ini juga bisa nunjukin rasa cinta kita untuk orang yang kita kasihi. Misalnya, keluarga dan teman kita.
1. Sapa dan tanyakan kabarnya.
Ya, sapa dan tanyakan kabarnya. Menunjukan kita ada perhatian kepada orang yang kita cintai.
2. Ucapkan "I Love You" setiap harinya.
Biasanya, orang-orang akan merasa dirinya dicintai karena kita sering ucapkan kata ini. Tapi. sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari, kata-kata ini sulit sekali untuk di ucapkan, terutama kepada keluarga kita.
3. Berikan pelukan hangat setiap harinya.
Ini berlaku kepada keluarga aja yah, kalau kepada teman apalagi pacar kayanya berlebihan banget. *menurutku*
4. Berikan senyuman terindah setiap paginya.
Jangan berikan muka cemberut, karena selain tidak baik juga merusak mood di pagi hari.
5. Tuliskan ungkapkan cinta setiap harinya.
Ya, tuliskan di secarik kertas dan selipkan di barang-barang yang sering di pergunakannya. Kemungkinan besar, orang yang di beri secarik kertas itu akan senang.
6. Kirim SMS sayang setiap harinya.
Kalau tidak bisa menuliskan di secarik kertas, coba sms dengan kata-kata sayang. ^^
7. Berikan bunga.
Sesuai dengan yang di isi lagu, berikan bunga untuk orang tersayang agar terlihat bahwa "dia" lah orang spesial di dunia ini.
8. Ucapkan selamat pagi dan selamat malam.
Ya, sebagai pembuka kata sayang ucapkan "selamat pagi"
Sebagai penutup, ucapkan "selamat malam"
Ya sudah deh, segitu aja dulu. Semoga tipsnya bermanfaat aja deh. Oh ya, yang udah punya pasangan, tetep langgeng yah. See you. ^^
Oke, sebelumnya. Aku baru sadar. Dari kemarin, setiap curhatan aku itu pasti ada artikelnya. Hehehe, ya sekalian nambah-nambah ilmu ya sob? ^^
Curhat lagi. Kenapa sih karena masalah besar kaya gak ceramah dan jadi bahan olok-olok satu sekolahan bikin sakit hati? Udah gitu, kayanya aku banget yang salah. Emang aku salah banget. SALAH. Aku gak ngesms temen-temen kalau mau ada ceramah. AKU ITU PAYAH. AKU ITU PEMIMPIN YANG PAYAH. Kenapa gara-gara kecerobohan aku, gara-gara aku lupa karena bingung mau uas harus lupa sama NGE-PRINT CERAMAH? Aku juga lupa, NGE-SMS SELURUH ANAK-ANAK KELAS TENTANG CERAMAH TADI PAGI. Sekarang cuma bisa tanggung malu sama nilai jelek. KENAPA SIH? Ah, aku pengen di telan bumi.
Oke, bicara tentang judul diatas, "The Loser vs The Winner", apa menurut pendapat kalian tentang The Loser dan The Winner? Apakah The Loser itu pembuat onar dan sebagai macam mananya itu? Apakah The Winner itu pemecah setiap masalah?
Oke, kalau ada the loser pasti ada the winner kan? Nih, karakteristik perbedaan pecundang dan pemenang.
Ketika pemenang melakukan kesalahan dia berkata “saya salah!”
Ketika pecundang melakukan kesalahan dia berkata, “ini bukan salah saya!”
Pemenang berkata, “saya sudah baik, tapi saya bisa lebih baik lagi!”
Pecundang berkata, “saya tidak sejelek orang lain!”
Pemenang mencoba belajar dari setiap orang yang lebih baik dari pada dia.
Pecundang selalu mencoba menjatuhkan orang lain.
Pemenang berkata, “mari saya kerjakan ini untuk anda!”
Pecundang berkata, “itu bukan pekerjaan saya!”
Pemenang berkata, “pasti ada cara lebih baik mengerjakannya!”
Pecundang berkata, “begitulah biasanya dikerjakan disini!”
Pemenang berkata, “ini sulit tapi mungkin!”
Pecundang berkata, “ini mungkin tapi sangat sulit untuk mengerjakan!”
Pemenang selalu mempunyai rencana-rencana.
Pecundang selalu mencari alasan.
Pemenang mempunyai komitmen-komitmen.
Pecundang hanya berjanji-janji saja.
Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban.
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.
Pemenang tuntas memecahkan masalah.
Pecundang selalu tanggung-tanggung & tidak pernah memecahkan masalah.
Pemenang memiliki mimpi
Pecundang memiliki rencana kotor
Pemenang berkata “Saya harus melakukan sesuatu”
Pecundang berkata “Sesuatu seharusnya terkerjakan”
Pemenang adalah bagian dari tim
Pecundang terpisah dari tim
Pemenang melihat keuntungan
Pecundang melihat penyakit
Pemenang melihat kemungkinan
Pecundang melihat masalah
Pemenang meyakini win-win solution
Pecundang meyakini mereka harus success orang laen harus gagal
Pemenang melihat prospek
Pecundang melihat masa lalu
Pemenang seperti alat pengatur panas
Pecundang seperti alat pengukur panas
Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan
Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak
Pemenang mengutarakan argumen yang kuat tetapi kata yang lembut
Pecundang mengutarakan argumen yang lemah tapi kata yang kuat ( memaksa )
Pemenang menggunakan filsofi :”Jangan melakukan sesuatu yang tidak ingin orang lakukan terhadap dirinya”
Pecundang menjalani hidup dengan filosofi “Lakukan ke orang lain sebelum orang lain melakukannya ke diri sendiri”
Pemenang membuat sesuatu terjadi
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi
Ya,ya,ya,ya. Itulah perbedaan Pecundang dan Pemenang? Oke, jadi siapakah dirimu?
Saya kebanjiran award lagi. Berhubung saya sedang malas dan di kejar-kejar waktu buat makan. Saya langsung pajang awardnya.
Ini award dari Aqil. Nih awardnya :
Silahkan diliat. Kalau udah puas kita lanjut lagi.
Nah, kalau yang di atas ini award dari Mauditha. Silahkan di nikmati...
Nah kalau yang ini, saya cuma dapet info dari Ms. Afro aja. Taunya saya dapet juga dari Cebol. Makasih yah.... *Tapi, kayanya aku pernah dapet award ini deh. cuma lupa*
Oke deh, saya hijrahkan kepada siapapun yang liat award ini dengan senang hati. Tanpa syarat apapun. *Karena saya malas*
Whuuaa... Holla Blogger. Sekarang ini saya lagi capek, pegel, lemes, dan sebagai mana macamnya itu. Oh ya, saya mau share atau berbagi info tentang fenomena alam yang jarang sekali kita lihat, yaitu pelangi. Tau kan pelangi apaan? Masa gak tau? Itu lho novel yang jadi best seller, karya Andrea Hirata. (Itu mah laskar pelangi) Oh, maksudnya pelangi itu yang melengkung terus ada 7 warna. Pokoknya, adanya biasanya sesudah hujan. Hohohoho...
Oke deh, kata bang wiki, pelangi itu atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.
Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.
Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.
Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.
Nah, nah,nah udah tau kan tentang pelangi? Sekarang lanjutin ke berbagai fenomena aneh atau bentuk-bentuk pelangi yang gak biasa.
<
Penjelasan
Fenomena alam ini dinikmati oleh penduduk Cambridge di Inggris. Seorang astronom Jacqueline Mitton berhasil mengabadikan fenomena ini, dia mengkatakan terbaliknya lengkung pelangi maupun susunan warnanya disebabkan tingginya Kristal es yang terdapat di lapisan atmosfer. Cahaya yang diterima kristal es tadi direfleksikan lagi ke langit, sedangkan pada pelangi normal terbentuk akibat sinar matahari yang menembus titik-titik air di angkasa. Di angkasa, pendaran cahaya tadi lantas terurai menjadi spektrum warna-warni. Diakui Mitton, bahwa hal ini sungguh sangat mengejutkan bisa terjadi di Cambridge, karna hal ini lebih banyak terjadi di area yang lebih dingin seperti di kutub. Warna pelangi terbalik itu tidak terlalu berbeda dengan pelangi biasa. Di bagian horizon berwarna merah. Lantas berpendar menjadi kuning dan hijau. Di bagian ujung berwarna biru. Dan menurut Simon, suami Mitton, warna pelangi yang terbalik itu lebih cerah disbanding pelangi biasanya, sebab bentuk kurvanya langsung menunjuk matahari. Selain di Inggris, di China tepatnya di kota Laiyang, fenomena ini juga terjadi.. dan ditambah tiga buah matahari sekaligus.
Fire rainbow adalah fenomena yang sangat jarang yang muncul hanya pada saat matahari sedang tinggi yang membuat sinarnya melewati awan cirrus yang tinggi yang berisi kristal-kristal es. ( en.wikipedia.org )
Nah, udah kan liat-liat gambar-gambar pelangi yang bagus-bagus. Fenomena alam ini kalau di bilang jarang sih emang, tapi anehnya, di tempat aku udah 3 kali dalam seminggu aku liat pelangi di tempat yang sama. Hebat gak? Sayang aku gak bisa upload fotonya. T_T
Ya udah deh, sampai jumpa si post selanjutnya... ^^