YIPIE!!!!!!! AAAAAAHHHH......
Setelah sekian lama gak post gara-gara gak tau kenapa gak kebuka nih blogspotnya. Arrgghh... padahal udah banyak yang mau dishare sama temen-temen blog, sekalian nambah-nambah info gaje yang gak bermanfaat.
Read more...
Setelah sekian lama gak post gara-gara gak tau kenapa gak kebuka nih blogspotnya. Arrgghh... padahal udah banyak yang mau dishare sama temen-temen blog, sekalian nambah-nambah info gaje yang gak bermanfaat.
Oh yah, sebelum lanjut, saya sekali adimn blog gaje ini mungkin GAK AKAN BISA blogwalking-blogwalking gitu. Kenapa?
- Saya tiap hari nyampe dirumah bakalan antara jam 4 sampai jam setengah 7.
- Malem saya pasti online. Tapi, tau dong capeknya saya? Dan saya juga sekarang dituntut untuk belajar setiap malam.
- Pengunjung blog ini juga (tepatnya, yang belom saya kunjungi balik) termasuk banyak. Gak bisa satu-satu juga di kunjunginya
- Dan terakhir, INTERNET DI RUMAH SAYA LEMOT ABIEESSS!!!!
So, yang merasa belum sempet dikunjungi atau ditinggalkan jejak tepatnya, jangan marah yah. Sesungguhnya saya selalu melihat blog-blog kalian kok. Cuma gak meninggalkan jejak aja. Kaya pembaca rahasia.
Sekarang dilanjut aja ah sama pembahasan judul yang saya pake post kali ini.
Well, dari judulnya aja udah pada bisa nebak kan maksud terselubung dari judul post kali ini? Yupz! Saya lagi bimbang dan desprate banget sama sekolahan. Plis, deh. Gue masih anak kecil, bla,bla,bla,bla (kok malah curhat yah? BTT)
Beradaptasi sendiri artinya menyesuaikan lingkungan dengan sekitarnya. Sama seperti ciri-ciri makhluk hidup yaitu beradaptasi. Seperti bunglon yang merubah warnanya sesuai dengan tempat dimana dia berada. Sama seperti kaktus yang durinya kecil-kecil dan batangnya besar karena tinggal di gurun. Apalagi kita -manusia- yang sebenarnya paling mudah beradaptasi dengan lingkungannya.
Well, itu dari segi beradaptasi menurut hakikat biologi. Saya tidak akan terlalu banyak membahas tentang arti dari adaptasi itu sendiri. Disini saya akan membahas bagaimana -sulitnya- manusia beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan takdir hidupnya yang berubah secara drastis.
Untuk orang yang supel, easy going, apa adanya, danaku padamu, mudah saja beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan yang baru dan orang-orang yang baru. Tapi, bagaimana nasib si Pemalu yang diam-diam menghanyutkan? Bisakah dia beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan orang-orang yang baru? Well, lihat saja kelanjutannya besok, jam (*toyor admin*)
Dalam kasus ini, sebenarnya tergantung dengan orang-orang di lingkungan baru tersebur. Apakah mereka adalah orang-orang yang peka terhadap si Pemalu yang diam-diam menghanyutkan atau tidak? Apakah mereka dengan senang hati membantunya dalam beradaptasi dengan mereka? Semuanya serba tergantung dan menggantung!
Mungkin, dalam kasus beradaptasi dengan lingkungan sosial bisa langsung dipraktekan langsung (yaiyalah langsung, masa 100 taun lagi?). Saya akan kasih tips-tips buat orang yang Pemalu yang diam-diam menghanyutkan untuk bisa langsung menyatu dengan lingkungan baru.
Well, dari judulnya aja udah pada bisa nebak kan maksud terselubung dari judul post kali ini? Yupz! Saya lagi bimbang dan desprate banget sama sekolahan. Plis, deh. Gue masih anak kecil, bla,bla,bla,bla (kok malah curhat yah? BTT)
Beradaptasi sendiri artinya menyesuaikan lingkungan dengan sekitarnya. Sama seperti ciri-ciri makhluk hidup yaitu beradaptasi. Seperti bunglon yang merubah warnanya sesuai dengan tempat dimana dia berada. Sama seperti kaktus yang durinya kecil-kecil dan batangnya besar karena tinggal di gurun. Apalagi kita -manusia- yang sebenarnya paling mudah beradaptasi dengan lingkungannya.
Well, itu dari segi beradaptasi menurut hakikat biologi. Saya tidak akan terlalu banyak membahas tentang arti dari adaptasi itu sendiri. Disini saya akan membahas bagaimana -sulitnya- manusia beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan takdir hidupnya yang berubah secara drastis.
Untuk orang yang supel, easy going, apa adanya, dan
Dalam kasus ini, sebenarnya tergantung dengan orang-orang di lingkungan baru tersebur. Apakah mereka adalah orang-orang yang peka terhadap si Pemalu yang diam-diam menghanyutkan atau tidak? Apakah mereka dengan senang hati membantunya dalam beradaptasi dengan mereka? Semuanya serba tergantung dan menggantung!
Mungkin, dalam kasus beradaptasi dengan lingkungan sosial bisa langsung dipraktekan langsung (yaiyalah langsung, masa 100 taun lagi?). Saya akan kasih tips-tips buat orang yang Pemalu yang diam-diam menghanyutkan untuk bisa langsung menyatu dengan lingkungan baru.
- Anggap lingkungan baru itu adalah keluarga Anda yang sudah Anda kenal selama bertahun-tahun.
- Jangan malu untuk SKSD (Sok Kenal Sok Deket). Tapi, diharapkan dalam batas wajar dan normal saja.
- Membuka diri. Jangan pesimis jika anda tidak akan diterima di lingkungan baru tersebut.
- Percaya diri
- Mau mencoba
- dan lain-lain,
Sebenarnya, semua itu adalah tergantung Anda sendiri. Apakah diri Anda ingin bergabung dengan lingkungan baru itu atau tidak. Tapi, semisalnya Anda tidak ingin lama kelamaan Anda juga pasti akan hanyut dalam lingkungan baru itu.
Selanjutnya, saya akan membahas beradaptasi dengan takdir, nasib, dan jalan yang sudah di tentukan oleh Yang Maha Kuasa. Kita (manusia) adalah makhluk yang egois yang hanya ingin enaknya saja tanpa pernah ingin mengambil resiko atau buruknya. Terkadang, kita juga tidak siap dengan apa-apa yang sudah ditakdirkan kepada kita secara tiba-tiba. Sebenarnya, secara perlahan juga kita kadang tidak bisa terima. Bagaimana yang secara tiba-tiba?
Misalnya, orang-orang yang kita cintai pulang kepada Sang Pencipta, atau harta dan kekuasaan kita diambil dengan terburu-buru tanpa ada persiapan, bagaimana sikap kita menghadapi itu semua? Mungkin awalnya kita tidak terima dan membentak-bentak kepada-Nya, tapi lambat laun kita pun akan sadar juga bahwa itu adalah cobaan. Cobaan yang harus kita hadapi dan jalani. Jadi, sebenarnya beradaptasi dengan takdir seperti itu adalah tergantung pada diri kita sendiri. Apakah diri kita ini adalah diri yang yakin kepada-Nya dan kuat menghadapi cobaan? Jawabannya ada didalam diri Anda sendiri.
Oke deh, mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Maaf post kali ini terlalu gimanaaa gitu. Yaa... ngerti dikit lah. Saya lagi beradaptasi dengan lingkungan takdir yang ditetapkan oleh Allah kepada saya yaitu menjadi anak SMA. hehehe.
Ya udah deh, sampai jumpa dilain waktu.... :)
