Aku sedang mendengarkan lagu Nightmare-nya Avenged Sevenfold di kamarku. Lagu ini baru aku download tadi siang, dan karena aku memang suka dengan lagu-lagu band asal California ini. Selain band ini mengusung aliran Hard Rock dan Metal Core yang sesuai dengan aliran musik yang aku usung, aku juga suka dengan lirik-lirik lagu yang diciptakan band ini. Rasanya sesuai dengan keadaanku sekarang.
Sama halnya dengan lagu Nightmare ini. Rasanya aku terus dihantui oleh mimpi buruk. Entah aku mimpi tentang kehilangan keluarga dan orang-orang yang ada di sekitarku. Entah aku mimpi masuk kedalam tempat yang menyeramkan, dikejar-kejar oleh hantu atau alien, pembunuhan , pokoknya yang menyeramkan. Dan aku selalu takut dengan mimpi-mimpi itu. Setiap kali aku bangun dari tidurku, rasanya aku baru saja bangun dari kematianku. Aku selalu bermimpi dimana setiap akhir mimpiku, aku akan dibunuh oleh entah siapa saja yang ada dimimpiku itu dengan cara yang sadis. Dan terkadang, pembunuh yang akan membunuhku adalah keluarga, teman dekat, atau tokoh dalam novel. Padahal, setiap aku mau tidur aku selalu membaca doa dan diawal mimpiku selalu tampak baik-baik saja. Entahlah, aku tak tahu. Apa aku terlalu banyak berimajinasi atau apa.
Dan kini, malam ini juga, ditemani lagu Nightmare aku pasrah dengan mimpiku yang selanjutnya. Aku tak berharap akan mendapat mimpi indah untuk malam ini. Aku ikhlas jika malam ini aku bermimpi buruk. Tepat pukul 11.30 aku tertidur, dengan lagu Nightmare masih mengalun nyaring dari handphoneku.
~~~~~~~~~
Sinar matahari yang semakin meninggi mencoba untuk menembus jendela kamarku. Sinarnya mencoba untuk menembus kembali mataku yang masih terpejam dengan kuat. Aku terbangun karena sinar matahari merusak acara tidurku. Tapi, tunggu dulu. Ada yang salah dipagi hari ini. Aku mengingat-ingat kembali sebelum aku tidur dan beberapa menit yang terlewat saat aku bangun tadi. Ada sesuatu yang janggal.
"MIMPI BURUK !" Teriakku tiba-tiba. Ya, mimpi buruk. Tak ada mimpi buruk dalam tidurku tadi. Bukan,bukan,bukan. Tidak hanya mimpi buruk yang tidak ada. Aku tidak bermimpi sama sekali. HEBAT ! Suatu kemajuan yang luar biasa. Ya, walaupun aku berharap bahwa aku bisa setidaknya bermimpi indah. Tapi, tidak apa. Satu malam yang luar biasa, tidak ada mimpi buruk !
Aku bangun dari tempat tidur dengan perasaan yang ceria. Betapa bahagianya aku, sejak umur 10 tahun aku terus bermimpi buruk hingga umurku 15 tahun. Artinya, 5 tahun aku bermimpi buruk terus dan untuk pertama kalinya, aku tidak bermimpi sama sekali. Patut untuk dirayakan.
Aku melangkahkan kaki dengan semangat menuju anak tangga. Aku ingin menyampaikan ini pada ibuku dan ayahku. Sebagai orang tua, mereka patut tau bahwa penyakit mimpi buruk anaknya ini hilang dalam satu malam. Aku menuruni anak tangga dengan cepat, menuju dapur. Biasanya mereka sudah menungguku disana untuk sarapan. Aku melirik ke arah jam dinding diruang keluarga. Masih jam setengah 7 pagi. Artinya ayah masih ada dirumah dan masih sarapan. Ku percepat langkah kakiku menuju dapur.
Aku melihat diatas meja makan, ada nasi goreng yang harum dan 1 piring tersedia disana. Aku menatapnya dengan bingung. Mana piring untuk ayah dan ibu makan? Kenapa hanya ada 1 piring? Aku berjalan perlahan menuju meja makan, ada catatan kecil disana. Sepertinya untukku.
Jessy, ibu dan ayah ada urusan pekerjaan dan harus tiba dikantor jam setengah 7 pagi. Ibu sudah suruh si mbak masakin nasi goreng buat kamu. Dimakan yah, nak. Nanti ibu pulang agak cepet kok. Sekitar jam 9-10.
Ya sudah Jessy. Pokoknya sarapan yah, jangan sampai ibu pulang kamu belum sarapan. Bye sweety, Have a nice breakfast. :D
Ah, makan sendiri lagi. Kapan dong aku memberi tahu ibu tentang kabar baik ini? Keluhku. Karena memang sudah terbiasa seperti ini, aku menyendok nasinya kedalam piringku. Sejenak aku menatap nasi gorengku, ada yang ganjil. Aku menyuap sesendok nasinya kedalam mulutku.
"Hueeks.. Asin." Ujarku memuntahkan nasi yang ada dalam mulutku. Jijik aku melihat muntahan nasi yang belum terkunyah dengan baik. Benar firasatku, ada yang ganjil. Tapi, bukan rasa asin ini yang mengganggu, sesuatu yang lebih. Aku perhatikan baik-baik nasi gorengku. Ada sesuatu yang bergerak.
"BELATUNG !!!" Jeritku. Aku melempar nasi gorengku, kemudian aku panggil si mbak, pembantu rumahku. Aku marahi dia kenapa bisa ada belatung dalam nasi gorengku. Ia hanya tertunduk dan mengatakan bahwa bukan dia yang memasak. Yang memasak adalah ibu. Ibu? Mana mungkin ibu memasukan belatung kedalam masakannya. Ibu terkenal dengan higienisnya. Jadi, sangat mustahil. Aku kembali bertanya, tapi tetap jawaban itu yang dipertahankan si mbak. "Yang masak bukan mbak, non. Yang masak ibu."
Kemudian pintu rumah tiba-tiba terbuka, ibu pulang. Sebelum aku mengadu tentang belatung itu, ibu sudah menyambar duluan. Ibu menanyakan kenapa aku belum makan, lalu aku menjawab dengan jijik. "Ada belatung dimakananku, bu." . Tapi ibu hanya tersenyum.
"Itu memang menu spesial. Kau tak suka? Tapi, sebentar. Jessy sayang sudah baca surat dari ibu kan? Jessy harus sarapan sebelum ibu pulang. Jessy tau kan ibu paling tidak suka kalau Jessy tidak menurut pada ibu. Sekarang Jessy makan yah." Bujuk ibu dengan tersenyum aneh. Ada apa ini? Kenapa ibu bersikap seperti itu? Aku tahu ibu paling tidak suka perintahnya dilanggar. But, what's going on? Jangan,jangan....
"Jessy sayang, sini yuk. Sepetinya Jessy sedang manja yah? Ayo, ibu suapi." Bujuk ibu. Ibu mengambil piring yang tadi kupakai, lalu mencoba untuk memasukan nasi itu kedalam mulutku. Tentu saja aku menolak, aku menangkis sendok yang disodorkan ibu. Muka ibu merah padam. Tanda ia sangat marah. Ia menyuruh si mbak mengambilkan pisau, lalu ibu mencoba merobek mulutku. Aku tentu saja lari, tapi ibu semakin menjadi-jadi.
Aku lari kearah yang salah. Buntu. Aku terpojok. Ibu sudah siap dengan pisaunya, aku memejamkan mata. Pasrah dengan apa yang akan terjadi. Pisau yang dipegang ibu telah menyentuh ujung mulutku. Mulutku dipaksa untuk menganga, aku teriak sekencang mungkin......
~~~~~~~~~~~~
"AAAAAAAAAAAAAAAAAA........."
Aku terbangun dari mimpi burukku. Aku mandi keringat. Aku mencoba duduk diatas kasurku, mencoba untuk menjernihkan pikiran. Nyeri diujung mulutku. Aku merabanya. Terasa seperti bekas luka sayatan. Aku menepis segala khayalan yang melintas dikepalaku. Aku menundukan kepalaku, sepertinya aku tidak boleh tidur.
Suara langkah kaki terdengar sayup-sayup dari arah pintu kamarku. Aku sudah menduga bahwa ayah dan ibu menyangka bahwa aku bermimpi buruk. Aku pasrah ditanya macam-macam oleh mereka. Sudah rutinitasku seperti itu mungkin. Ayah membuka pintu kamarku dengan tergesa-gesa. Lalu dengan sigap ia duduk diatas kasurku. Memegang keningku, lalu menanyaiku kenapa. Ibu juga tampak khawatir. Aku menceritakan semua mimpi burukku semalam. Sudah kuduga, ibu menangis. Lalu ia mengelus-ngelus kepalaku, lalu berbisik kepadaku bahwa ia tidak mungkin sekejam itu. Aku tahu, bu. Itu hanya mimpi, batinku.
Setelah berpelukan lama, ayah bilang bahwa temanku telah menunggu. Teman yang mana? Aku segera mandi lalu sarapan dan menemui temanku.
Oh, ternyata Cindy. Ia adalah sahabatku yang tahu tentang penyakit mimpi burukku. Dan sebagai seorang sahabat, ia dengan senang hati mencarikanku seorang psikiater dan mencarikanku terapi. Tapi, tidak ada kemajuan sama sekali. Walau begitu aku tetap menghargainya.
Cindy yang tadi mendengar teriakanku ikut mencemaskanku dan menanyaiku macam-macam. Aku yang sudah bosan membalasnya dengan malas. Aku menceritakan semuanya, lalu ia memelukku. Setelah itu, seketika kami dibawa dengan suasana yang ceria. Kami membahas apapun yang bisa dibahas. Mulai dari pacar, teman sekolah, orang tua, dan lainnya, kecuali tentang mimpi burukku. Sampai orang tuaku meninggalkanku dengan Cindy.
Cindy adalah satu-satunya orang asing yang mau mengerti keadaanku. Ia tidak menganggapku gila karena mimpi burukku, malah dia bilang itu penyakit. "Penyakit yang harus disembuhkan." Ujarnya suatu hari. Karena dia mengerti keadaanku itulah, aku senang berteman dengannya. Ia anak yang bisa diajak bercanda, serius dan lainnya. Pokoknya menyenangkan punya sahabat seperti dia.
Disela-sela perbincangan kami yang seru, Cindy mengajakku ketaman kota. Katanya sekalian refreshing. Tentu saja aku mau. Aku segera meninggalkan rumah. Tak lupa aku suruh si mbak untuk menjaga rumah.
Taman kota sepi. Tak seperti biasanya. Aku bertanya kepada Cindy, tapi Cindy tidak tahu apa-apa. Biasanya ia paling tahu kalau ada sesuatu yang janggal seperti ini. Aku kemudian menarik-narik tangan Cindy agar kami berdua pulang saja, tapi Cindy bersikeras untuk pergi ketaman kota. Katanya ada yang mau ia beli. Sebagai sahabat yang baik, aku ikut bersamanya untuk menemaninya.
Rasa janggal semakin terasa. Aku menatap Cindy, tapi wajah Cindy biasa saja. Malah dengan senyum-senyum tak menentu. Lalu ia menyuruhku duduk disalah satu bangku taman, kemudian ia pergi. Aku ditinggal sendiri? Yang benar saja? Rasa takut semakin menjalar dalam aliran darahku. Ada yang aneh. Terlalu sepi untuk sebuah taman kota. Hanya beberapa orang yang melintas, dan semuanya menatapku. Apa yang salah dengan penampilanku?
Karena risih, aku bertanya kepada salah satu orang yang ada tak jauh dariku. Aku bertanya, kenapa aku diperhatikan seperti itu. "Wangi dagingmu begitu memikat. Boleh aku mencicipinya?" Ujarnya. Aku terlonjak kaget. Apa maksudnya wangi dagingmu? Jangan-jangan....
"Jessy...." Panggi Cindy dari kejauhan. Aku langsung menghambur kearahnya. Aku peluk dirinya erat-erat. Aku takut. Aku mengajaknya pulang, tapi ia tidak mau. Katanya ia ingin mengenalkanku pacarnya. Tapi, aku bersikeras ingin pulang. Lalu aku melangkah pergi dari taman itu menuju rumah.
Tiba-tiba benda berair yang dingin menyentuh leherku. Aku diterkam. Aku menjerit kesakitan, aku melirik siapa yang menerkam. CINDY ! Ia menerkamku. Aku mencoba melepaskannya. Berhasil. Aku lari sekencang-kencangnya. Sayang seribu sayang, penghuni taman kota itu mencegahku untuk berlari.
"Jessy, aku sudah bilang akan mengenalkanmu pada pacarku. Tapi kau membantah. Hmm, darahmu lezat." Ujar Cindy. Sinting, pikirku. Aku menjerit sekeras-kerasnya, tapi tidak mungkin ada yang mendengar. Lalu, seketika semua orang yang ada ditamanitu mengerumuniku lalu mencoba untuk memakanku. Aku teriak sekencang-kencangnya, sekuat yang aku bisa....
~~~~~~~~~~ "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
Jeritku kencang dalam kesunyian kamar. Nafasku tersengal-sengal. Aku melihat kesekitarku. Putih? Sejak kapan dinding kamarku putih? Aku memandang sekilas pada lukisan yang tergantung di samping ranjang putih itu. Dimana aku? Itulah pertanyaan pertama ketika melihat semua ini.
Pintu kamar itu diketuk, lalu muncullah seorang perawat. Ia bertanya bagaimana kondisiku, lalu menjelaskan bahwa aku ditemukan tergeletak di depan rumahku. Aku bertanya, mengapa aku bisa tergeletak disana, dan siapa yang membawaku. Perawat itu bilang, "Orang tua mbak sama saudara atau teman mbak mungkin." Ujar perawat itu. Lalu perawat itu menyuruhku duduk di kursi roda yang tadi ia bawa.
Aku menuruti saja. Saat aku melewati lorong-lorong rumah sakit yang tampaknya cukup ramai. Aku bertanya pada si perawat. Mau dibawa aku, kenapa harus pakai kursi roda? Si perawat hanya tersenyum kecil, lalu ia menjawab, "Keseimbangan jalan mbak belum sembuh. Jadi harus pakai kursi roda. Kalau soal kita mau kemananya. Kita akan keruang periksa dokter, mbak." Aku hanya mengangguk-angguk setuju. Kemudian aku melihat kesekeliling lobby rumah sakit. Lebih banyak pasien yang berkeliaran dari pada penjenguk si pasien. Jangan,jangan aku ada di rumah sakit jiwa? Tidak mungkin. Bodoh sekali ayah dan ibu kalau seperti itu.
Rasanya aku sudah duduk dikursi roda ini selama beberapa belas menit. Memangnya ruang periksa dokter itu jauh dari kamar pasien? Kok bisa selama ini. Aku melirik ke si perawat. Ia hanya tersenyum kepadaku, lalu menjelaskan seperti sudah tau isi kepalaku bahwa ruangannya memang jauh. Aku hanya mengangguk setuju.
Akhirnya sampai juga didepan ruangan periska si dokter. Tapi, rasa-rasanya ada sesuatu yang aneh dan janggal. Tapi apa? Ah, biarkanlah saja. Kemudia si perawat membukakan pintunya, daaann......
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..............." Aku menjerit dengan sangat keras.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hallo,hallo,hallo sabahat Blogger. Kembali lagi dengan saya, admin blog gaje ini. Well, dalam post ini saya tidak akan membagikan sebuah cerita fiksi yang ngawur, atau info-info gaje lainnya. Soalnya, didalam post ini saya mau curhat sejadi-jadinya (Tambah Award).
Tumben-tumbenan yah saya curhat? Ya, soal saya lagi bete plus suntuk banget. Judul postnya persis dengan keadaan saya sekarang. MAU NGAPAIN LAGI?. Yupz, pas banget sama keadaan saya sekarang, mau ngapain lagi coba di liburan yang membosankan ini?
Udah hampir 2 bulan aku terdampar dirumah dan sendirian. Kerjanya cuma tidur, nonton tv, main internet. Well, sebetulnya aku disuruh ke Jakarta ngunjungi nenek, sekalian jalan-jalan gitu. Tapi, dirumah nenek bakal lebih membosankan lagi karena dirumah nenek cuma ada nenek. Pasti aku cuma kerjaanya tidur-tiduran doang. Kalau pengen jalan-jalan, harus nunggu tante yang pulangnya malem terus. Mana Jakarta panas dan banyak nyamuk lagi? Walau begitu, kalau dirumah nenek permintaan aku bakal dipenuhi semuanya.
Well, sekarang jangan bicarain rencana gagal liburan dirumah nenek. Sekarang bicarain aja liburan aku hari ini. Waktu 1 bulan yang lalu, liburan itu lumayan menyenangkan. Soalnya bisa tidur sepuasnya, main internet sepuasnya. Tapi lama-lama jadi bosen juga. Soalnya main diinternet itu-itu juga. Situs yang saya kunjungi, ya situs yang lagi digandrungi masyarakat banyak (facebook , twitter , youtube , blog) dan parahnya situs itu aku kunjungi setiap hari. Bayangin, setiap hari. Gak bosen apa yah aku? Jadi, dengan segala hormat, siapapun yang baca post ku ini, tolong rekomendasikan aku berbagai situs yang menyenangkan. Entah situs game online kek, situs pertemanan kek , situs apa aja deh. Plis,plis, plis. (maksa)
Tapi, liburanku yang membosankan ini terbantu dengan kehadiran adikku yang cengeng, jadi ada hiburan. (jail). Tapi, itu juga cuma sementara dan baru berlangsung akhir-akhir ini aja. Jadi, untuk mengakhiri liburan yang membosankan selama 2 bulan ini, rencana keluargaku sih pengen ke Palembang tapi setelah bagi rapor adik dan kakak (tanggal 25 sama 26) dan itu sebentar lagi. Hanya menghitung hari lagi. Huh, udah gak sabar.
Udah ah curhatnya, karena tadi dibagian awal post janji mau majang award (majang award doang lho!) sekarang kita saksikan award yang sama tapi beda pengirim. Here we go....
Award :
Nih dikira aku, award yang diatas ini udah punya. Eh taunya belum. Hahaha. Award ini dateng dari : Blogging Tips, Kak Chietra, Fuadbego.
Well, kemarin-kemarin aku liat sih banyak yang ngasih award kaya diatas ini ke aku (pede). Jadi maaf aja kalau ada yang ngasih award ke aku, tapi gak kesebut namanya. Soalnya aku lupa (Bohong, padahal suka nganggurin award tuh). Dan aku juga rada males kalau award backlink gini.
Aturan Main :
Bagi sobat yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya. Selanjutnya, sobat penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel masing-masing:
Well, karena ada banyak yang ngasih awardnya berati beda-beda dong linknya, ya udah deh ini dia.
Sebelum sobat-sobat meletakkan link-link di atas, hapus terlebih dahulu peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Peserta nomor 2 menjadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat...!!!, kalian semua harus adil dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah:
Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jumlah backlink = 5
Posisi 8, jumlah backlink = 25
Posisi 7, jumlah backlink = 125
Posisi 6, jumlah backlink = 625
Posisi 5, jumlah backlink = 3,125
Posisi 4, jumlah backlink = 15,625
Posisi 3, jumlah backlink = 78,125
Posisi 2, jumlah backlink = 390,625
Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125
Dan semuanya menggunakan kata kunci yang sobat inginkan. Dari sisi SEO (Search Engine Optimation) sobat sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan keuntungannya, blog sobat akan mendapatkan traffic tambahan, apalagi jika ada yang meng-klik link ke blog sobat. Jadi, jangan sia-siakan award ini ya sobat!
Udah ah, karena saya gak mau ribet ngebagiin awardnya. 2 award yang ada backlinknya buat komentator 1-10.
Kalau yang dari kak apni, buat pasa muslimah blogger lainnya.
Tambahan Award :
Sebetulnya aku udah capek banget ngepost award. Kalau gak di post dibilangnya jahat lagi, nih dia : (Mana award sekarang banyak syaratnya lagi. Bisa gila saya dibuatnya)
Dan Award diatas pake syarat. Ini dia :
Harus berikan award ini ke 5 temanmu
Harus cantumkan nama + blog yang memberi kamu awards di pojok bawah kanan :)
Kelima temen yang beruntung dapet award ini, adalah :
Sebenarnya ada award dari temen-temen. Tapi, awardnya sama dan itu-itu juga. Jadi maaf gak dipasang. Tapi, pasang nama aja yah. Awardnya dateng dari : Elang Nusantara . Mauditha
Buset, capek banget majangin award doang. hehe. Udah diliat kan awardnya? hehehehe. Hebat-hebatlah yang bikin awardnya.
Udah ah, sesi curhatnya disekiankan dulu. Post selanjutnya mungkin akan cerpen (lagi?) hahaha.
See you in next post.
Hallo Blogger, jumpa lagi dengan saya di blog gaje ini. Oh yah, maaf nih kalau ada temen blogger yang belum sempat berkunjung. Lagi males (alasan yang tidak masuk akal). Oke deh, kemarin-kemarin saya udah post tentang cerbung, kata-kata puitis, terus artikel gaje lainnya. Nah, udah sangat amat lama banget nih saya belum post tentang makanan.
Kali ini saya mau ngebahas tentang makanan yang bisa jadi makanan penutup atau cemilan. CUP CAKE. Well, saya mau tanya dulu nih, udah tau apa itu cup cake? Kalau ada yang bilang, kue di cangkir, itu juga bener, tapi Cup cake itu mirip-mirip bolu kukus (tau kan?) tapi kalau cup cake itu gak terlalu ngembang kaya bolu kukus. Itu bedanya. (alah, gaje baget).
Biar gak bingung, gini aja deh. Kata Bang Wiki, cup cake atau fairy cake (dalam British English) itu adalah kue yang disajikan untuk 1 orang. Disajikannya dengan alas kertas aluminium. Seperti kue-kue pada umumnya, cup cake juga biasanya dihias dengan frosting dan dekorasi kue lainnya.
Istilah cup cake sendiri pertama kali disebutkan, pada tahun 1828 dalam buku masak Leslie' Penerimaan Eliza. Pada awal abad ke-19, ada dua kegunaan yang berbeda untuk nama "cangkir kue" atau "cupcake".Dalam abad sebelumnya, sebelum Kue Muffin tersedia secara luas,kue sering dipanggang di cangkir tembikar individu, ramekins ,atau cetakan dan mengambil namanya dari cangkir yang mereka panggang. Penggunaan nama yang sudah berlangsung, dan nama "cupcake" sekarang diberikan kepada setiap kue kecil yang seukuran sebuah cangkir teh. Nama "kue peri" adalah deskripsi fantastis ukurannya, yang akan sesuai untuk sebuah partai kecil peri untuk berbagi.Jenis lain dari "cangkir kue" dimaksud bahan kue yang diukur berdasarkan volume, menggunakan cangkir berukuran standar, bukannya ditimbang. Resep bahan yang diukur menggunakan cangkir berukuran standar juga bisa dipanggang dalam cangkir, namun lebih sering dipanggang dalam kaleng sebagai lapisan atau roti. Pada tahun berikutnya, ketika penggunaan volume pengukuran adalah tegas didirikan di dapur rumah, resep ini dikenal sebagai 1234 atau kue kuartal disebut demikian karena terdiri dari empat bahan: satu cangkir mentega, dua cangkir gula, tiga cangkir tepung, dan empat telur. Mereka polos kue kuning, agak kurang kaya dan lebih murah dibandingkan kue pon , karena menggunakan sekitar setengah mentega dan telur dibandingkan dengan kue pon. Nama-nama dari dua kelas utama dari kue tersebut dimaksudkan untuk sinyal metode untuk tukang roti; "cangkir kue" menggunakan pengukuran volume, dan "pound cake" menggunakan pengukuran berat badan.
Maaf nih sejarahnya aneh banget. Soalnya langsung copas dari google terjemahan. Bias gak pusing, klik dini aja Cupcake. Disana lebih jelas dan terperinci deh.
Karena udah tau sejarahnya, sekarang tinggal, gimana cara bikinnya? Karena saya lagi males buat nulis resepnya, bisa dilihat di sini : Resep Cup cake. Atau bisa juga kalau niat nih pengen bikin, cari di toko buku Membuat Cup Cake untuk Pemula. Disana ada cara bikin kuenya dan toppingnya.(Kok jadi promo?)
Kegunaan cup cake sendiri juga (yang pastinya untuk dimakan) sebagai cemilan, bingkisan, terus kalau lagi ada yang ultah dibagiin deh cup cake. hehehe, udah ah. Aku gak tau mau ngomong apa lagi, soalnya emang gak terlalu tau tentang cupcake. Cuma cupcake itu lucu dan enak. hehe
Karena saya baik hati dan tidak sombong, untuk yang belum baca awal kisah ini silahkan baca kisahnya di sini : Kode Untuk Sahabat (I). Oke deh, selamat membaca
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Lota sibuk mengotak-atik sebuah software yang ia download dari internet. Ia mencoba program terbaru untuk pemecah kode yang mungkin butuh beberapa minggu. Setelah ia install software itu, ia pun segera mencoba mengutak-atiknya. Tampak wajah tegang menghiasi wajah Lota. Karena kode yang lumayan rumit ini harus bisa dipecahkan sebelum 3 hari kedepan. Kalau tidak bisa dipecahkan, nyawa banyak orang dipetaruhkan, termasuk Dita.
"Kenapa sih si Dita nyari masalah mulu? Kena imbasnya kan gue?" Gerutu Lota.
Ia pun memperhatikan layar laptopnya dengan seksama. Dibantu beberapa program yang ada di flashdisknya dan yang baru saja ia download. Hanya butuh, beberapa jam untuk menyelesaikan kodenya.
"Fyuuhh... untuk aja ni kode ada program pemecahnya. Cuma nunggu loadingnya aja nih yang lama." Ujar Lota, kemudian ia melihat kembali layar laptopnya. 70 % lagi sampe beres, banti Lota. Kemudian ia mengambil sebatang rokok dan menyulutnya. Lalu, menatap layar PCnya yang bersebelahan dengan laptopnya. "Harus gue cek dulu nih. Ada berapa kodenya." Guman Lota, kemudian ia mengetikan alamat situs itu di address barnya. Klik. Lalu muncul sebuah home page yang berbeda dengan sebelumnya. Kali ini hanya background putih yang menghiasi di layar komputernya Lota. Tapi, semakin lama ada beberapa bercak warna merah di layar komputernya. Kemudian muncul rentetan angka dan huruf yang tidak beraturan yang juga berbeda warna yang pasti membuat siapapun yang melihatnya akan pusing dalam sekejap.
"Apaan nih?" Ujar Lota kebingungan melihat 'sesuatu' yang aneh tampil di layar laptopnya.
Semakin lama semakin banyak, lalu muncul alert message dari situs itu. Dan yang muncul ada kode-kode aneh yang mirip dengan home page situs itu.
"Oh my Gosh. Masa sih kodenya sampe segini?" Geram Lota ketika melihat isi dari alert message yang muncul. Ternyata alert message itu berisi perintah untuk memecahkan 24 kode yang sebagian besar diantaranya belum di temukan pemecah kodenya.
"Sumpe deh, gue bukan orang yang suka dan hobi mecahin kode yang beginian. Coba gue kaya tokoh yang di Bloody Monday. Mungkin bakal cepet kali yah beresin kode-kode gini?" Tanya Lota pada dirinya sendiri. Kemudian ia mencoba memecahkan kodenya dengan program yang ada.
"Idup gue nelangsa banget yah?" Guman Lota pada dirinya sendiri.
~~~~~~~~~~~~
Ditempat lain, Dita disekap di ruang bawah tanah yang penuh dengan komputer-komputer canggih. Dita duduk ditengah-tengah ruangan itu dengan tangan dan kaki diikat kekursi sedangkan mulutnya di bekap dengan kain. Suasana ruangan itu begitu sunyi dan mencengkam. Layaknya tak ada tanda-tanda kehidupan. Hanya ada bunyi CPU yang beroperasi. Ruangan itu pun gelap gulita dan hanya di terangi oleh beberapa cahaya monitor komputer yang menyala.
Dita mencoba untuk melihat lebih jelas tulisan yang ada di layar monitor itu. Siapa tau ada petunjuk siapa yang menculik Dita. Tentu saja usaha itu nihil dan tidak membantu sama sekali. Jarak antara Dita dan layar komputer kira-kira 5-7 meter. Mustahil untuk bisa melihat tulisan apa yang ada di monitor itu. Gue ada dimana sih? Oh God, help me please. Jangan biarin gue mati dong God. Janji deh gue bakalan nakal sama ortu lagi, gak bakal bohong. God help me please, Dita membantin.
Klik.
TIba-tiba lampu diruangan itu menyala dengan mendadak. Membuat mata Dita sedikit sakit. Ia mengerjap-ngerjap matanya hingga ia terbiasa dengan cahaya yang ada di ruangan itu. Kemudian ia memandang kesekelilingnya. Siapa tau ada orang yang baik hati yang mau menjelaskan kenapa ia bisa sampai dibawa, lebih tepatnya diculik dengan cara yang tidak sopan dan membebaskannya dari tempat aneh itu.
Beberapa suara langkah kaki terdengar dari belakang Dita. Karena ia diikat, jadi tidak bisa melihat siapa saja orang-orang yang sedang berjalan menuju dirinya ini. Ia memperkirakan ada 3-5 orang, dan dari bunyi sepatunya, salah satu diantaranya adalah wanita sisanya bisa di tebak sendiri, pria.
Suara langkah kaki mereka terdengar semakin dekat. Dita panik. Nafasnya tidak beraturan. Ia takut. Ia takut jika orang-orang itu adalah orang-orang yang menculiknya yang tidak punya perasaan yang akan membunuhnya tanpa ada alasan.
Dita mencoba untuk tenang dan tidak terlihat ketakutan. Ya, walaupun begitu, matanya tak akan berbohong. Tiba-tiba sebuah tangan yang besar meraih pundak Dita dan menariknya. Dita tak berani menoleh kepada orang yang dengan lancangnya menarik pundaknya. Nafas orang itu terasa dikuping Dita. Dita semakin takut. Ia sudah memikirkan hal-hal yang buruk yang akan menimpanya. Oh God, tolongin gue. Jangan sampe mereka bunuh gue. Salah gue apa sih?, batin Dita ditengah-tengah kehenigan yang mencekam. Hanya ada suara detak jantung Dita yang sangat cepat dan hembusan nafas orang-orang yang ada disekeliling Dita.
Terdengar suara tombol-tombol keyboard dari arah belakang Dita. Gerakan mengetiknya sangatlah cepat. Selain tombol-tombol keyboard ada juga suara mouse yang digunakan dengan cepat pula. Beberapa saat kemudian, orang yang menggunakan komputer itu berhenti digantikan dengan suara CPU yang bekerja.
"Selesai." Ujar seseorang di belakang Dita. Suaranya terdengar seperti cowok, tapi mungkin cewek. Entahlah, mungkin anak laki-laki.
Terdengar kembali suara langkah kaki. Kali ini langkahnya terdengar lebih santai dan kecil. Mungkin anak laki-laki, batin Dita. Anak kecil itu berjalan menuju Dita, lebih tepatnya menuju orang-orang yang sedang berada di dekat Dita. Tiba-tiba seseorang membuka kain yang membekap mulutnya. Lalu muncul seorang pria dihadapan Dita, disusul wanita cantik, lalu seorang cowok yang kemungkinan seumuran dengan Dita dan anak laki-laki.
"Dita Anissa Fauziyah?" Tanya pria yang kini ada dihadapan Dita. Kemungkinan besar, pria inilah yang berani-beraninya menarik pundak Dita.
"Ya. Kalian siapa?" Tanya Dita tegas untuk menutupi ketakutannya.
"Kamu tidak perlu tahu siapa kami. Saya hanya ingin menanyakan sesuatu. Apakah kamu yang akhir-akhir ini membobol situs pemerintahan dan membocorkan beberapa data penting ke forum umum?" Tanya wanita yang ada disebelah si cowok ganteng. Ya, begitulah Dita memanggil cowok yang sepertinya seumuran dengannya itu. Wajahnya ganteng dan portur tubuhnya mirip atlet.
"A..aapa... maakk..sudnya? Membobol situs pemerintah? Yang benar saja." Ujar Dita sedikit gagap.
Sebuah tangan besar yang sama seperti tadi saat pundaknya ditarik mendorong kembali pundaknya yang masih terasa sakit.
"Jawab dengan jujur." Ujar si cowok ganteng. Oh, jadi dia yang narik-narik pundak gue, gak bisa dimaafin nih, batin Dita.
"Buat apa gue bohong? Kalian siapa dan maunya apa?" Ujar Dita geram. Ia tak suka diperlakukan kasar seperti ini. Tangan besar itu lepas dari pundaknya dan kembali ketempatnya semula.
"Sudah saya bilang tadi, kamu tidak perlu tahu siapa kami. Dan, kamu menanyakan apa mau kami. Kami minta agar kamu menyerahkan data-data penting yang kamu curi beserta virus-virus yang kamu buat dan juga anti virusnya. Kalau tidak nyawa kamu bisa dipastikan tidak akan selamat dan beberapa orang-orang terdekatmu juga tidak akan selamat." Ujar wanita yang dari tadi diam mematung.
"Gue nyuri cuma buat iseng doang. Terus, virus? Darimana kalian tau gue buat virus? Dan, apa maksudnya nyawa gue dan temen-temen gue gak akan selamat. Well, kalau kalian mau bunuh, bunuh gue aja dan asal elo,elo,elo tau yah, gue gak punya orang-orang terdekat kaya yang lo bilang. Lepasin gue sekarang juga." Bentak Dita.
"Bener juga yah." Ujar anak laki-laki yang dari tadi berdiri disebelah wanita itu.
"Dia kan gak punya temen dan keluarga. Orang tuanya meninggal ketika ia liburan, dan ia menutup diri dan sama sekali tidak punya teman. Membunuh dia pun tak ada gunanya. Kita tak punya pilihan lain selain melepaskan dia. Tentu saja melepasnya dengan ancaman." Ujar anak laki-laki panjang lebar.
"Jonny belum tahu yah? Dia punya 1 teman yang sedang berjuang memecahkan 24 kode yang kamu buat." Ujar wanita disebelah anak bernama Jonny itu.
"Maksud kalian Lota? Lolota Duania? Nyawanya memang sudah dijamin tidak akan selamat bukan? Kenapa dia dijadikan ancaman?" Ujar Jonny layaknya orang dewasa.
"Lebih baik kita tidak membahasnya sekarang Jonny. Saya hanya mau Nona Dita Anissa Fauziyah menyerahkan segala data-data yang ia miliki secepatnya." Ujar pria yang tadi membuka pembicaraan antara mereka.
"Nona Dita, bisakah Anda memberi tahukan kepada saya kata sandi komputer, laptop, dan flashdisk anda?" Ujar pria itu sok ramah.
"Untuk apa? Gak berguna data-data yang gue punya. Cuma musik dan beberapa games doang. Kalian mau yang kaya gituan? Dan, gue pengen ngelurusin beberapa hal. Lota temen gue? Bunuh aja dia. Gak guna ini." Ujar Dita acuh. Walau sebenarnya dalam hatinya, ia menyesal telah berkata seperti itu. Lota, maafin gue, batin Dita.
"Hmmm... Rupanya tamu kita sedikit susah diatur yah? Kalau begitu saya akan mengurung kamu disini 72 jam sesuai dengan tenggang waktu yang diberikan Lota untuk memecahkan 24 kode. Oh ya, bagaimana kalau kita buat permainan saja jika tamu kita ini terlalu keras kepala tidak mengikuti perintah saya. Bagaimana?" Ujar pria itu kepada orang-orang yang ada diruangan aneh itu, termasuk Dita. Dita yang tidak tahu apa-apa hanya duduk diam saja.
"Permainan apa? Menyenangkan kah? Apaka melibatkan tamu kita juga?" Tanya Jonny.
"Tentu saja. Jika tidak. Mustahil seru." Ujar pria itu yakin.
"Permainan seperti apa?" Tanya Jonny penasaran.
"Tenanglah Jonny. Nanti akan dijelaskan oleh Pak Hendrik." Ujar wanita itu kepada Jonny.
"Ya, sabarlah Jonny. Saya akan menjelaskannya sekarang." Ujar pria bernama Pak Hendrik itu. Oh God, gue punya feeling gak enak nih. Lota lo harus bisa mecahin kode-kode itu, batin Dita.
~~~~~~~~~~
"YES ! Yuuhhuuu... Akhirnya selesai juga nih kode yang ke... ke berapa yah? Ah, tau lah. Pokoknya beres deh. Hahay. Lanjut." Ujar Lota kegirangan. Pasalnya ia sudah bisa memecahkan beberapa kode tanpa cacat.
"Hmmm.. kode yang kaya begimana lagi nih yang bakal menghadapi si Lolota? Oke, hmmmm , Ah Shit" Ujar Lota pada dirinya sendiri. Ia mengklik alret message yang ada di home page itu. Kemudian muncul alret message yang lebih tepatnya peringatan bahwa ada virus.
"Yah, kok ada virusnya? Nyusahin banget. Eh, gue udah instal antivirus belum yah?" Ujar Lota pada dirinya sendiri. Ia pun mengklik ini itu.
"Oh, Trojan. Untung ini laptop gak ada isi apa-apa. Kalau Warm, bisa gaswat." Kemudian ia mengklik ini itu lagi, dan menekan tombol enter. Kemudian muncul kolom untuk mengisi kode lagi. Disana diberi petunjuk yang sedikit sulit. Tapi, Lota hanya tersenyum begitu melihat petunjuk dari kode itu.
"Jojon banget ini sih. Dasar yah anak kecil itu. Awas kalau ketemu, gue bales dia." Ujar Lota tersenyum sendiri, lalu mengetikan sesuatu pada kolom.
Kembali ada sebuah peringatan virus. Lalu, jaringan internetnya tidak dapat digunakan dan menjadi sangat lambat. Lota terserang panik, ia kemudian mencoba mengklik folder berisi berbagai macam anti virus. Nyaris gagal, saat virus yang terdeteksi sebagai worm itu menyerang folder anti virus kemudian dengan anti virus yang diberikan oleh Dita, virus itu pun terhapus dan tidak terdeteksi lagi. Untuk jaga-jaga, Lota men-scan seluruh komputernya dan menginstal ulang jika perlu.
"Apa-apaan sih ini? Keterlaluan banget." Geram Lota. Kemudian ia kembali menekuni kode-kode selanjutnya yang lumayan rumit.
~~~~~~~~
"Sudah jelas?" Tanya Pak Hendrik kepada Dita. Yang ditanya hanya bisa diam tanpa bisa berkata apa-apa, bahkan nafasnya nyaris berhenti mendengar penjelasan gila tentang 'permainan' gila yang akan dimainkannya.
"Beliau tanya sudah jelas atau belum?" Ujar si cowok ganteng sembari menarik pundak Dita dari belakang dengan keras. Dita yang diperlakukan seperti hanya bisa mengangguk pasrah. Kemudian cengkraman tangan si cowok ganteng itu terlepas dari pundak Dita.
"Anak baik. Lepaskan ikatannya, Jhonatan." Ujar Pak Hendrik kepada si cowok ganteng yang aslinya bernama Jhonatan. Jhonatan dengan sigap membuka ikatan tangan dan kaki Dita. Akhirnya dibuka juga iketannya. Sakit bener. Hmm, nama cewek itu siapa yah? Yang belum kepanggil namanya cuma dia doang, batin Dita bertanya. Kemudian ia di seret keluar ruangan aneh itu, menuju sebuah ruangan yang sebenarnya mirip ruang keluarga. Ruangan itu memiliki 4 akses untuk keluar. Dapur, pintu belakang, pintu depan dan sebuah tangga keatas. Nampak seperti rumah-rumah pada umumnya. Rumah-rumah konglomerat tentunya.
"Disini kamu harus layaknya seperti anak kami. Maksud saya anak saya dan wanita itu. Sebetulnya saya bisa menyewa seorang aktris atau orang untuk berpura-pura. Tapi, rasanya tidak ada untungnya saya menculik kamu jika tidak di pergunakan dengan sebaik-baiknya." Ujar Pak Hendrik. Kemudian ia berdeham, lalu melanjutkan kata-katanya.
"Mulai saat ini namamu bukanlah Dita Anissa Fauziyah. Namamu sekarang adalah Light Trevas. Nama yang cocok untuk keadaannya sekarang bukan? Sandiwaramu akan dimulai besok. Oh yah, saya juga ingin memberi tahukan padamu, bahwa sandiwara hanya berlangsung dari pagi jam 6 sampai malam jam 6. Setelahnya, kau harus membuat beberapa virus dan anti virusnya kemudian kode-kodenya juga untuk dipecahkan oleh Lota. Bagaimana?" Ujar Pak Hendrik panjang lebar.
Dita yang tidak ingin masalahnya lebih panjang hanya mengangguk setuju. Kemudian ia dituntun oleh Jhonatan, Jonny dan wanita itu naik keatas. Mungkin akan dibawa kesebuah kamar.
"Aku ingin bertanya kepada kalian bertiga." Ujar Dita memberanikan diri untuk bertanya kepada orang-orang yang mengantarnya kekamar barunya.
"Apa?" Jawab Jonny.
"Apakah ia segila itu? Maksudku, aku sudah setuju jika dia ingin mengambil seluruh data program yang aku gunakan untuk menghack dan sebagai mana macamnya itu. Tapi, kenapa ia masih memanfaatkanku juga?" Tanya Dita kebingungan.
"Apakah kau perlu tau jawabannya?" Tanya wanita itu.
"Ya, sebagai pihak yang dipojokan. Seharusnya aku tahu maksud dari sikapnya."
"Mungkin tidak ada kepuasan tersendiri jika mendapatkan sesuatu dengan cara yang mudah. Ku beri tahu yah. Dia itu psikopat. Jadi kau harus hati-hati dengannya." Ujar Jonny layaknya orang dewasa.
"Hmmm, aku juga berpikiran seperti itu. Huh, mungkin ini adalah petualangan baru bagiku."
"Ya, anggap saja ini rumahmu. Kau akan menemukan beberapa petualangan baru didalam rumah ini." Ujar wanita itu kembali.
"Ya, semoga saja." Ujar Dita pasrah.
~~~~~~~~~~~
"Hoooaaaammm..... ngantuk. Udah jam berapa sih?" Ujar Lota, lalu ia melirik kearah jam dinding kamarnya. Jarum pendek menunjukan pukul 11 malam. Seharusnya ia sudah tidur 2 jam yang lalu. Tapi, karena ia harus memecahkan beberapa kode lagi, jadi sepertinya tidurnya ditunda terlebih dahulu.
"Hmmm, dari tadi kodenya itu-itu doang. Gak seru. Jadi gak ada hiburan deh. Hmm, bisa ngehubungin Dita gak yah?" Lota pun membuka YM-nya, lalu mengklik gambar salah satu tokoh Happy Tree Friends. lolotacompx : Dit, lo masih idup kan? lolotacompx : Kalau masih, bales chat gue dong. Gue khawatir bgt ma lo. dudul_dodol : Ciee... ada yg khawatir sma gue. Yuhuy. :D lolotacompx : DITA? Ini bnran lo kan? Plis, jwb iya. dudul_dodol : Whuahahaha, sygnya ini bukan DITA. Ini sang penculik. Whuahahaha :)) lolotacompx : Seriusan dong. Gue hajar lo Dita. dudul_dodol : Hahaha, Percaya lo sama gue? hehe, i'm back. :) lolotacompx : Lo udah lepas dari tangan penculik lo? dudul_dodol : Well, klau lo tnya kya gt. Hmm, spertinya blum deh. lolotacompx : Nah lho? lolotacompx : lo kok bisa ol gini? Jgn blang kalau lo dikasih ijin sama si sang penculik buat ol. dudul_dodol : Well, itu kenyataan yg lo dpt. Gue blh akses internet. whuahahaha lolotacompx : kok bisa? :-? dudul_dodol : apa sih yg gak bisa sama Dita? Dita gt lho ! lolotacompx : berati lo udah tau siapa yang nyulik lo? dudul_dodol : syangnya belum nih. mreka pada pake topeng. takut ketauan jeleknya kali yah sama gue? lolotacompx : Lagi diculik lo masih bisa narsis? (-_-"!) dudul_dodol : Hahaha, iri aja lo. dudul_dodol : Gue pamit dulu yah. Dipanggil sama si sang penculik dudul_dodol : oh ya, lo gak usah khawatirin gue dudul_dodol : Gue di kasih makan 4 sehat kurang sempurna. dudul_dodol : Ya sud yah Lot. dudul_dodol : byyyeeee... muuaacchh.. :-* lolotacompx : lo mau kemana sih? cpt2 amat offnya? lolotacompx : maksud lo kurang sempurna? lolotacompx : Ih, jijay gue di cium lo. lolotacompx : Dit, jawab gue. lolotacompx : Dit, lo beneran off? lolotacompx : Ditaaaaa lolotacompx : :(
Karena tidak ada jawaban apa-apa dari Dita, akhirnya Lota pun menutup YM-nya, dan kembali berkutat kepada kodenya. Hmmm.. harus download dulu ini sih. Gue lanjutin besok aja deh, batin Lota. Dit, semoga lo baik-baik aja. Besok gue harus ketemu Pak Hendrik. Batin Lota yakin.
~~~~~~~~~~
Sementara ditempat lain, Dita baru saja menutup YM-nya setelah melakukan chatting dengan Lota. Ia menunduk lemas.
"Bagus. Jangan sampai Lota curiga. Anak pintar." Ujar sebuah suara milik Pak Hendrik yang berdiri di sebelah Dita.
"Pak, maksud saya Pah, apa yang Anda mau perbuat kepada saya dan Lota?" Ujar Dita kepada Pak Hendrik.
"Waw, saya tidak menyangka. Kau menyerap ajaran Jhonatan dan Lydia dengan baik, Treva. Baiklah, saya akan menyampaikan semuanya besok pagi. Sekarang kamu kembali tidur. Pekerjaan kamu memang bagus." Ujar Pak Hendrik mengelus rambut Dita lembut.
"Sampai kapan saya ditahan seperti ini?" tanya Dita memberanikan diri.
"Sampai Lota benar-benar bisa memecahkan kodenya sampai tuntas. Hmm, sebaiknya kamu tidur Treva. Saya tidak mau kamu sakit. Mimpi indah, Treva." Ujar Pak Hendrik mengecup kening Dita. Ditanya hanya menunduk lemas. Tak tahu apa yang akan terjadi pada kehidupannya. Semuanya akan jelas besok pagi, Dita. Lo harus tahan rasa penasaran lo. Lebih baik lo sekarang tidur dan meng-refresh pikiran lo biar lebih seger, batin Dita. Kemudian ia beranjak dari depan komputer menuju tempat tidur berukuran king size. Seperti kata si Psikopat. Mimpi Indah, Dita, batin Dita. Kemudian ia beberapa saat kemudian ia tertidur lelap, seulas senyum terukir diwajahnya yang sedang tidur.
Dibalik pintu kamar Dita, Lydia. Begitu nama wanita cantik itu mengintip kedalam kamar Dita. Memastikan bahwa Dita benar-benar Dita. "Sweet Dream, Dita." Guman Lydia kecil kemudian menutup pintu kamar itu.
"Bagaimana?" Ujar seseorang dibelakang Lydia.
"Semuanya dibawah kendali, Tuan Muda." Ujar Lydia kepada seorang cowok ganteng lainnya yang pasti bukan Jhonatan.
"Sekarang kamu kembali kekamarmu. Panggil Hendrik untuk menemui saya dikamar saya." Perintah si 'Tuan Muda'.
"Baik." Ujar Lydia.
"Mimpi indah, Dita. Besok adalah hari yang indah untukmu." Guman si 'Tuan Muda' kearah kamar Dita.
~~~~~~~~~
------- Bersambung -------
Maaf yah, kalau kelanjutan cerpen ini lama. Terima kasih untuk yang bersedia membacanya. ^^
Holla teman-teman. Setelah beberapa hari yang lalu posting tentang yang aneh-aneh yang menggunakan bahasa yang bukan bahasaku, akhirnya saya posting lagi dengan menggunakan bahasaku yang sesungguhnya. (Maaf, admin blog ini lagi sedeng plus sarap. jangan didenger)
Okke deh kawan, karena saya lagi sarap plus sedeng. Jadi gak ada inspirasi buat lagi artikel aneh plus sedeng dan cerpen2 gila atau puisi lagi. (anak ini memang sedang gila).
Karena kalian-kalian semua tidak akan melihat sebuah kata-kata yang ribet plus susah dimengerti, saya cuma mau pajangin award yang di dapat dari kawan blogger saya nih, Mohamad Wagiono atau Agiek. Makasih yah, udah lama gak dapet award nih.
Bagus gak? hehehe.... saya sih gak bisa bikin award2an. jadinya saya cuma dapet terus disebar lagi deh. hahaha...
Saya mau bagiin award Pengguna Blog ini ke orang-orang yang belum dapet award dari aku. Kasian kan yang udah dapet award dari aku, terus-terusan dapet award dari aku lagi. Hahaha, banyak bacot yah saya? Oke deh, ini awardnya saya bagikan kepada :
Nah award yang diatas ini juga boleh diambil sama siapapun juga. Asal minta ijin aja dulu. hehhe
Lanjuttt..
Award ini dari sahabat kita blogger, yang kemarin bertepatan pada tanggal 10 Juni berulang tahun, ini dia Riz Raharyan. Selamat ulang tahun yah riz, ini dia awardnya :
Bagus yah? Bagus dong. hahaha... Oh yah, buat yang ulang tahun bulan Juni. Selamat Ulang Tahun dari saya. ^^
Udah ah, sekian dulu dari saya. Soalnya lagi gak tau mau ngomong apa lagi. Insya Allah, post selanjutnya diisi dari sequel kelanjutan film cerpen saya yang bagusnya anehnya minta ampun. Yaitu, Kode Untuk Sahabat. Kalau yang belum baca, silahkan baca. Gak ada yang larang kok. hahaha. Udah ah, segitu aja dulu dari saya. Keep Blogging Friends. ^^b
~~~~~~~~~~
Tambahan, ada award dari sahabat blogger lagi nih. Lusi. Makasih yah, ini dia,
Aku bukanlah penikmat cinta. Aku tak pernah merasakan cinta. Bahkan dari kedua orang tuaku. Mereka melahirkanku kedunia tapi mereka sendiri pergi meninggalkan dunia. Ibuku meninggal ketika melahirkanku. Ayahku meninggal dihari yang sama ketika perjalanan menuju rumah sakit untuk melihatku lahir kedunia. Aku bukanlah penikmat cinta. Aku hidup selama ini hanya dengan rasa iba dan kasihan. Cinta yang mereka berikan padaku adalah refleksi dari rasa iba dan kasihan. Mereka melihat kondisiku yang lahir tanpa cinta kedua orang tuaku, lalu merasa kasihan padaku. Aku bukanlah penikmat cinta. Karena aku tak pernah diberikan kenikmatan cinta. Aku hanya diberikan rasa iba, kasihan, rakus, dan tamak. Mereka inginkan aku hanya materi warisan orang tuaku saja. Bahkan keluargaku sendiri juga rakus dan tamak akan harta yang kumiliki. Aku bukanlah penikmat cinta. Dari aku lahir hingga 20 tahun berlalu, tak ada cinta yang masuk dalam kehidupanku. Mencoba menemukan seseorang yang benar-benar mencintaiku, tapi nihil. Semuanya sama. Tak ada bedanya dengan 'mereka'. Aku bukanlah penikmat cinta. Dari beratus-ratus orang yang kutemui. Tak ada yang berikan kucinta. Apalagi yang mereka akan berikan padaku? Rasa apalagi? Basi ! Jadi, kututup saja usahaku untuk mencari arti cinta. Entah itu cinta kepada orang tua, keluarga, sahabat atau kekasih. Aku tak pernah peduli lagi. Aku bukanlah penikmat cinta. Kini tujuan hidupku adalah mati. Buat apa aku hidup terus menerus, jika aku tak pernah diberi setetes rasa cinta. Bukankah semua tujuan manusia adalah mati? Aku sudah tak sabar untuk itu. Mungkin saja disana ada cinta dari Tuhan yang nyata. Yang bisa aku rasakan. Bukan cinta refleksi seperti ini yang kubutuhkan. Cinta yang nyata. Aku bukanlah penikmat cinta. Mungkin Tuhan punya rencana lain dengan kisah cintaku. Mungkin dia menginginkanku untuk terus tegar tanpa cinta. Mungkin aku adalah manusia yang beruntung. Aku tak harus mencicipi cinta yang orang-orang bilang manis diawal pahit diakhir. Tragis sekali hidupku? Hidup tanpa cinta. Hambar yang kurasa.
Aku bukanlah penikmat cinta. Mungkin sudah takdirku dariku lahir hingga ajal menjelang aku tak dapat merasakan cinta. Tapi, ternyata Tuhan punya rencana lain. Tuhan membawakanku seseorang yang mencoba mengetuk hatiku yang sudah sedingin es. Ia mencoba melelehkan hatiku dengan senyumannya. Aku bukanlah penikmat cinta. Tapi, dia terus saja mencoba membuatku menikmati cinta. Dia mencoba mengenalkan padaku bahwa cinta itu manis. Ku kira manis cinta sama halnya dengan manis permen. Tapi, manis yang kurasakan ketika ku mengenal cinta jauh lebih manis daripada permen. Aku bukanlah penikmat cinta.Tapi, dia membawa hari-hariku penuh warna. Ku kira aku tak akan pernah mendapatkan cinta itu. Tapi, dia membawakannya padaku. Tuhan memang adil. Aku bukanlah penikmat cinta. Tapi, lewat senyumnya, tawanya, gerak-gerikanya, cara berbicaranya, dan semua yang dia lakukan membuatku mengetahui sisi indahnya cinta. Wajarkah aku bila hatiku berbunga-bunga? Aku baru saja mengenal cinta. Wajar sekali karena aku tak pernah mendapatkan cinta seperti dia. Aku bukanlah penikmat cinta. Walau begitu, dia tetap mengenalkanku kepada arti cinta sesungguhnya. Ia mencintaiku karena aku adalah aku. Begitu pula dengan keluarganya. Mereka menganggapku sebagai anak mereka. Tapi, bukan karena aku dekat dengan dia tapi karena kepribadianku, tapi karena aku. Ya, AKU ! Aku bukanlah penikmat cinta. Tapi. ini kisah cintaku. Apa aku baru saja menulis sebuah rangkaian kata tentang kisah cintaku? Dulu aku tak percaya adanya cinta. Tapi, karena ada dia, aku mengerti cinta. Apa aku sedang jatuh cinta? Kuharap begitu. Aku merasa aku adalah wanita paling beruntung yang pernah ada. Mengapa aku baru sadar sekarang? Ternyata cinta itu manis.
Aku bukanlah penikmat cinta. Ternyata Tuhan memang mentakdirkanku untuk tidak boleh menikmati cinta. Buktinya, dia pergi. Oh, bukan. Dia pergi beserta keluarganya. Ya, dia pergi dan meninggalkanku. Aku bukanlah penikmat cinta. Sudah ku katakan berulang kali pada diriku sendiri. Dia hanyalah penghibur bagiku. Dia hanya mengenalkanku pada sisi indahnya cinta. Aku bukanlah penikmat cinta. Memang begitu harusnya aku. Aku tak berhak menikmati cinta. Kini cinta yang kukenal hilang sudah. Dia pergi. Mungkin dia akan bertemu orang tuaku disana. Ya, mungkin. Aku bukanlah penikmat cinta. Percuma aku mengenal cinta. Aku tidak ditakdirkan untuk menjadi penikmat cinta. Kini hidupku menjadi lebih buruk dari sebelum aku mengenal dia. Kelam. Ya, hidupku menjadi lebih kelam dari sebelumnya. Kini aku tahu. Cinta tak seindah yang aku bayangkan.
Aku bukanlah penikmat cinta. Aku belum menemukan sosok pengganti dia. Hidupku kini hanya menangis. Menangisi dia yang telah pergi. Belum aku temukan titik terang dalam hidupku. Ah, kenapa dia harus pergi? Apakah dia lebih mencintai Tuhan dari padaku? Makanya dia pergi bertemu dengan Tuhan? Aku bukanlah penikmat cinta. Sudah menjadi takdirku seperti itu. Sudah berbulan-bulan aku tak menemukan cinta lagi. Cintaku sudah aku kubur dalam-dalam di dalam hatiku. Aku bertekad aku tak akan mencintai lagi. Aku berdoa agar Tuhan mengambilku. Agar aku bisa bertemu orang-orang yang kucintai disana. Aku bukanlah penikmat cinta. Aku tahu itu. Setelah berdoa seperti itu setiap harinya, akhirnya doaku terkabul. Aku kini berada diranjang rumah sakit. Diranjang rumah sakit inilah aku mencoba untuk mengambil keuntungan antara hidup dan matiku. Tentu saja aku memilih mati. Buat apa aku hidup? Aku bukanlah penikmat cinta. Tapi, saat ini aku baru sadar. 'Mereka' yang kuanggap pembohong, pendusta, hanya ingin hartaku saja tampak khawatir saat melihatku dibalik ruang isolasi rumah sakit. Apa mereka hanya menatapku iba? Tapi, aku melihat ada secerca kasih sayang terpancar dari mata mereka. Sama seperti cahaya dari mata 'dia'. Oh Tuhan, aku bingung. Apakah aku harus pergi atau tetap tinggal? Aku tak tahu, bahwa cinta itu ada dimana-mana. Mengapa aku begitu buta?
Aku bukanlah penikmat cinta, tapi inilah pilihanku. Aku bukanlah penikmat cinta, tapi aku memilih untuk bertahan. Aku bukanlah penikmat cinta, tapi aku bertahan untuk mencoba cinta yang baru. Aku bukanlah penikmat cinta, tapi aku mencoba menikmati cinta. Aku bukanlah penikmat cinta, tapi aku ingin menjadi penikmat cinta. Aku bukanlah penikmat cinta, walau begitu aku akan berusaha untuk memberikan cinta. Aku bukanlah penikmat cinta, tapi berkat 'dia' aku menjadi PENIKMAT CINTA.