Hallo Blogger.
Ini adalah post resmi saya di tahun 2011, setelah post puisi gaje nan tidak mengenakan untuk dibaca sebelumnya. Setelah beberapa hari gak ngepost, gak Blogwalking (dikarenakan Adminnya lagi suka-sukanya maen Night Club City di Facebook), saya mulai berpikir untuk membuat post ini. Sebenarnya, saya sudah lama ingin mengangkat tema ini, namun mood serta niat saya belum cukup pada waktu itu. (What the **** with you??? Back To Topic)
Oke. Happy Ending yang saya maksudkan disini adalah sebuah akhir bahagia di dalam sebuah cerita (atau sejenisnya. Kaya puisi misalnya?) Saya mau mulai dulu dari pembagian Ending yang saya tahu. Ending bisa dibagi menjadi 3 : Sad Ending, Happy Ending, dan Twist Ending. Oke, sebelum bahas lebih lanjut mengenai Happy Ending yang diangkat jadi topik post ini, saya mau jelasin dulu Twist Ending (kenapa dijelasin? Yaa.. Khawatir aja ada yang gak tau apa itu Twist Ending. Nanti malah nanya pula. Kan kasian. *Back to topic*).
Twist Ending menurut Abang Wiki , adalah sebuah akhir/menjelang akhir dari sebuah plot/cerita yang tidak terduga yang menyebabkan pembaca, penonton, (or what ever you want to call) untuk mengevaluasi kembali karakter atau narasi yang ada. Jadi, (kalau mau ambil simpelnya) akhirnya tuh malah gak sesuai dengan jalan ceritanya. Misalnya, jalan ceritanya A, tau-tau akhirnya B. Begono. Gak sejalan gitu.
Nah, sekarang udah tau Twist Ending apa, sekarang dilanjut ke temanya. Yaitu Happy Ending.
Happy Ending yang kamu tahu dalam cerita, atau film (mungkin) tentang bagaimana si tokoh utama yang sudah menempuh alur yang pelik dalam cerita mendapatkan apa yang dia inginkan. Lalu, si tokoh utama pun bahagia selamanya. Itu kah Happy Ending yang biasanya di sajikan dalam cerita-cerita yang pernah kalian baca? Ya. Memang kebanyakan akhir bahagia itu seperti itu. Si tokoh utama mendapatkan apa yang dia inginkan, dan dia pun bahagia. Selesai. Menarik? Mungkin ada beberapa yang menarik. Mungkin tidak.
Ending yang seperti itu terlalu sering dibuat oleh penulis atau pembuat film (atau apapun yang membuat ending seperti itu) sehingga membuat pembaca, penonton (atau apalah itu) menjadi bosan. Itu juga di pengaruhi oleh alur yang sudah sering di buat. Kecuali jika Happy Ending itu di padukan dengan Twist Ending, mungkin akan membuat sebuah cerita menjadi menarik. Sebenarnya, Happy Ending sama saja dengan Sad Ending dalam kesehariannya. Banyak orang yang memakai ending ini tapi tidak cerdik dalam mengakalinya agar tak sama dengan cerita-cerita yang sudah-sudah. Kebanyakan, Happy Ending itu seperti yang sudah saya jelaskan dan Sad Ending itu tentang kematian dan kesedihan sampai akhir cerita.
Bicara soal kematian, terkadang kematian memang menyedihkan dan selalu menjadi bagian erat dari sebuah akhir yang menyedihkan. Namun, tak kalian pikirkan? Beberapa cerita memakai kematian untuk sebuah akhir yang bahagia? Misalnya, seperti cerpen yang saya buat Seperti Pelangi . Disana, memang bukan tokoh utamanya yang meninggal, melainkan tokoh utama yang lain yang menjadi pengaruh besar bagi tokoh utamanya. Sebut saja tokoh 1 dan tokoh 2. Di cerita itu, tokoh 2 yang meninggal. Pasti menyedihkan bukan? Namun perhatikan akhir dari cerita itu. Ada diaolog yang menggambarkan tokoh 1 bahagia dan bisa tertawa. Bukan kah itu bahagia? So, death is not always Sad Ending, but sometimes it can be Happy Ending.
Menurut saya pribadi (dari penjelasan yang sebenarnya gak terlalu guna itu) Happy or Sad Ending itu relatif. Tergantung bagaimana cara pandang setiap orang. Jadi, Happy atau Sad itu bukan menjadi masalah, asalakan suatu cerita itu dapat menghibur.
Ya udah deh. Segitu dulu. Kepanjangan kayanya. Sampai jumpa di post selanjutnya. :)
Read more...
Ini adalah post resmi saya di tahun 2011, setelah post puisi gaje nan tidak mengenakan untuk dibaca sebelumnya. Setelah beberapa hari gak ngepost, gak Blogwalking (dikarenakan Adminnya lagi suka-sukanya maen Night Club City di Facebook), saya mulai berpikir untuk membuat post ini. Sebenarnya, saya sudah lama ingin mengangkat tema ini, namun mood serta niat saya belum cukup pada waktu itu. (What the **** with you??? Back To Topic)
Oke. Happy Ending yang saya maksudkan disini adalah sebuah akhir bahagia di dalam sebuah cerita (atau sejenisnya. Kaya puisi misalnya?) Saya mau mulai dulu dari pembagian Ending yang saya tahu. Ending bisa dibagi menjadi 3 : Sad Ending, Happy Ending, dan Twist Ending. Oke, sebelum bahas lebih lanjut mengenai Happy Ending yang diangkat jadi topik post ini, saya mau jelasin dulu Twist Ending (kenapa dijelasin? Yaa.. Khawatir aja ada yang gak tau apa itu Twist Ending. Nanti malah nanya pula. Kan kasian. *Back to topic*).
Twist Ending menurut Abang Wiki , adalah sebuah akhir/menjelang akhir dari sebuah plot/cerita yang tidak terduga yang menyebabkan pembaca, penonton, (or what ever you want to call) untuk mengevaluasi kembali karakter atau narasi yang ada. Jadi, (kalau mau ambil simpelnya) akhirnya tuh malah gak sesuai dengan jalan ceritanya. Misalnya, jalan ceritanya A, tau-tau akhirnya B. Begono. Gak sejalan gitu.
Nah, sekarang udah tau Twist Ending apa, sekarang dilanjut ke temanya. Yaitu Happy Ending.
Happy Ending yang kamu tahu dalam cerita, atau film (mungkin) tentang bagaimana si tokoh utama yang sudah menempuh alur yang pelik dalam cerita mendapatkan apa yang dia inginkan. Lalu, si tokoh utama pun bahagia selamanya. Itu kah Happy Ending yang biasanya di sajikan dalam cerita-cerita yang pernah kalian baca? Ya. Memang kebanyakan akhir bahagia itu seperti itu. Si tokoh utama mendapatkan apa yang dia inginkan, dan dia pun bahagia. Selesai. Menarik? Mungkin ada beberapa yang menarik. Mungkin tidak.
Ending yang seperti itu terlalu sering dibuat oleh penulis atau pembuat film (atau apapun yang membuat ending seperti itu) sehingga membuat pembaca, penonton (atau apalah itu) menjadi bosan. Itu juga di pengaruhi oleh alur yang sudah sering di buat. Kecuali jika Happy Ending itu di padukan dengan Twist Ending, mungkin akan membuat sebuah cerita menjadi menarik. Sebenarnya, Happy Ending sama saja dengan Sad Ending dalam kesehariannya. Banyak orang yang memakai ending ini tapi tidak cerdik dalam mengakalinya agar tak sama dengan cerita-cerita yang sudah-sudah. Kebanyakan, Happy Ending itu seperti yang sudah saya jelaskan dan Sad Ending itu tentang kematian dan kesedihan sampai akhir cerita.
Bicara soal kematian, terkadang kematian memang menyedihkan dan selalu menjadi bagian erat dari sebuah akhir yang menyedihkan. Namun, tak kalian pikirkan? Beberapa cerita memakai kematian untuk sebuah akhir yang bahagia? Misalnya, seperti cerpen yang saya buat Seperti Pelangi . Disana, memang bukan tokoh utamanya yang meninggal, melainkan tokoh utama yang lain yang menjadi pengaruh besar bagi tokoh utamanya. Sebut saja tokoh 1 dan tokoh 2. Di cerita itu, tokoh 2 yang meninggal. Pasti menyedihkan bukan? Namun perhatikan akhir dari cerita itu. Ada diaolog yang menggambarkan tokoh 1 bahagia dan bisa tertawa. Bukan kah itu bahagia? So, death is not always Sad Ending, but sometimes it can be Happy Ending.
Menurut saya pribadi (dari penjelasan yang sebenarnya gak terlalu guna itu) Happy or Sad Ending itu relatif. Tergantung bagaimana cara pandang setiap orang. Jadi, Happy atau Sad itu bukan menjadi masalah, asalakan suatu cerita itu dapat menghibur.
Ya udah deh. Segitu dulu. Kepanjangan kayanya. Sampai jumpa di post selanjutnya. :)




