Hallo Bloggeeeerrrr......!!!!!!!!!
Adduuhh, aku kangen banget sama kalian. Udah lama gak ngeblog lagi. Padahal dulu kan sering banget. (nostalgia) . Pasti kalian udah banyak berubah deh. Blog, blognya udah makin keren. Terus, yang terpenting, pada gak inget sama aku. Sedih. :(
Well, entah ada angin apa tiba-tiba aku pengen ngepost, pengen balik kedunia yang dulu aku jalanin. Tapi, sayang. Waktu berkata lain. Ternyata saya (sepertinya) tidak diijinkan untuk kembalu lagi kedalam dunia ini. Padahal kangen banget. hiks.
Oke deh, dari pada kalian ngebaca tulisan ini semakin ngaco dan ngawur. Kita langsung aja ke inti dari tulisan ini dibuat.
I'm Not Your Best Friend anymore. Terkadang kita (terutama saya) seakan tidak mempunyai sahabat. Sahabat sendiri itu apa sih artinya? Menurut pendapat saya sendiri, sahabat adalah seseorang yang ada, yang selalu hadir, yang mengerti siapa kita. Tapi, sampai saat ini rasanya seseorang yang memiliki arti dari sahabat yang saya sebutkan itu belum ada. Kenapa? Karena memang di dunia ini tidak ada yang sempurna.Sahabat bukanlah teman bermain. Mungkin teman bermain hampir mirip dengan sahabat, tetapi bukan. Teman bermain memang akan ada disaat kita suka dan duka (terutama yang sudah dekat). Teman bermain akan selalu mendengarkan curhat-curhat kalian, dan memberi saran-saran umum untuk solusi dari masalah yang sedang dihadapi. Tapi, sahabat? Sahabat sudah tau kapan kalian suka dan duka. Sahabat sudah stand by selama 24 jam ketika kalian membutuhkan tempat curhat. Sahabat tidak akan mendesak kalain untuk bercerita, namun menunggu dan berharap nanti kalian akan bercerita. Sahabat tidak hanya memberi saran-saran umum, tetapi dia akan langsung melarang, menyuruh, lalu membantu untuk memecahkan masalah kalian. Itulah bedanya sahabat dan teman bermain.
Mungkin kalian pernah membaca novel atau buku-buku tentang persahabatan? Bisakah kalian melihat betapa indahnya, sempurnanya seorang sahabat yang digambarkan dalam cerita-cerita seperti itu? Adakah orang seperti itu di dunia? Jawabannya ada. Tetapi, akan sangat langka dan jarang.
Ada yang menyebutkan "Sebelum kamu mengharapkan seorang sahabat sejati, jadilah sahabat sejati itu dulu". Dari kata-kata itu, saya sedikit sadar. Inikah alasan kenapa seorang sahabat sejati itu susah dicari? Karena semua orang hanya bisa mengharapkan? Tapi tak pernah mencoba menjadi seorang sahabat itu? Sudahkah kita menjadi sahabat yang baik untuk seseorang? Yang ada, yang mengerti, yang tahu siapa dia? Sudahkah kita?
Saya pribadi belum. Saya belum mencoba menjadi seorang sahabat yang baik. Saya hanyalah teman bermain. Saya hanya bisa menemani ketika dia sedang berduka. Saya hanya bisa memberi saran-saran umum. Saya belum bisa hadir setiap saya dibutuhkan oleh teman saya.
Mudah ternyata mengumbar kata "kita kan sahabat", tapi sulit untuk menjadi seorang sahabat yang baik. Selama ini saya hanya menjadi teman bermain yang baik. Bila intensitas bertemu dengan teman-teman saya menurun, kadang saya melupakan mereka. Itukah yang namanya sahabat? Maka dari itu, untuk teman-teman saya yang membaca tulisan saya ini saya berharap bahwa saya bukanlah sahabat yang baik untuk kalian. Saya hanyalah temanmu.
Ah, mungkin cukup sekian. Takutnya kalau di lanjutin jadinya ngelantur.
Makasih yang sudah mau menyempatkan membaca tulisan saya ini.
Sayonara.... ~_~